
Xue Xue dalam pakaian perempuan pengembara dan tutup kepala dari kain bermotif sisik ikan mas, dia duduk di tangga batu, memandangi lautan bintang di langit, malam yang menuju larut menutupi pesona bunga-bunga yang mekar, warna warninya menjadi temaram,di sebelahnya duduk Zhao Juren dalam pakaian pelayan.
Xue Xue baru saja menculiknya dari halaman aula pelayan, menyelinap di antara rumpun bunga menuju dapur utama di istana, dan entah bagaimana akhirnya mereka sudah berada di sebuah lorong belakang kolam istana di mana ada sebuah air terjun buatan setinggi lima meter di sudutnya. Xue Xue membawa Zhao Juren ke balik air terjun itu dan ada sebuah lorong rahasia di sana yang ternyata terhubung dengan aula kota di luar istana. Di dalam lorong itu bahkan ada satu ruangan tempat Nan Luoxia dalam gaun resmi kerajaan berganti kostum menjadi perempuan pengembara yang acuh dan sedikit liar.
Sekarang mereka berdua duduk di pinggir sungai, di bawah pohon Liu yang terdapat undakan batu, tempat di mana Xue Xue menemui Zhao Juren dalam keadaan mabuk. Pemandangan danau Shuze terlihat tenang dalam temaram, danau itu yang juga adalah bagian dari Pavilliun bunga Kota Niangxi yang airnya konon di bawa langsung dari Gunung Sinbe Nanxing. Saat bersalju lebat gunung Sinbe akan tertutup salju sampai akwal musim gugur, di sanalah dulu keluarga Jiu, klan mata-mata terkenal Nanxing bermukim.
Ketika Jiu Fei berkhianat dalam perang dimana hampir membunuh pangeran mahkota Yan Yue kala itu, semua keluarga Jiu di hukum bahkan di bantai sampai bayi di dalam buaian. Hukum di Niangxi tegas dalam hal pengkhianatan, tak lagi mempertimbangkan sebanyak apa jasa dan budi di belakang hari. Nan Luoxia beruntung berada di posisi sebagai kerabat dekat sang raja, karena tak mudah di lemparkan kecurigaan tetapi siapa yang tahu di kemudian waktu, nasib sial bisa saja menyapa.
Sesaat kenangan bersama Jiu Fei lewat di kepala |Zhao Juren, pada sebuah ceruk di gua Yanshan, di mana dia pertama kali menyentuh Jiu Fei, tetapi suasana lembab tadi di lewatinya bersama orang yang berbeda, tangan Xue Xue tak berpegang padanya seperti Jiu Fei, gadis ini begitu mandiri ketika menanggalkan pakaian kebesaran puteri Nan Luoxia.
"Aku harap kamu tak terlalu menghapal jalan kita tadi, karena hanya beberapa orang yang tahu lorong itu." Xue Xue memperingatkan dirinya.
"Kenapa kamu membawaku kemari?" Tanya Zhao Juren akhirnya, meski hatinya diam-diam senang, tidak perlu bersusah payah untuk memikir cara untuk bertemu Xue Xue.
"Katakan saja kamu masuk ke harem hanya karena mencariku jadi aku sekarang di sini membagi sedikit waktuku untuk mendengarmu, sebelum mungkin aku akan melemparmu keluar dari dalam harem, itu mungkin lebih baik sebelum kamu di cincang oleh pengawal kakakku."
Zhao Juren sebenarnya memiliki seribu satu pertanyaan kepada Xue Xue tetapi anehnya ketika berhadapan dengan gadis ini dia seperti mati kutu.
Malam musim semi menjadi gelap dan sedikit dingin, lentera dinyalakan di pinggiran danau memberi warna berbayang.
__ADS_1
"Xue Xue, aku tak bisa pulang ke Yanzhie." Itu kalimat pertama yang ingin di katakan Zhao Juren.
"Kamu sudah mengatakannya padaku soal itu, aku rasa kamu tak perlu mengulangnya. Aku tahu juga, di Yanzhie kamu telah di anggap mati." Xue Xue menjwab dengan tanpa ekspresi.
"Seharusnya kamu membiarkan aku mati saat itu." Ucap Zhao Juren serupa keluh.
"Aish, aku jauh-jauh kesini hanya untuk mendengarkan keluhan jenderal yang tak tahu terima kasih." Xue Xue menyahut dengan pias sedikit kesal.
"Aku sudah berusaha keras untuk keluar dari pesta kakakku hanya untuk menemuimu dan kamu hanya mengungkit-ungkit urusan tiga bulan yang lalu. Kalau begini kita hanya membuang waktu. Katakan saja apa yang kamu mau aku lakukan padamu, setidaknya aku tahu pakaian pelayan jelek itu setimpal dengan tujuanmu." Xue Xue jelas orang yang blak-blakan dan tak suka berbasa basi.
"Apakah kamu ingin kembali ke Yanzhie dengan cara di kembalikan oleh Nanxing?" Cecar Xue Xue, sikap dingiun seorang jenderal Qui segera menyaru dalam tatapannya.
"Aku tidak ingin terburu-buru berusaha kembali ke Yanzhie, apalagi aku di sana telah di kuburkan dengan hormat. Pulang terlalu cepat malah membuat orang mengira aku hantu." Jawab Zhao Juren.
"Kalau begitu, kenapa kamu begitu berkeras masuk istana Nan, meski aku sudah melarangmu dengan keras?" Cecar Xue Xue dengan dahi berkerut.
"Aku hanya ingin membuat kesepakatan denganmu!" Kalimat itu di ucapkan dengan tegas oleh Zhao Juren.
"Kesepakatan?" Xue Xue mengernyit dahinya. Keduanya saling pandang, dan entah dari mana dari kejauhan tiba-tiba terdengar sebuah suara seruling di bawa angin malam.
__ADS_1
Suara seruling itu terdengar sayup-sayup, di dalamnya ada suatu perasaaan menyentuh yang samar-samar, terkadang meninggi, namun tak kehilangan keindahannya, meliuk-liuk, membumbung bagai asap, melantun di udara, mengandung suatu perasaan mengharu biru yang menyayat
Zhao Juren pada mulanya hendak menyambung ucapannya, namun begitu mendengar suara seruling itu mereka tiba-tiba berhenti berbicara, tubuhnya menegak, pandangan matanya mengandung perasaan kagum dan terpesona. Tapi bukan itu sebenarnya yang membuat Zhao Juren menegang. Suara seruling itu mengingatkannya pada Li Jin, saat di medan perang ketika mereka menunggu malam berlalu, di hadapan aroma kematian kadang-kadang Li Jin memainkan seruling itu. Dengan nada yang sama!
"Ada apa? Kenapa wajahmu seperti itu?" Xue Xue mencermati wajah Zhao Juren yang sudah hampir kehilangan dandanan perempuannya.
"Seruling itu, suaranya..."
"Kenapa dengan suara seruling itu?"
"Suaranya seperti...akh, tidak. Lupakan saja." Zhao Juren menggeleng-gelengkan kepalanya. Bunyi eeruling itu mengingatkannya pada Yanzhie, pada kampung halamannya. Dan terlebih, tiba-tiba membuatnya sangat rindu pada Ibunya Zhao Li Sui yang kini sedang di tawan sebagai bikshu di kuil Sunyen.
Kerinduan yang aneh, seperti memanggilnya pulang. Rasanya begitu menyesakkan saat bernafas, seakan dia sedang kehilangan sesuatu.
"Kesepakatan apa yang tadi ingin kamu bicarakan? Kamu ingin pindah menjadi warga Nanxing?" Xue Xue terlihat menggodanya, gadis ini dalam rupa sedikit liar ini lebih luwes dari pada saat dia berpakaian Nan Luoxia.
"Aku ingin kita menghentikan perselisihan negara kita."
__ADS_1
Yuk, di vote dan di kasih dukungan gift atau apapun deh pembaca kesayangan, Love You all my readerrrr, muach...πππππ