CINTA TERAKHIR ZHAO JUREN

CINTA TERAKHIR ZHAO JUREN
BAB 60. Perjamuan Harem


__ADS_3

Cahaya matahari terbenam menembus istana Nan dan menyinari istana Harem Nan, warna itu begitu merah bagai darah, cahaya dan kegelapan mengambang, menyelimuti istana yang seakan berwarna oranye. Kesiur angin sore membelai pohon Wutong dan persik yang berdiri sepanjang taman menuju aula harem.


Nan luoxia mengenakan jubah berwarna merah dengan warna biru muda dan benang emas pada garis leher. Sebagian rambutnya di gelung tinggi ke atas dan di beri tusuk konde berbentuk bunga berwarna merah dengan kelopak dan juntaian bunga kecil kuning keemasan. pakaiannya itu begitu mewah meskipun tidak telihat berlebihan. ia mengangkat kepalanya dan memandang ke arah langit barat, sang mentari yang sedang terbenam di ujung caakeawala mengingatkan gadis itu pada warna merah darah di medan perang.


nan Luoxia menoleh pada Bai Yueyin yang berjalan dengan canggung di sebelahnya, cahaya senja menyinari dahinya yang seputih susu itu. Yueyin yang dingin itu di rias tipis tetapi membuatnya terlihat berbeda. Dia sesungguhnya cantik, sayangnya kecantikan itu disembunyikannya di dalam cadar hitamnya sepanjang waktu. Malam ini dia tak dapat menolak permintan nan Luoxia untuk memakai gaun dan gaun warna ungu muda yang di kenankannya itu adalah pilihan Nan Luoxia. Raut wajahnya terlihat tegang saat matanya melihat seorang laki-laki yang berjalan di kejauhan bersama dengan pangeran Nan Yuhuan dan istrinya.


Laki-laki itu Lin Hongse, adik dari Ratu Lin Fangyin. Yueyin membuang pandangannya yang samar-samar memancarkan hawa dingin, seperti malam yang berkabut tebal ini, membuat titik rsa di nadinya sedingin es. Ada sesuatu yang di sembunyikannya dalam-dalam, tentang laki-laki tampan berjubah hijau itu.


"Apakah dia tak datang?" Bisik Nan Luoxia dengan sikap acuh dia sama sekali tak memperdulikan senyum Lin Hongse yang merekah ke arahnya, laki-laki itu selalu saja membuatnya kesal. Bersikap seperti perisai sepanjang waktu baginya selagi dia punya kesempatan.


"Siapa?"


"Pelayan itu."


"Yang Mulia Puteri, jangan terlalu gegabah. Tidak usah mengundang penyakit kemari." Yueyin memperingatkan, tak perlu Nan Luoxia mengatakannya, dia sudah tahu pelayan itu adalah Zhao Juren, pria yang di selamatkan oleh majikannya di istana Tianshi. Bagaimana dia bisa tak mengenalnya, Yueyin telah membantu Nan Luoxia mengobatinya selama berpekan-pekan.


"Aku sudah mengatakan padanya, jangan berani-berani memunculkan batang hidungnya di perjamuan malam ini kalau tak ingin aku akan menggantungnya di pohon Liu belakang istana Yang Mulia Puteri."


"Akh, kamu kejam sekali, Yueyin." Nan Luoxia merengut, di depan Bai Yueyin dia tak bisa bersikap dewasa, dsifat aslinya yang kekanakan itu akan muncul.

__ADS_1


"Xue Lian!" Lin Hongse dalam sekejap telah berada di hadapannya, meninggalkan pangeran Nan Yuhuan yang sedang berbicara dengan ayah mertuanya, perdana menteri. Tampaknya aula Harem agak penuh malam ini dengan tamu undangan raja.


Tak biasanya memang Raja Nan Chen mengundang begitu banyak tamu dalam perjamuan istana harem, biasanya ritual ini hanya di hadiri oleh keluarga tertentu dan semua istrinya. Tetapi malam ini banyak orang penting yang hadir, menurut  informasi yang di sampaikan kasim pribadi raja ke istana Xue, kediaman Nan Luoxia, Yang Mulia raja Nan Chen akan mengumumkan berita penting malam ini.


Semua orang bertanya-tanya, perihal apa itu, apakah ada kaitannya dengan penambahan pasukan di kota tua Yichen akhir-akhir ini?


Mengenai perang, ada yang menyambut hangat ada pula yang menjadi khawatir, perang kembali dengan Yanzhie akan di mulai kembali.


Nan Luoxia hanya membungkuk sedikit, sementara Yueyin mundur ke belakang Luoxia.


"Xue Xue...aku mencari-carimu beberapa hari ini?"


"Oh, aku lupa. Karena sangat merindukanmu aku sampai lupa jika harus memanggilmu Yang Mulia Puteri Luoxia." Lin Hongse terkekeh, wajah flamboyantnya yang memang elok itu memang mirip dengan Ratu Lin Fangyin yang juga cantik jelita.


"Wah, Yueyin..." Lin Hongse berdecak saat melihat siapa yang berdiri kaku di belakang Luoxia.


"Aku hampir tak mengenalmu, Yueyin. Tumben kamu menggunakan pakaian seperti ini, kamu terlihat cantik." Pujian Hongse itu membuat wajah Bai Yueyin memerah. Dia dan Hongse adalah orang terdekat Nan Luoxia saat berada di luar lingkungan istana. Hongse selalu berada di samping Luoxia saat dia menggunakan pakaian kebesaran jenderal Qui dari jirah besi itu di medan perang. Dan ketika Luoxia keluar dari istana Tianshi dengan pakaian perempuan pengembara bertudung sisik ikan peral itu menjadi Xue Xue yang periang maka diam-diam Yueyin mengiringnya dalam pakaian bidadari hitam bercadarnya.


Luoxia sejak kecil bukan gadis biasa, dia tidak betah mengenyam pendidikan dalam istana. Beberapa tahun tinggal dengan keluarga mata-mata kerajaan, keluarga Jiu, sebelum semua anggota keluarga itu di hukum karena pengkhianatan puteri bungsu mereka, Jiu Fei.

__ADS_1


Setelahnya dia memperdalam ilmu beladiri dan seni perang pada Jenderal Qin yang di anggapnya ayah. Tak ada yang terlalu perduli dan waspada pada Luoxia mengingat dia hanya seorang gadis yang suka berkeliaran dan tak betah dalam istana. Apalagi dia adalah adik kesayanhan raja Nan Chen dan pangeran Yuhuan. Luoxia bebas dengan hidupnya, keluar masuk istana dalam berbagai rupa.


Jenderal Qui dalam jirah besi itu sangat misterius, dia terlahir saat jenderal Qin wafat. Ketika itu perang sedang berkecamuk di barat dalam meredam bangsa Murong yang ingin lepas dari Nanxing, saat berada di kamp, Jenderal Qin meninggal dengan misterius tidak di medan perang tetapi meninggal di tempat tidurnya. Karena tak ingin berita kematian jenderal Qin mempengaruhi perang, muncullah jenderal Qui penggantiny di dalam kamp itu. Itu asal usul jenderal dalam jirah besi yang hanya di ketahui raja dan beberapa orang penting istana.


Banyak yang mengira jenderal Qui laki-laki anak angkat jenderal Qin tua, hanya beberapa orang yang tahu Jenderal Qui itu adalah Nan Luoxia dalam jirah besi.


Semua selir istana sudah berada di sini, suara tawa dan cekikikan mereka memenuhi udara sebelum masuk ke dalam aula, gerbang istana terbuka lebar. Hongse berjalan dengan gagah di samping Luoxia, dia telah jatuh cinta dengan gadis ini sejak mereka kecil ketika kakaknya Lin Fangyin di bawa kedalam istana sebagai calon ratu Nanxing. Siapapun tahu itu, tetapi Luoxia tak pernah benar-benar menanggapinya. Gadis ini sibuk dengan dunianya sendiri.


Suasana aula sangat indah tertata, jelas para pelayan telah berusaha keras mendekorasinya. Peralatan makan dari emas dan batu kumala bersanding rapih di tiap meja tamu, rumbai-rumbai tenda menari-nari ditiup angin.


Seorang perempuan tiba dengan dua orang dayang, gadis itu benar-benar cantik dan bersinar dalam balutan sutra bercorak ranting berwarna emas itu. Dadanya yang membusung bulat itu terlihat percaya diri, dan memang tak di ragukan penampilannya terlihat mencolok bahkan di banding para selir raja.



...Lin Hongse...


Terimakasih sudah membaca CINTA TERAKHIR ZHAO JUREN, jangan lupa Vote dan dukungannya, ya🙏


...Kalian semua ter best pembaca kesayangan❤️...

__ADS_1


__ADS_2