
Semua kekacauan ini di rencanakan dengan detil. Ketika yang tersisa hanya mereka berdua di ruang berdinding batu yang cukup luas itu.
"Aku harus kembali..." Nan Yuhuai tak tahu apa yang di katakan saat dia akan pamit dari hadapan mertuanya yang ternyata jauh lebih kejam dari yang di bayangkan olehnya ini.
"Kau boleh pulang, puteriku pasti menunggumu." Perdana Menteri Liujun menaikkan alisnya, melirik pada Kasim bertubuh tegap di belakangnya.
Kasim itu seperti mengerti, dia segera berlalu dari tempatnya berdiri.
"Kalian harus segera punya bayi, aku ingin seorang cucu. Pewaris untuk tahtamu suatu saat nanti." Perdana menteri Yang Liujun terkekeh puas, dia seakan bisa membayangkan sebuah kebahagiaan yang akan di hadapinya ke depan.
Yah, dia dulu hanya orang rendahan yang harus merangkak dan menjilat demi sebuah jabatan. Hinaan dan cercaan pernah di telannya bulat-bulat dan kelicikan serta tipu daya lah yang kemudian dipilihnya, dia tak menampik ternyata keahlian jahat adalah yang paling sempurna untuk bisa duduk di tempat istimewa ini.
Tak ada yang berani menentangnya, bahkan banyak hal yang tak orang tahu telah di lakukannya untuk mendapatkan tempat yang bahkan raja muda itu tak bisa berbuat apa-apa.
Menjadi wali raja ternyata ada untungnya, senyum Perdana menteri Liujun merekah sendiri membayangkan prestasi yang telah di capainya. Tetapi, tak ada yang tahu pengorbanan apa yang telah dilakukannya selama bertahun-tahun untuk bersabar demi menguasai satu jagad niang dengan seutuhnya.
Dia telah menggunakan tinta darah untuk memaksa langit menuliskan takdir keturunannya sebagai raja.
Nan Yuhuai tak menjawab, yang ada di kepalanya, dia segera keluar dari tempat ini! Segera!!! Nafasnya terasa sesak, ujung jari jempol kirinya masih nyeri, tusukan belati tadi terasa berdenyut. Tapi tak sesakit dadanya sekarang. Demi ambisinya untuk memiliki Huan dia telah mengantar dirinya pada tempat terhina, siap membantai keluarganya! Apakah ini sepadan?
"Dayang Shi, masuklah..." Suara Perdana Menteri menggaung
Seorang perempuan setengah baya masuk dan semua orang mengenalnya sebagai dayang pribadi kepercayaan Ratu Lin Fangyin.
Nan Yuhuai terpana, menatap bagaimana kepala sang pelayan terangkat dengan penuh percaya diri. Suatu sikap yang tak lazim seorang pelayan.
"Ya, tuan."
"Bagaimana perkembangan istana harem? Apakah kamu yakin, ratu penuh kecemburuan itu sanggup melakukannya?"
Nam Yuhuai urung keluar, dia berdiri di sana mendengar jawaban yang berhubungan dengan tempat di mana seseorang yang dia cintai berada.
__ADS_1
"Percayalah tuan, aku telah melakukannya hampir sepuluh tahun ini, menanamkan rasa cemburu dan kemarahan pada hati Ratu Lin. Aku tahu benar, dia akan sanggup membunuh siapapun untuk mendapatkan cinta raja." Ucapnya dengan penuh keyakinan, dia terlihat patuh dan dekat dengan perdana menteri itu.
Kalimat yang di ucapkan perempuan setengah baya itu membuat Yuhuai bergidik, dia tak menyangka perempuan yang selalu menunduk di depannya jika bertemu itu mempunyai hati yang dingin dan kejam.
Dan yang tak pernah di sangkanya pula perempuan itu ternyata adalah tangan kanan perdana menteri Liujun.
"Aku tak hanya ingin dia membunuh orang di sekitarnya, dayang Shi. Aku ingin dia membenci Nan Chen. Sampai dia berfikir Nan Chen pantas mati menerima kebenciannya!"
"Tuan, percayalah padaku. Kehadiran Selir Huan di sisi raja adalah pemantik terbesar. Tuan telah melakukan dengan benar, memasukkan perempuan itu ke istana beberapa bulan yang lalu. Sekarang selir itu adalah masalah terbesar antara Raja dan ratu."
Nan Yuhuai terkesiap. Dia hampir tak bisa bernafas mendengar kenyataan ternyata Huanjing yang dia cintai itu adalah salah satu dari pion sang perdana menteri untuk merebut tahta untuknya!
Bagaimana mungkin dia duduk di atas tahta di mana Huanjing diperalat untuk mengambilnya dan bahkan tak menutup kemungkinan mengorban perempuan yang dia cintai itu untuk menjadi alas darah di atas kursi raja itu.
"Kenapa? kenapa Huan di libatkan?" Nan Yuhuai gemetar oleh kematahan dan ketakutan.
"Dia adalah gadis yang cantik dan pintar, bukankah Nan Chen tak berdaya saat melihat kecantikan? Kelemahannya adalah arak dan perempuan..."
"Bahkan ku dengar, Yang Mulia telah jatuh cinta pada Huan. Mereka menghabiskan malam pertama dengan banyak darah beberapa pekan yang lalu." Tanpa malu-malu perempuan ini bercerita, sebuah cerita yang nyaris membuat Yuhuai tersedak.
"Dan aku percaya, ini akan membuat ratu Lin Fangyin bersedia membunuh siapapun..."
Mata Yuhuai tak berkedip, kakinya terasa dingin mendengarnya.
"Tangan ratu Lin Fangyin akan melakukannya untuk tuan tanpa harus membuat tangan perdana menteri berlumuran darah. Perempuan bisa lebih nekad jika hatinya terluka."
Sekarang Nan Yuhuai merasa terperangkap dalam rencana jahat dan licik perdana menteri Yang Liujun.
Kakaknya, adiknya bahkan perempuan yang di janjikan mertuanya itu bisa menjadi selirnya jika dia menjadi raja, itupun tak bisa di jamin akan selamat di bawah ambisi mengerikan perdana menteri Liujun.
Pangeran Nan Yuhuai, segera bergegas dalam kebingungan dan ketakutan yang membuat hatinya kebas, keluar dari ruang bawah tanah yang dingin itu tak serta merta membuatnya bisa bernafas lega.
__ADS_1
Dia mendengar sendiri Lin Fangyin sedang murka pada raja dan selir barunya itu.
Sekarang yang dia sangat ingin lakukan memperingati Huan supaya menjauh dari istana menghindari kemurkaan Lin Fangyin dan dia juga harus menemui adiknya Luoxia yang kabarnya baru saja tiba dari perbatasan. Adiknya itu harus lari sejauh mungkin, kalau perlu dia harus tinggal di istana bidadarinya sementara waktu, istana ini sedang baik-baik saja.
Andai Nan Chen di korbankan oleh perdana menteri, setidaknya dia masih memiliki Huanjing dan Nan Luoxia. Untuk melawan Perdana Menteri dia tak punya daya, kekuatan mertuanya itu seperti cakar naga yang nyaris menguasai tiap sudut istana.
Meterai darah itu di tanda tangani 70 persen dewan istana!
"Brak!" Nan Yuhuai yang tergesa menabrak seorang lelaki yang menarik sebuah kereta.
"Maaf, tuan" lelaki berpakaian kasar dan berdebu itu membungkuk.
Dan Yuhuai menyadari ada sesuatu yang aneh pada kereta-kereta yang baru saja tiba itu.
Kereta-kereta kuda itu berjumlah sembilan, di dalamnya sejumlah peti besar dan kecil yang terbuat dari kayu nanmu.
"Apa Ini!" Hardik Nan Yuhuai.
Dengan kesal dia menarik kain penutup di dalam kereta. Peti-peti kayu itu tersusun rapih.
"Buka!" Perintah Yuhuai.
"Tapi Tuan..." lelaki itu membungkuk takut, dia jelas menolak membukanya.
"Buka kataku!"
"Tapi Yang Mulia pangeran ini adalah barang perdana menteri..."
"Aku ingin tahu isinya."
"Ampuni saya tuan, saya sungguh tak berani" Lelaki ini bertekuk dengan wajah ketakutan.
__ADS_1
"Buka saja untuknya..." Suara itu terdengar datar saja, tetapi siapapun akan gemetar mendengarnya. Suara Perdana Menteri Liujun.