CINTA TERAKHIR ZHAO JUREN

CINTA TERAKHIR ZHAO JUREN
BAB 96. Sumpah Meterai Darah


__ADS_3

Beberapa saat sebelumnya, dalam dua tiga jam di jelang subuh, sebelum Selir Huan menerobos masuk ke dalam istana Luoxia mendapati adik raja yang baru saja tiba dari Yichen itu.


Di Istana Belakang di mana aula Niang berada hari itu juga dihiasi dengan kain hitam, gapura berhias berderet-deret, lentera tak terhitung banyaknya, lentera yang dihiasi sutra gelap.


Negara Niangxi di kejutkan dengan serangan dari  Yanzhi, hari itu menerima banyak keluhan dari berbagai daerah khususnya wilayah dimana Qian Ren sedang menginvansi di bawah bendera Yanzhi.  Tak ada lagi tulisan-tulisan semarak ditempelkan di tembok merah tua dan genteng hijau serta pemandangan yang mengagumkan dari Niang yang hangat apalagi lentera yang indah serta tari dan nyanyian yang biasanya berkumandang dari di segala penjuru saat menyambut musim dingin, semuanya nampak suram.


Di hari kedua puluh bulan musim dingin kereta-kereta beratap kain hitam mencongklang ke pintu gerbang utama Istana Niang setelah melapor, membawa  para bangsawan yang masih keluarga raja dari selir-selir yang berada di luar istana.


Perdana menteri Yang Liujun menyambut lebih cepat, sebelum Yang Mulia Nan Chen yang berada di aulanya tahu. Dia memilih beberapa kereta kayu bertanda merah untuk di belokkan menuju istananya dari antara rombongan yang lulus ke dalam istana dari penjagaan ketat istana.


Di masa rusuh yang tiba-tiba ini memang Yang Mulia Nan tiba-tiba menjadi ketat terhadap aturan masuk istana Niang.


Akan tetapi yang aneh setelah kereta-kereta itu tiba, mereka menurunkan berpeti-peti barang misterius menuju satu titik, istana perdana Menteri.


"Masukkan ke gudang belakang!" Perintah perdana menteri Liujun. Di saat yang sama Nan Yuhuai baru saja akan keluar setelah di panggil di subuh buta ke ruang bawah tanah milik perdana Menteri, dia hanya menatap nanar dengan apa yang terpampang di depan matanya.


Dia masih sedikit linglung setelah ayah mertuanya itu memaksanya untuk menyepakati melakukan kudeta di masa perang mendadak itu.


Di ruang bawah tanah rahasia itu ternyata telah berkumpul lebih separuh dari menteri penting.


Dan di sana Perdana Menteri Liujun meminta Nam Yuhuai memberi cap darah di sebuah kertas perjanjian.


Pada kertas itu tertulis sumpah meterai Darah pengambil alihan Militer dan Kebijakan negara.

__ADS_1


"Jika terjadi sesuatu di masa krisis militer, maka yang naik tahta adalah pangeran agung Nan Yuhuai sebagai keturunan langsung raja Nan Xuetiau. Di bawah dukungan para menteri dan gubernur yang tertera dalam sumpah darah yang sama, Pangeran Agung Nan Yuhuai bersedia mengambil tahta."


Sebenarnya Nan Yuhuai telah tahu semua ambisi mertuanya itu tetapi ketika dalam rencana rahasia itu di ungkapkan upaya pembunuhan kepada Nan Chen, saudaranya, tak urung dia gemetar.


"Tidak, bukankah dia tak harus mati?" Nan Yuhuai menyimpan kecemburuan pada Nan Chen tetapi dia sungguh tak sanggup membunuh saudaranya itu, meski demi mungkinnya dia mendapatkan Huanjing kembali pada pelukannya.


"Kemarin, Tuan perdana menteri tidak mengatakan akan menyingkirkan Nan Chen dengan cara membunuhnya. Dia akan hidup dan di asingkan."


"Rencana bisa berubah sewaktu-waktu, Yuhuai. Jangan terlalu kekanakan. Untuk mencapai puncak gunung tak selalu melalui jalan yang sama." Perdana menteri menyeringai.


Yuhuai terdiam, keringat dingin membasahi tengkuknya tetapi dia tetap berusaha tegak.


"Kamu akan menjadi raja, menggantikan Nan Chen yang gila pesta dan perempuan itu. Negara kita di kutuk karena raja yang tak berkompetensi!"


Dalam pertemuan itu Yuhuai tak banyak bicara tetapi sebenarnya dia ketakutan setengah mati mendengar rencana demi rencana yang di paparkan perdana menteri Liujun. Sampai pada satu kalimat yang membuatnya membeku,


"Puteri agung Nan Luoxia juga berbahaya, dia juga pantas di singkirkan! Aku takut dia adalah ancaman yang serius di kemudian hari."


"Nan Luoxia? Kenapa Nan Luoxia di libatkan? Dia tak pernah membuat kekacauan?"


"Jangan ikut campur untuk urusan ini, Yuhuai. Aku tahu yang ku katakan." Raut Perdana Menteri Yang Liujun mengeras.


"Nan Luoxia hanya seorang perempuan, tolong abaikan dia..." Nan Yuhuai berucap setengah memohon.

__ADS_1


"Kamu tahu? Nan Chen bukanlah ancaman sesungguhnya. Nan Luoxia lah yang lebih berbahaya dari si bodoh Nan Chen. Dia terlihat lugu tetapi dia pintar dan cerdik. Aku telah mengamatinya dalam setahun terakhir. Banyak perintahku yang di abaikannya. Aku tak menyukai perempuan yang melebihi laki-laki. Karena jika di biarkan, dia akan menginjak lehermu hingga patah!" Mata perdana menteri semerah saga, ada kemarahan yang jelas di simpannya.


"Tapi dia adalah adikku? aku berjanji dia tak akan mengganggu tuan perdana menteri."


"Yuhuai, kamu benar-benar polos dalam politik bahkan adikmu itu tak kau kenal dengan baik. Dia adalah beling di tumpukan kayu, ketika kamu berhati-hati menginjak potongan kayu maka beling itu merobek kakimu tanpa peringatan. Tinggal di gunung memang membuat seseorang bisa menjadi kurang peka. Kamu tak mengerti apa-apa. Karena itu sebaiknya lamu mendengarkanku!"


"Tuan, aku memintamu sebagai ayahku, tolong abaikan Nan Luoxia." Pinta Nan Yuhuai dengan setengah menghiba.


Sikap itu membuat Perdana Yang Liujun marah besar. Dia nyaris melayangkan tangan pada pangeran yang juga menantunya itu.


"Bodoh! Jangan menjadi bodoh dan lemah, Yuhuai. Sebagai ayah aku telah memperjuangkan hakmu atas tahta, kamu tak pantas meminta apapun lagi padaku!" Hardiknya marah. Wajahnya yang biasa terlihat tenang dan bijak itu seketika menampakkan rupa aslinya.


"Kamu adalah calon raja, jangan menjadi lembek dan bodoh jika kamu mau menguasai sebuah negara. Menjadi besar itu artinya lebih dari siapapun. Jangan berfikir ikatan darah itu berarti jika kamu ingin menjadi tuan atas tanah dan langit!"


"Ini terlalu berlebihan, Nan Luoxia hanya terlalu banyak bermain, dia tak tahu apa-apa selama ini kecuali menuruti perintah tuan perdana menteri." Nan Yuhuai masih berusaha memberanikan diri melawan meski sekujur badannya gemetar tak karuan.


Semua orang menatap pangeran itu bahkan tak punya rasa hormat sana sekali, di mata mereka hanya ketakutan pada Perdana Menteri yang tengah menatapnya dengan garang itu. Sebegitu besarnya pengaruh Perdana Menteri Liujun di depan para bangsawan ini.


"Aku terlalu lunak ketika membiarkan, Si tua bangka Qin itu menunjuknya meneruskan pasukan Niang dengan zirah Qui sialan itu. Akibatnya, permainan topeng itu tak lagi mainan anak-anak. Dia telah menyembunyikan cakarnya di balik jubah besi itu."


Semua orang terdiam melihat kemarahan perdana Menteri. Dan pertemuan itu berakhir sebelum pagi, para pendukung itu telah membubuhkan meterai darah di bawah namanya mading-masing, mereka mengambil keuntungan dari kekacauan akibat serangan Yanzhi.


Dan di pertemuan rahasia yang baru pertama kali Yuhuai hadiri itu, dia baru tahu jika perdana Menteri Liujun lah yang memprovokator penyerangan melalui salah satu komandan infanteri Yanzhi yang kini swdang bersama Yang Mulia Yan Yue di provinsi Liangsu, dekat perbatasan Yanshan.

__ADS_1


Semua kekacauan ini di rencanakan dengan detil. Ketika yang tersisa hanya mereka berdua di ruang berdinding batu yang cukup luas itu.


__ADS_2