CINTA TERAKHIR ZHAO JUREN

CINTA TERAKHIR ZHAO JUREN
BAB 71. Bersembunyi Dalam Selimut


__ADS_3

Pintu kamar separuh terbuka,Nan Yuhuai melangkah masuk, dan menemukan adiknya Nan Luoxia sudah di atas tempat tidur dengan selimut wol tebal yang menutupi tubuhnya sebatas leher. Dia berdiri menatap dengan bingung pada lentera yang terang benderang sementara sang adik sudah berada diperaduan.


"Xue Lian..."Panggilnya kemudian dengan mata terpicing, pakaiannya yang berwarna biru dan ungu, ditutupi mantel warna gelap yang ujungnya semata kaki.


"Uhm..." Xue Xue menjawab dengan malas. Dia terlihat seperti orang yang mengantuk. Matanya setengah terpejam.


"Aku tahu kamu belum tidur." Nan Yuhuai melirik pada meja yang tampak brantakan, beberapa alat rias tergeletak begitu saja di sana. Hening. Xue Xue tidak menyahut, dia hendak mengatakan sesuatu tetapi untuk waktu yang cukup lama Ia tak membuka mulutnya juga. Dia hanya mengamati kakanya itu dengan tatapan enggan tapi sama sekali tak beranjak dari tempat tidurnya.


"Kamu kemana saja meninggalkan perjamuan tanpa pamit?" Tanya Nan Yuhuai tetap berdiri di tengah ruangan, membiarkan pintu kamar adiknya itu terbuka separuh hingga cahaya rembulan nampak agak muram, menyeruak dari sana.


"Kakak, aku hanya lelah. Jadi aku memilih kembali ke ruanganku." jawab Xue Xue dengan malas.


"Apakah sopan, kakakmu sedang berkunjung padamu, dan kamu tetap berada di belakang selimutmu?"


"Akh, kakak...jangan terlalu formal, kakak juga tak sopan berkunjung malam-malam, bukankah bisa saja datang besok pagi?" Xue Xue menjawab dengan sikap manja, sikap yang selalu saja meluluhkan hati Nan Yuhuai saat berhadapan dengan gadis yang terlahir dalam nama kerajaan Nan Luoxia, nama itu di berikan oleh ayahnya berarti gadis yang terlahir di musim gugur tetapi ibunya tak suka nama yang tak punya pengharapan menurutnya karena itu dia memberinya nama panggilan Xue Lian,ย Lian yang artinya Putri matahari yang tenang dan terang. Xue Xue adalah panggilannya, nama itu hanya di panggil oleh orang-orang terdekat saja. Karena jika Xue Xue berada dalam lingkungan istana, dia adalah puteri kerajaan dalam nama resmi yang di berikan raja.


Tak banyak yang tahu sejarah nama Xue Xue kecuali orang-orang terdekatnya, dan Nan Yuhuai tentu saja sangat menyukai nama Xue Lian untuk adiknya itu, yang meski bertemu dengannya dalam lima tahun terakhir setelah mereka dewasa setelah kepulangannya dari gunung Beiyu, diaย  sudah akrab dengan adiknya yang periang itu, bahkan mungkin dia lebih dekat daripada dengan kakaknya Yang Mulia Raja Nan Chen.


"Aku tak bisa menunggu sampai besok pagi. Aku mau bicara padamu." Sahut Nan Yuhuai sambil tetap berdiri, membiarkan adiknya itu menatapnya dari balik selimut dengan bingung.


"Apakah tak bisa di tunda sampai besok?" Tanya Xue Xue dengan sedikit ragu, dia sebenranya tak yakin harus mendengarkan apapun, karena ada seseorang lain yang kini bersamanya. Orang yang tiba-tiba menjadi dekat padanya meski dia sesungguhnya adalah orang asing. Seorang musuh yang kini bersembunyi dalam selimutnya.


"Tidak Aku tidak bisa menunggu besok karena besok pagi aku mungkin akan ke Qianan."


"Kakak ke Qianan?"


"Perdana menteri memintaku menghadiri pernikahan anak gubernur Qianan mewakili kehadirannya sekaligus mengantar hadiah dari istana."


"Oh..."


"Aku juga tak yakin bisa bertemu denganmu begitu aku kembali karena biasanya istanamu ini akan menjadi sarang laba-laba selama berpekan-pekan jika istana sedang tak ada acara."

__ADS_1


Xue Xue nyengir sambil menggigit bibir bawahnya bukan karena salah tingkah tetapi seseorang yang memeluk kakinya di bawah selimutnya yang tebal membuatnya panas dingin.


Sesaat suasana hening, mata Nan Yuhuai terlihat bimbang sejenak menatap wajah adiknya yang memerah dan sedikit tegang.


"Apakah kamu menyembunyikan sesuatu dariku, Xue Lian?"


"Ti...tidak. Kenapa kakak bertanya begitu?" Xue Xue menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal dengan salah tingkah.


"Apakah kamu sedang jatuh cinta?" Tanya Nan Yuhuai kemudian. Mengernyit dahinya dengan sikap menyelidik.


"Akh, kakak ini membicarakan apa?"


"Aku melihat kamu tak biasanya bertingkah seperti orang kebingungan, seakan kamu sedang diusik oleh sesuatu. Tak seperti biasanya."


Wajah Xue Xue semerah meihua. Dia menggigit bibir bawahnya dengan salah tingkah.


"Sebaiknya kakak katakan saja apa yang mau di sampaikan oleh kakak."


"Tunggu kakak!"


"Ya..."


"Aku sedikit demam tetapi aku masih bisa mendengarkanmu." Xue Xue beralasan, dia menarik tubuhnya untuk bersandar di tempat tidur tetapi selimut tetap menutupi tubuhnya.


"Aku mau kamu membantuku." Ujar Nan Yuhuai tanpa basa basi.


"Membantu apa?" Tanya Xue Xue, kakinya bergerak geli saat menyentuh sesuatu yang hangat di balik selimutnya, kulit seseorang.


"Aku ingin kamu membuat selir baru Yang Mulia Nan Chen keluar dari istana harem." Ucap Nan Yuhuai dengan tajam.


"Hah?" Xue Xue tanpa sadar menegakkan tubuhnya dengan terkejut, tak biasanya seorang Nan Yuhuai meminta bantuan yang berhubungan dengan Raja, kakak mereka.

__ADS_1


"Apa maksud kakak?"


"Aku ingin Selir Huan di keluarkan dari istana Harem."


"Kenapa kakak menginginkan hal seperti itu? Kakak tahu ada yang boleh mencampuri urusan raja dan wanitanya." Mata Xue Xue membulat menatap Nan Yuhuai


"Huan...selir Huan... bukan bukan orang yang baik untuk kakak Chen " Sahut Nan Yuhuai dengan ragu.


"Kakak Yuhuai tak biasanya melibatkan diri dengan urusan orang lain. Kenapa kakak Yuhuai menjadi begitu perduli? Istri kakak Chen sangat banyak, dan selama ini hal yang lumrah. Konflik rumah tangganya bukan hal yang bisa kita campuri dengan sembarangan."


"Xue Xue, aku tak pernah meminta tolong apapun padamu." Nan Yuhuai memotong perkataan Xue Xue dengan dingin.


"Selama ini kamu bisa melakukan apapun untuk Yang Mulia Nan Chen, apakah aku tak pantas mendapatkan perlakuan hal yang sama sebagai kakak?"


"Kak Yuhuai?" Xue Xue terpana mengamati wajah sang kakak yang membeku dan begitu keruh.


"Kakak memang tak pernah meminta apapun padaku, tetapi sekali melakukannya, permintaanmu terasa tidak masuk akal."


"Istrinya sudah begitu banyak, dia tak akan merasa kehilangan apapun untuk satu wanita." Yuhuai menyahut datar.


"Kakak, katakan padaku, kenapa aku harus menyingkirkan Selir Huan dari istana?" Tanya Xue Xue dengan penuh selidik. Nan Yuhuai terdiam sesaat.


"Dia adalah wanita yang berbahaya untuk Yang Mulia..." Jawab Nan Yuhuai ragu.


" Huan hanya seorang penari." Xue Xue menggelengkan kepalanya. Lalu tatapannya tak beralih dari sang kakak selama beberapa saat.


"Atau..." Xue Xue menggerakkan kakinya yang terasa kram karena begitu gugup takut melakukan gerakan yang membuat orang yang kini berada di sana bersuara.


"Apakah kakak menyukai selir Huan?"


Hai pembaca kesayangan Cinta terakhir Zhao Juren, mari di vote dan di kasih dukungan gift atau apapun deh pembaca kesayangan, Love You all my readerrrr, muach...๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ’œ

__ADS_1


__ADS_2