CINTA TERAKHIR ZHAO JUREN

CINTA TERAKHIR ZHAO JUREN
BAB 56. Pertemuan di Dalam Istana


__ADS_3

Zhao Juren berjalan sambil menunduk di belakan g pelayan itu, membawa baki yang cukup besar, di mana mangkok dan piring porselen yang tertutup terasa sarat dengan isinya.


Dia tak ingin bertanya kemana, karena Zho Juren tahu pita suaranya yang lebar itu membutanya kesusahan bersuara layaknya perempuan.


"Makan siang untuk tuan puteri tiba." Ucap pelayan itu pada seorang dayang perempuan yang sedang sibuk di depan pintu sebuah gerbang istana yang cukup terpisah dari bangunan lain itu, di sana tertulis  Istana "XUE".


Dayang berbaju hijau pupus itu mengangkat wajahnya, pandangannya tertumbuk pada nampan yang di bawa oleh dua orang pelayan di depannya. Lalu kepalanya terangguk.


"Bawa saja masuk, nona Yueyin akan memeriksanya sebelum di berikan kepada Yang Mulia tuan puteri" Ucapnya sambil berjalan menuju pintu utama.


Yueyin? Entah mengapa nama itu seolah pernah di dengar oleh Zhao Juren. Entah di mana, tersa sangan familiar di telinganya.


Sebelum dayang itu mendorong pintu utama istana Xue, tiba-tiba pintu itu terbuka lebih dulu, di sana telah berdiri


wanita cantik berbaju gelap dengan pedang di tangannya itu berdiri di mulut pintu, dia berdiri bagaikan bunga lotus hitam yang sedang mekar. Namun meski wajahnya tampak tenang, sorot matanya sangatlah tajam. Pandangannya menyapu ke arah pintu di mana Zhao Juren dan pelayan itu berdiri membawa masing-masing baki di tangan. Matanya yang bersinar kelam dan dingin membuat setiap orang yang bertatapan dengannya seketika merasa jeri, seolah ada hawa dingin yang menusuk-nusuk ke jantung setajam pisau.


"Nona Yueyin..." Dayang itu membungkuk sedikit


"Makan siang tuan puteri telah tiba." Lanjutnya.


Mata tajam itu beralih pada dua orang yang baru datang itu, hendak menyuruhnya masuk tetapi kemudian matanya yang tajam itu terlihat jengah pada satu titik.


Semula tatapannya sedikit acuh tak acuh pada dua orang yang datang membawa makanannya itu tetapi ketika matanya bertemu dengan sesosok perempuan tinggi asing di belakang pelayannya, mata itu membulat.


"Kau? Siapa kau?" Kepala pedang itu teracung ke arah Zhao Juren, matanya bersinar seperti elang.

__ADS_1


"Dia?" pelayan itu menoleh ke belakang, matanya bertumbukan dengan mata giok Zhao Juren yang terlihat terperangah sejenak.


"Maaf nona Yueyin, ini adalah pelayan dari dapur istana, aku hanya meminta tolongnya untuk membantu membawakan baki makanan untuk tuan puteri." Jawab pelayan itu dengan bingung, dia sedikit heran tak biasanya nona Bai Yueyin, pengawal pribadi majikannya itu bersikap begitu waspada pada seorang pelayan.


Bai Yueyin melangkah maju, semnatara Zhao Juren tak berusaha mengangkat wajahnya, sekarang ingatannya jelas, suara perempuan ini sama dengan suara perempuan di istana Tianshi tempat dirinya "disekap" oleh Xue Lian alias Xue Xue itu.


"Kau, Masuklah! tetapi dia tidak boleh!" Bai Yueyin mendekat, sekan ingin memsatikan apa yang dilihatnya. Sososk di depannya tak bisa mengelabui pandangannya. Tubuhnya bukanlah tubuh seorang perempuan pada lazimnya, dia terlalu tinggi meski dia berusaha membungkuk supaya terlihat pendek dalam baju pelayan longgar yang di kenakannya.


Tangan Zhao Juren sedikit gemetar, bukan karena takut tetapi dia tak bisa membayangkan tertangkap basah terlalu cepat dalam penyamaran seperti ini bahkan sebelum dia bis bertemu orang yang di carinya.


Sebelum sampai Yueyin menyentuh dagunya dengan ujung sarung pedangnya,


"Ada apa, Yueyin?"


Sebuah suara terdengar dari dalam, dan yang membuat Zhao Juren merasa dadanya hampir meledak, itu adalah suara yang sangat dikenalnya, suara Xue Xue!


"Suruh saja dia masuk!"


"Tapi..."


"Bawa makananku itu segera, aku lapar!"


Kalimat itu di ucapkan dengan tegas, membuat Yueyin segera menyingkir ke samping memberi ruang untuk Zhao Juren lewat.


"Masuklah!" Perintah Yueyin dengan tatapan yang tetap mengandung seribu kecurigaan, batang pedang yang terbungkus sarungnya itu di peganya erat. Zhao Juren ingat, ini adalah salah satu dari perempuan bercadar yang menyeretnya keluar dari dalam istana Tianshi dalam keadaan setengah tak sadar. Dan ketika dia sadar sepenuhnya, dia sudah berada di dalam perahu di atas danau lima warna.

__ADS_1


Zhao Juren berjalan mencapai pintu dengan sedikit ragu, sekarang setengah dari kebimbangannya hanya tercurah pada rasa penasaran bahwa tuan puteri yang di maksud di dalam ini adalah orang yang sama dengan yang dipikirkan olehnya.


Ketika Zhao Juren melangkah ke dalam ruangan besar yang beraroma persik itu, ruangan mewah yang pernak-pernik hampir semuanya adalah batu giok dan kayu ebony. Lukisan dan tulisan sastra terpampang arstistik di beberapa bagian, ruangan itu benar-benar mewah dan elegan meski tak banyak barang furniture di dalazmnya.


Sesosok perempuan yang menggunakan gaun berwarna putih keperakan, jubahnya dari sutra halus dengan jahitan hitam dan kuning emas. Perempuan ini di dandani dengan riasan , bedaknya di tabur halus, alisnya seperti lukisan.


Matanya berbinar layaknya berlian



Zhao Juren terpekur, ini adalah penampilan puteri Nan Luoxia beberapa malam yang lalu. Dia benar-benar mencerminkan keindahan istana Nan yang di ceritakan orang.


"Tuan..." Bai Yueyin, wajahnya semakin membesi saja. Dia berjalan tergesa supaya dirinya tepat berdiri di belakangnya. Mata berlian itu terlihat menatap sesaat hingga mereka sempat bertukar pandang. Ada mimik terkejut sekelebat meski setelahnya wajahnya kembali seperti semula.


"Keluarlah..." ucap perempuan tegas Dan sekarang dia yakin bahwa perempuan cantik bernama Nan Luoxia itu adalah Xue Xue yang sederhana itu.


.


Pelayan yang membawa Zhao Juren itu membungkuk dalam-dalam lalu mundur sembari memberi isyarat untuknya keluar bersamanya.


"Keluarlah tapi tinggalkan dia."



Terimakasih sudah membaca CINTA TERAKHIR ZHAO JUREN, jangan lupa Vote dan dukungannya, ya🙏

__ADS_1


...Kalian semua ter best pembaca kesayangan❤️...


__ADS_2