
ISTANA HAREM NAN
"Astaga, masuklah cepat."Changyi menarik lengan Zhao Juren masuk melewati pintu kamar besar tempat mereka tidur dalam seminggu ke depan.
"Changyi! Bisakah kamu menyetel ulang otakmu itu untuk berfikir normal, kita ini laki-laki. Kita tidak bisa tidur sekamar dengan perempuan." Zhao Juren balas mencengkeram pergelangan tangan Changyi. Suaranya berusaha diturunkannya serendah mungkin.
"Ini perbuatan rendah. Aku tak mau melakukannya." Tambahnya dengan suara kecil yang di tahan.
"Tapi, kalau kita menolaknya, kita akan ketahuan." Changyi balas melotot.
"Ini sudah keterlaluan, ini sudah melewati batas, Changyi. Lebih baik kita keluar dari sini, sebelum mengacaukan semua ini!"
"Kita malah akan mengacaukan semuanya jika kita berdua menolak tidur di sini. Bukankah Tuan Lian yang memaksaku melakukan ini? Sejak awal kesalahan ini karena tuan. Jika tidak karena tuan, seminggu ini kita bisa bersenang-senang minum di kedai arak sampai mabuk. Makan-makanan enak di pasar Nan dan mencuci mata melihat para gadis cantik di rumah hiburan yang terkenal itu." Changyi meringis sambil mengambil buntelan pakaian dari tangan Zhao Juren.
"Kamu katakan ini salahku?" Zhao Juren menggertakkan rahangnya, dengan gemas mendengar pernyataan Changyi.
"Memangnya kesalahan siapa lagi yang karena mati-matian mencari perempuan dayang itu sampai memaksaku begini? Aku hanya penasaran, secantik apa dayang-dayang yang membuat tuan rela bertaruh nyawa masuk ke istana ini." Cangyi melemparkan tatapan menggoda.
"Tuan Lian aku sarankan jika anda nanti sudah bertemu gadis itu, bawa dia lari lalu ajak dia minum arak dan tidur di penginapan Tuan Ong, jangan lupa ajak juga dia menonton sandiwara jalanan yang mengisahkan kekalahan pasukan Yanzhi oleh pasukan Nanxing. Itu sedang menjadi tontonan favorit di Kotaraja." Dengan santainya Changyi berucap, entah keberapa kali sudah Zhao Juren hampir menggeplak kepala Changyi yang benar-benar membuatnya kadang kehabisan kesabaran. Andai anak ini tahu dia orang Yanzhi maka dia pasti tak akan berani mengucapkan itu lewat bibirnya yang di buat sok sensual itu.
"Hei, Apa yang kalian lakukan berdiri di situ? Masuk ke sini!" Seorang pelayan dengan baju berwarna kuning muda itu jelas adalah ketua pelayan di sini, dari pakaiannya kelihatan jika dia memiliki posisi lebih tinggi dari yang lain.
Dengan tergopoh-gopoh Changyi masuk sambil menarik lengan Zhao Juren mengikutinya melewati pintu menuju aula pelayan.
"Kalian pengganti Aniang dan Biao?" Tanyanya dengan galak, lirikan matanya tajam.
"Ya, Nyonya." Changyi membungkuk.
"Jangan panggil aku nyonya! Namaku Murong! kalian bisa memanggilku kakak!"
Zhao Juren menatap dari belakang punggung Changyi rupa Kakak Murong yang tak ramah ini. Perempuan ini, parasnya keras dan pemarah.
"Bibi Mei menyuruhku menunjukkan tempat tidur kalian." Murong membalikkan badannya, ruangan ini cukup besar menampung lima tempat tidur kayu ukuran untuk dua orang.
__ADS_1
"Kamu tidur dengan Niu..." Dia menunjuk satu tempat tidur di sudut.
"Dan kamu," dia menoleh pada Zhao Juren sesaat.
"Kamu berbagi tempat tidur dengan Peiyu."
"Aaaaa...jangan " Zhao Juren tercekat, suara laki-lakinya nyaris keluar, tetapi dengan sigap Changyi menginjak kaki Zhao Juren.
"Maaf, nona eh kakak Murong..." Changyi mendekat, berjalan sedikit membungkuk supaya tubuh menjadi terlihat pendek.
"Aku dan adikku Ju'er biar berbagi satu tempat tidur saja."
"Eh, kenapa kamu mengaturku? Di dalam aula kamar pelayan dapur ini, aku yang berkuasa!" Hardik Murong dengan pias marah.
"Ya, aku mengerti nona, tapi masalahnya..."Dia mengerling pada Murong dengan sikap yang malu-malu.
"Adikku ini kalau tidur suka mengigau. Dan jika dia mengigau biasanya dia suka menggigit kuping orang yang tidur di sebelahnya."
"Haaaah?"
Murong, kepala untuk pelayan dapur, asistennya bibi Mei ini melongo mendengarnya sambil tanpa sadar memegang kupingnya sendiri.
"Baiklah, kalian boleh bertukar tempat tidur. Letakkan pakaian kalian di sana. Sekarang cepat ke dapur, bibi Mei perlu bantuan. Banyak yang harus kita kerjakan, perjamuan istana Harem malam ini tidak boleh tidak tepat waktu atau Yang Mulia Ratu Fang Yin akan menghukum kita!"
Murong melirik sesaat pada Zhao Juren, jelas dia menpunyai banyak pertanyaan dengan penampilan si Ju'er ini tetapi dia tak punya waktu untuk mempertanyakannya.
***
Dapur istana untuk harem, terpisah dengan dapur istana utama. Dapur istana harem cukup luas, dengan para pelayan yang berjumlah puluhan orang. Ada tiga kepala juru masak bekerja di sana, mengepalai belasan anak buahnya masing-masing untuk membuat berbagai masakan.
Bagaimana tidak, Istana Harem itu penghuninya hampir tigaratusan orang, isinya adalah ratu Fang Yin dengan 15 dayang, pelayan dan pengawal pribadi dan kasimnya. Para puteri-puteri saudara raja yang belum menikah, jumlahnya 12 orang bersama tiga orang pengikutnya, satu dayang dan dua pelayan. Begitupun 77 orang selir raja dengan dayang dan pelayan pribadi yang melayaninya.
Di antara 12 puteri, saudari raja Nan Chen anak ayahnya sang raja Nan terdahulu dari selir-selirnya ada satu orang putri yang merupakan saudari kandungnya yaitu puteri Nan Luoxia. Adik raja ini sangat jarang tampil di depan umum, kadangkala hanya beberapa kali muncul dalam setahun. Tak ada yang tahu pasti apa yang dilakukannya tetapi yang mereka tahu dia sedang belajar di Istana Tianshi di tengah danau lima warna pada Jenderal Qui yang misterius. Jenderal Qui ini adalah pengganti jenderal terdahulu yang meninggal karena usia, di tunjuk langsung oleh raja.
__ADS_1
"Yang mana kekasihmu itu? nanti malam kita akan tahu, semua dayang akan mendampingi nyonyanya. Aku penasaran dayang kekasihmu itu yang mana." Changyi menyenggol bahu Zhao Juren yang sedang mengipas api di tungku.
Zhao Juren tak menanggapi, dia tak mau meladeni Changyi yang terlihat begitu menikmati perannya sebagai perempuan itu.
"Stt .." Changyi menyikutnya lagi sambil menunjuk-nunjuk dada Zhao Juren dengan bibirnya yang sengaja di monyongkan.
"Apa?" Zhao Juren tak mengerti. Changyi mendekatinya dan berbisik di telinganya.
"Kain penyumpal dadamu turun sebelah, p@yud@r4mu seperti timbangan daging berat sebelah."
Zhao Juren mendekap dadanya dengan wajah merah, lalu mendorong Chanyi menjauh sambil memperbaiki bentuk dadanya.
"Sialan." Rutuknya dalam hati, Zhao Juren jarang berkata kasar meski dalam hati tetapi sejak berteman dengan Changyi dia menjadi sedikit akrab dengan sumpah serapah.
Zhao Juren berusaha menghindari berkumpul dengan banyak orang, dia menyibukkan diri dengan pekerjaan kasar dari menghidupkan tungku, mengangkut kayu bakar dan mengangkat bahan-bahan masakan ke sana kemari. Sementara Changyi sendiri dalam sekejap telah bisa bergaul bahkan mengambil hati beberapa pelayan. Mereka cekikikan sambil bercerita, tangan mereka memotong-motong sayur dan daging tetapi mulut mereka terampil bergosip.
Changyi sungguh menghayati perannya, dia pintar bersilat lidah memuji para pelayan itu kemudian berpura-pura mengagumi kepintaran mereka sambil kemudian diam-diam memancing cerita tentang keadaan istana Harem termasuk gosip yang paling panas, Nona Huan, penari baru itu, sekarang benar-benar menjadi kesayangan Yang Mulia Nan Chen, kemudian isu yang tak kalah panasnya, seorang selir raja Nan Chen yang beberapa waktu yang lalu di kabarkan hamil tiba-tiba menjadi sakit parah.
Lewat tengah hari, sebagian menu masakan sudah jadi dan beberapa dayang datang dari kamar majikan mereka masing-masing, para selir raja itu untuk mengambil makanan untuk sang majikan.
"Hey, kamu...!" Tiba-tiba seorang pelayan memanggil Zhao Juren yang sedang duduk kelelahan di sebuah kursi dari kayu bulat dekat sebuah tong air dari kayu.
"Aku? Eh saya?" Zhao Juren menunjuk mukanya sendiri.
"Ya, kamu. Tolong pergi bersamaku sebentar, aku tak bisa membawa semua ini sendiri." Dia menunjuk pada dua baki di atas meja di penuhi mangkok dan piring aneka hidangan.
"Oh..." dengan sedikit bingung Zhao Juren tak bisa berkata apa-apa untuk menolak, di sekitarnya tak ada pelayan lain yang cukup dekat.
"Nona Chue sedang menunggu makan siangnya yang terlambat, ayo bergegaslah." Pintanya dengan sikap memohon.
Terimakasih sudah membaca CINTA TERAKHIR ZHAO JUREN, jangan lupa Vote dan dukungannya, ya🙏
__ADS_1
...Kalian semua ter best pembaca kesayangan❤️...