CINTA TERAKHIR ZHAO JUREN

CINTA TERAKHIR ZHAO JUREN
Bab 66. Meninggalkan Janji di Gunung Beiyu


__ADS_3

Akan tetapi, benar saja, dalam suatu kisah yang tragis, pada suatu saat sering muncul lika-liku, tepat ketika pangeran Yuhuai sendiri. Dia sakit karena rindu dendam pada sang ibu yang telah membuangnya ke gunung Beiyu Dayang Oh yang sudah berusia enam puluh tahun itu adalah yang paling terpukul dengan kematian permaisuri mungkin karena semenjak dia kanak-kanak telah mengabdi dengan setia pada istri utama raja itu. Dan hanya satu hal yang selalu di dengungkannya ditelinga Pangeran Yuhuai, tidak ada seorangpun yang di cintai oleh permaisuri selain dirinya. Putra yang sangat di agungkannya.


Kepulangannya ke istana dan kepergian ibunya untuk selamanya, garis takdir itu seperti lingkaran, berputar-putar tak jelas dan itu sangat menyakitkan.


"Cinta macam apa yang membuang sang anak jauh-jauh dan ketika kematiannya tiba itulah yang memanggilnya putra yang katanya sangat di cintainya itu pulang? Ibu seperti apa yang tak pernah rindu memeluk anaknya dan tak pernah memikirkan bagaiman tangisan kesepian sang anak terkurung di puncak gunung Beiyu. Disana mungkin di kelilingi oleh mata air panas yang hangat tetapi hati Yuhuai tak pernah merasa hangat.


Kadang Nan Yuhuai berfikir bahkan dari sejak dia hanya segumpal darah di dalam kandungan ibunya, dia sudah tak diinginkan.


"Sangat sedikit orang yang tahu bahwa ibuku telah mengandung aku, di balik mantelnya yang lebar, aku yang sudah berusia tujuh bulan tumbuh. Kata Dayang Oh, ibunda hanya ingin menjagaku tetap hidup karena itulah ibu merahasiakan kehamilannya hingga menjelang kelahiranku.ย  Tak ada adil atau langit memang memilih untuk bersikap tak adil? karena takdir selalu suka berdiri di ketinggian yang berbeda untuk memperhatikan kita, sesuatu yang hilang darimu hari ini sering kali akan kau dapatkan bersama dengan masa depan. Begitu juga, masa kanak-kanak yang bahagia dapat mengurangi kekuatanmu untuk menanggung pukulan dan penderitaan, sehingga kejatuhanmu di kehidupan di masa datang lebih tak lebih menyakitkan. Tetapi masa kanak-kanakku tak pernah bahagia, bagaimana aku bisa menimbang bebanku ini kecuali..." Tiba-tiba Nan Yuhuai mengangkat wajahnya yang seketika menjadi semakin muram.


Wajah seorang perempuan berkelebat di benaknya, perempuan yatim piatu yang tersesat hingga gunung Beiyu dengan pakaian compang camping, gadis kecil yang rambutnya di kepang satu. Anak kecil itu kelaparan, meskipun dia terlihat begitu lapar tapi anehnya dia tak menangis.


"Berikan aku sepotong roti maka aku akan berhutang budi seumur hidup padamu." Ucapnya kala itu.

__ADS_1


Nan Yuhuai terpana, begitu mudahnya dia mengatakan akan berhutang budi demi sepotong roti. Dia kemudian pergi ke dapur dan mengambil sepotong roti untuk gadis ini dengan segelas susu segar.


Wajah gadis kecil itu yang berbinar bahagia masih melekat di ingatan Yuhuai. Dia membawa gadis itu langsung menuju dapur untuk sekedar membeli senyum semanis madu itu, itulah awal kemudian dia diangkat menjadi putri angkat oleh kepala pelayan kuil Beiyu.


Dia adalah gadis yang gigih, wajahnya dulu sangat muram saat tiba dan entah mengapa mereka menjadi cocok satu sama lain, mungkin oleh sama-sama kesepian. Gadis ini adalah yang tercantik yang pernah dilihat Yuhuai dalam hidupnya yang terasing.


Setiap hari mereka akan bertemu di sebuah padang rumput kuning, dan Yuhuai akan menatapnya kagum ketika dia menari, tubuhnya yang indah itu bergerak gemulai tetapi sangat kuat. Dia benar-benar gadis yang pintar, hanya dengan belajar dari sebuah kitab saja dia menguasai tiga tarian terindah negara Niangxi.


Dia juga bisa mengikuti setiap gerakan Yuhuai saat latihanย  ilmu pedang. Dan Nan Yuhuai sungguh telah jatuh cinta padanya dari awal bertemu. Yuhuai tak lagi kesepian setiap harinya di gunung Beiyu menjadi hal yang menyenangkan.


lagi dan berubah menjadi tulang belulang putih, begitu tak berperasaan, begitu kejam.


Kepulangannya ke Kota raja Nanxing, memisahkannya dari gadis yang di cintainya itu, yang terakhir kali hanya menatap kepergiannya dengan tatapan kosong ketika kereta istana menjemputnya dari gunung Beiyu. Tatapan kosong setelah dia terkejut saat tahu, Yuhuai adalah seorang anggota kerajaan Niangxi.

__ADS_1


Beberapa musim berlalu, setelah sang ibu meninggal, ayahanda merekapun wafat yang kemudian membuat Nan Chen naik tahta. Begitu selesai masa berkabung Nan Yuhuai di kawinkan dengan puteri Perdana Menteri Yang Liujun tanpa persetujuan Yuhuai. Hanya stempel dari raja Nan Chen lah yang membuatnya tak bisa menolaknya.


Pernikahan politik yang akhirnya memasung Nan Yuhuai dalam aula Yangguan, kediamannya dengan sang istri. Di bilik bacanya ini lah dia menulis ratusan puisi untuk perempuannya yang mungkin menunggu di puncak Beiyu. Dia berjanji akan menjemputnya tetapi perdana menteri itu ternyata adalah seorang yang mengerikan di balik wajah bijaksananya. Dia bahkan tak di ijinkan punya perempuan lain selain Puterinya yang manja Yang Xiwu.


Dan pada musim gugur tahun lalu, dia melihat kembali gadis yang sangat dirindukannya itu, menari di aula Wanxiang untuk pertama kalinya! Gadis itu mengenalnya, tetapi kakanya yang serakah akan wanita cantik itu mengklaimnya sebagai wanita miliknya dan malam ini, dia mengangkatnya menjadi selirnya!


Dengan penuh rasa sedih Nan Yuhuai menghela napas, dia merasa bahwa istana ini begitu sunyi, bahkan seekor burung pun tak ada. Dunia dalam istana Nan sekarang seperti neraka baginya.


Untuk waktu yang amat lama, Nan Yuhuai termenung menatap cahaya lilin yang tepat di depan matanya. Cahayanya meliuk-liuk seperti tubuh Huan yang indah saat menari di padang rumput kuning.


"Huan, kenapa kamu tak sabar masuk ke dalam istana? kenapa kamu kemudian mengkhianati janji kita? Atau...atau mungkin aku yang telah mengkhianatimu? Huan, bisa kah kamu mengerti kakiku di paku di tempat ini. Aku sedang memikirkan banyak cara untuk membuatmu menjadi milikku tetapi kamu sungguh tak sabar, kamu melemparkan dirimu pada kakakku. Apakah kamu begitunya ingin menjadi kaya? Atau kamu begitu haus dengan kekuasaan? Bukankah pada purnama beberapa tahun lalu, kita telah sepakat bahwa suatu saat kamu akan menikah denganku dan menetap di Puncak Beiyu? Apakah kamu telah lupa? " Nan Yuhuai menghempaskan telapak tangannya di atas tumpukan buku yang tak pernah di bukanya sekian lama duduk di depan meja itu.


"Huan, aku harus tahu, mengapa akhirnya kamu menerima statis selir untuk kakakku? Apakah kamu sudah tak lagi mencintaiku?" Nan Yuhuai beranjak dan meraih mantelnya. Langkahnya tegap menuju pintu.

__ADS_1



Yuk, di vote dan di kasih dukungan gift atau apapun deh pembaca kesayangan, Love You all my readerrrr, muach...๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ


__ADS_2