
"Hasan!" Panggil Siska pada suaminya yang berjarak lumayan dekat dengan dirinya itu, dia lantas menodongkan senjatanya tepat mengarah ke dada Hasan.
Pernyataan Hasan tentang alasan suaminya itu menikahinya membuat amarah Siska membuncah tak tertahankan, setelah semua pengorbanan yang di berikan pada suaminya itu, dengan entennya Hasan mengatakan kalau sebenarnya dia hanya mengincar tubuh sang putri, dan dirinya hanya di jadikan batu loncatan saja.
"Turunkan senjata mu, jangan bermain-main dengan maut yang mungkin akan berbalik pada mu." Ancam Hasan, tak terlihat sedikitpun ketakutan di wajahnya meski moncong senjata itu mengarah tepat ke dadanya, yang setiap saat bisa saja menghilangkan nyawanya.
"Aku tidak takut mati, karena hidup ku pun sudah tidak berarti lagi, aku sudah kehilangan putri ku semenjak aku menikah dengan mu, dan kini aku tak punya siapa-siapa lagi, aku tak peduli jika aku harus mati," Ujar Siska putus asa.
"Jangan mati dulu, ku masih berguna untuk ku, sabarlah sejenak, jika kau sangat ingin mati aku akan mengabulkannya dengan senang hati untuk mu," kata Hasan dingin.
Grep!
__ADS_1
Saat perhatian Siska teralihkan, dua orang anak buah Hasan yang sejak tadi bersiaga langsung menangkap dan melumpuhkan Siska dari arah belakang, membuat wanita yang hampir berusia setengah abad namun masih cantik karena perawatan itu tentu saja tidak bisa berkutik, tenaganya kalah telak dengan dua orang anak buah Hasan bertubuh kekar.
"Jangan mimpi ingin membunuhku, karena aku yang justru akan membunuh mu setelah kau aku manfaatkan, kau harus bermanfaat sebelum kau mati, karena kau telah banyak memakai uang ku untuk kesenangan mu."Hasan terbahak melihat tubuh istrinya yang kini tak berdaya di bawah cekalan dua anak buahnya yang memeganginya.
"Cih, bajingan kau Hasan, kau memang iblis!" Teriak Siska.
"Dari awal kau seharusnya sudah tahu kalau aku memang bajingan, namun sayangnya kau silau dengan kemewahan, sehingga iblis seperti ku menjadi malaikat di mata mu, kurung dia di gudang!" Titah Hasan pada anak buahnya.
Memang banyak musuh politik yang ingin menjatukan dirinya dalam pemilihan ini, namun untuk isu busuk tentang korupsi dirinya yang kini beredar luas, hatinya sangat yakin kalau itu perbuatan Agung, dia tak akan membiarkan Agung tersenyum penuh kemenangan.
***
__ADS_1
"Berengsek, tua bangka itu berani-beraninya memfitnah ibu ku!" Kesal Chery melemparkan ponselnya yang sejak tadi di genggam dan di pelototinya, semua media berita menampilkan berita tentang konferensi pers yang di lakukan Hasan.
Dalam berita itu dia berdalih seolah-olah bahwa dirinya tidak tahu apa-apa tentang penggelapan dana yayasan, karena yang mengelola adalah Siska, sang istri, dan itu memang terpampang jelas di struktur keorganisasian yayasan kalau yang bertanggung jawab atas yayasan adalah Siska, meski kenyataannya Siska hanya urun atas nama saja, karena pengelolaan sepenuhnya di tangan Hasan, namun publik tentu saja hanya bisa mempercayai apa yang mereka lihat, apalagi Hasan juga membumbui itu dengan kisah karangannya.
"Saya meminta maaf atas penggelapan dana yayasan yang di lakukan oleh istri saya, sungguh saya menyesal telah menyerahkan kepengurusan yayasan padanya, saya juga baru tahu kalau dana yayasan yang seharusnya untuk amal, di pakai untuk berfoya-foya oleh istri saya, mungkin ini karena saya yang tidak bisa mendidik istri saya dengan baik, tapi yang lebih menyakitkan, uang yayasan juga di pakai istri saya untuk bermain bersama pria-pria muda di belakang saya, sebenarnya saya tidak mau membuka aib rumah tangga saya, tapi ini terpaksa harus di ungkap, agar semua masalah ini jelas, apalagi banyak uang titipan donatur yang di selewengkan oleh istri saya itu, saya akan bertanggung jawab semampu saya atas perbuatan hina istri saya, sampai saat ini saya masih mencari keberadaan istri saya yang menghilang setelah masalah korupsi yayasan ini terkuak, bagi siapa saja yang menemukan istri saya, harap segera hubungi saya,"
Begitu kira-kira pembelaan yang di ungkapkan Hasan di depan media, tak lupa dia juga menampilkan beberapa foto Siska yang sedang bermesraan dengan pria muda, foto itu memang sudah lama dia dapat dari para pengawalnya, tadinya akan di buat alasan untuk menceraikan Siska karena di anggap sudah tidak di perlukannya lagi untuk mendampinginya, namun ternyata foto itu berguna juga untuk menyelamatkan nama baiknya, sehingga kini publik yang tadinya banyak yang menghujatnya, berbalik menjadi iba dan menaruh simpati padanya, sehingga pamornya kembali naik, bahkan lebih naik dari sebelumnya.
Sementara Chery yang tidak tau apa-apa harus terkena getahnya karena akun sosial medianya lagi-lagi di serang oleh netizen yang menghujat ibunya sekaligus dirinya.
Itulah Hasan, demi terbebas dari masalahnya, dia bahkan rela mengorbankan orang lain yang dekat dengan dirinya sekalipun, baginya tak ada yang lebih berarti dari pada uang dan kekuasaan.
__ADS_1