
"Yuhuai..." Suaranya terdengar berat dan berbeda.
"Kau tahu kenapa aku memanggilku malam ini?" Tanya Perdana Menteri Yang Liujun kemudian.
Pangeran Nan Yuhuai tak menjawab, dia menunggu kalimat selanjutnya, dengan mata tak berkedip. Nan Yuhuai tahu benar, tak semata soal rengekan Yang Xiwu yang membuatnya berdiri di depan perdana menteri malam ini. Tetapi ada soal lain yang lebih serius!
"Semua sudah di luar kendali, sekarang aku tak bisa berdiam diri." Perdana Menteri Yang Liujun berdiri dengan air muka yang membeku.
"Niangxi semakin tak beres, lemah dan kacau, Nan Chen sama sekali tak bisa mengurus negara ini." Suara itu terdengar ketus dan dingin.
"Ada apa?" Nan Yuhuai mengangkat suaranya kemudian, tidak antusias.
"Kenapa ayahanda perdana menteri terlihat gusar hari ini?"
"Aku tak akan berteka-teki lagi, saatnya kamu mempersiapkan diri untuk menggantikan tahta Niangxi!" Suara perdana menteri tegas dan dalam, matanya seperti arang menunjukkan banyak kekejaman yang di simpannya di balik raut hangat yang biasanya di tunjukkannya.
"Ayahanda perdana menteri?" Nan Yuhuai terkesiap, meski selama ini dia tahu benar ambisi Yang Liujun ketika menikahkannya pada Yang Xiwu tetapi perdana Menteri yang berdiri sebagai perwalian raja ini tak pernah mengatakan hal segamblang ini dengan terus terang.
"Nan Chen sama sekali tak berguna, dia mungkin bukan ancaman tetapi sekarang aku melihat dia mulai berani bermain-main dengan keputusan. Diam-diam Adik perempuanmu yang liar itu sudah mempengaruhinya sampai pada urusan politik. Bukan itu yang aku inginkan. Ini sudah terlalu jauh ..." Volume suara perdana Menteri Yang Liujun terdengar dalam.
"Aku rasa, Nan Luoxia bukan ancaman buat ayahanda," Sahut Nan Yuhuai kemudian, dia sedikit tak suka nama adiknya ini di bahas serius oleh perdana Menteri. Biar bagaimanapun, Nan Luoxia adalah satu-satunya adik perempuan yang dekat dengannya, jika nama adik ya di masukkan dalam list berbahaya oleh perdana Menteri Yang Liujun, itu membuatnya cemas.
Selama ini, dia tahu benar pengaruh perdana Menteri Yang Liujun di Nanxing, dialah sebenarnya yang menguasai tahta Niangxi, hampir semua perintah dan petisi di tulis sendiri olehnya, hanya ke absahannya lah yang menggunakan tangan raja melalui stempel kerajaan. Hampir tak satupun keputusan di dalam istana tak melalui pertimbangannya. Kakaknya Nan Chen hanya menjadi raja karena garis keturunan Nan tetapi yang berkuasa sesungguhnya adalah perdana Menteri Yang Liujun.
Selama ini pula Nan Yuhuai berpura-pura menutup mata soal ini, dia sungguh tak berminat mengikuti permainan Perdana Menteri Yang Liujun, menikahi Yang Xiwu juga kesalahan yang sangat di sesalinya, hanya katena dia tak mampu melawan kehendak perdana Menteri yang dengan keras menggunakan kakaknya raja Nan Chen memaksanya dalam perjodohan yang di atur oleh perdana Menteri dua wajah ini.
__ADS_1
"Nan Luoxia lebih berbahaya dari Nan Chen." Ucap Perdana Menteri Nan Liujun dengan menggeram.
"Aku menyesal telah menyetujui memberinya mainan topeng Qui itu! Dia bergerak melebihi semua yang ku ketahui, bahkan seorang mata-mataku berkata, dia terlibat dengan seorang laki-laki mencurigakan. Pemuda miskin yang aneh."
"Ayahanda perdana menteri, selama ini aku menurutimu, apapun itu aku menutup mata, tetapi aku tak bisa diam saja jika anda menyentuh Luoxia, dia adalah satu-satunya yang menerimaku sebagai saudara di dalam istana ini." Keberanian itu menguar, mendesak begitu saja, entah mengapa dia tak rela Nan Luoxia menjadi incaran perdana menteri.
"Yuhuai!" Mata perdana menteri membesar,
"Kamu adalah anak yang di buang keluargamu! Akulah yang mengembalikanmu ke dalam istana ini. Jadi berhati-hatilah jika kamu berniat menentangku."
"Aku tak menentangmu, Ayahanda perdana menteri. Aku hanya mengatakan Nan Luoxia tidak berbahaya bagimu, dia hanya seorang perempuan..."
"Perempuan? Perempuan katamu? Perempuan apa yang berlagak melebihi laki-laki. Perempuan apa yang liar di jalanan tak pernah berdiam diri di dalam istananya? Perempuan ini bisa lebih berbahaya dari laki-laki jika di biarkan." Dengus perdana Menteri Liujun.
"Dia adikku..."
Nan Yuhuai terdiam, mengangkat wajahnya menatap perdana Menteri yang kini tak berkedip memandanginya dengan raut kesal.
"Aku tak berminat mengikuti rencanamu ayahanda perdana Menteri." Ucap Nan Yuhuai, memecah sunyi.
"Apa maksudmu?"
"Aku tak berminat menjadi raja seperti yang di inginkan oleh ayahanda perdana Menteri." Jawab Nan Yuhuai dengan tegas.
Perdana Menteri Nan Liujun terkesiap.
__ADS_1
"Aku tak meminta pendapatmu, Yuhuai! Aku tak bertanya minatmu! Aku hanya memerintahkanmu, dan aku tak suka di tentang. Anakku, Xiwu harus menjadi ratu di Niangxi! Keturunan Yang harus melahirkan raja-raja Niangxi, karena itulah takdir kami! Jika langit tak bisa menulisnya, maka aku sendiri yang akan mencoretnya, meski dengan tinta darah sekalipun." Suara perdana Menteri Yang Xiwu diliputi amarah melihat bagaimana menantu bonekanya ini mulai bertingkah.
"Apa...apa yang akan anda lakukan?" Tanya Yuhuai setengah gemetar menatap mata yang bersinar semerah darah itu.
"Aku akan melakukan apa yang harus ku lakukan, kamu hanya perlu diam dan menunggu. Dan jika aku menyuruhmu duduk maka duduklah di tempat yang ku pilih." Senyum sinis terbentuk di ujung bibir tua Yang Liujun, tatapannya dingin dan kejam.
"Bagaimana jika aku tidak mau?" Nan Yuhuai masih berusaha memberanikan diri.
"Kamu memang tak sebaik Chen dalam hal ambisi, meskipun kakakmu itu gila perempuan dan pemabuk tetapi setidaknya dia punya mimpi." Perdana menteri Yang berujar dengan permukaan wajah seperti bara.
"Sayang sekali, Xiwu hanya bisa menikahi pengecut sepertimu! Andai saja anakku itu cukup umur saat Nan Chen naik naik tahta, bukan kamu yang kupilih menjadi suaminya!!!" Suara perdana Menteri Yang Liujun begitu murka.
Nan Yuhuai mundur selangkah, kalinat itu mengiris sampai jantungnya, membuat ubun-ubunnya mendidih. Dia di hina dan direndahkan dengan telak.
"Apakah kamu tahu, Yuhuai? Menjadi seorang raja membuatmu bertingkat-tingkat lebih tinggi, dan kamu bisa melakukan apapun. Tidakkah kamu punya sedikit saja ambisi untuk menjadi berkuasa? Ataukah kamu benar-benar tak punya mimpi?" Mata Perdana Menteri Yang Liujun mencelik tak berkedip, raut mukanya kembali datar, ucapan itu setengah membujuk sekarang.
"Apakah kamu puas hanya dengan dirimu yang sekarang, di pandang remeh oleh sebagian orang, pangeran yang di buang ke gunung? Apakah kamu puas hanya menikahi satu perempuan, sementara aku tahu benar, ada perempuan lain yang kau ingini melebihi puteri cantikku itu?"
Nan Yuhuai terpana, dia tak menyangka kalimat itu di ucapkan oleh ayah mertuanya.
"Aku tak keberatan kamu memiliki perempuan lain, jika kamu menjadi raja. Asalkan, anakku tetap adalah ratu. Aku tak keberatan sama sekali kamu menikahi seorang lagi atau sepuluh perempuan lain, tetapi jika kamu adalah raja!" Perdana Menteri Yang Liujun berucap berapi-api, sinar matanya begitu licik.
Yang Xiwu berdiri di ambang pintu, tangannya bersandar pada tiang yang hitam, untuk beberapa saat, tak nyana, ia tak tahu bagaimana harus melangkah ke depan. Di genggamannya sebuah keranjamg buah, tangannya gemetar.
__ADS_1
Hai pembaca kesayangan Cinta terakhir Zhao Juren, mari di vote dan di kasih dukungan gift atau apapun deh pembaca kesayangan, Love You all my readerrrr, muach...ππππ