
Puluhan kali Chery menghubungi ibunya, namun nomornya tidak aktif, bagaimana pun rasa khawatirnya pada Siska tetap ada, meski mereka selalubermusuhan dan jarang saling berhubungan, namun hubungan darah tetaplah hubungan darah, keterikatan batin itu selalu ada dan tak pernah benar-benar hilang apalagi terputus, jikapun cekcok dan pertengkaran sering terjadi dalam setiap pertemuan mereka, namun jauh di lubuk hati mereka yang terdalam, mereka tetap saling menyayangi.
Chery merasa khawatir dengan keadaan ibunya, apalagi setelah berita buruk yang sengaja Hasan hembuskan untuk ibunya itu, membuatnya banyak memikirkan hal buruk tentang ibunya itu.
"Bagaimana, masih belum bisa di hubungi?" Tanya Arjuna, yang lantas di jawab dengan gelengan kepala oleh Chery, air matanya juga terlihat menggenang di kedua mata gadis cantik itu.
"Posisi terakhir terdeteksi di kediaman Hasan, Ndan!" Kata Fajar yang sengaja Arjuna panggil untuk datang ke tempat itu guna melacak keberadaan Siska.
"Oh tidak, jangan-jangan ibu di sekap Jasan, bagaimana ini, Jun? Tolong selamatkan ibu ku!" Pinta Chery memelas, air matanya yang tadi menggenang, kini mulai menetes berjatuhan di pipinya.
"Tenang dulu, kita tidak boleh gegabah, penjagan di rumah Hasan juga sudah mulai di perketat dua kali lipat sekarang ini, biar aku cari cara terlebih dahulu." Arjuna mengusap-usap kepala Chery yang kini bersandar di bahunya sambil terisak.
"Besok kampanye terakhir Hasan, kabarnya akan di lakukan secara besar-besaran di sebuah stadion bola, perhatian semua penjaga pasti akan di arahkan untuk mengawal dia, dan rumah minim penjaga, mungkin aku bisa masuk dan mencari ibu mu." Sambung Arjuna.
__ADS_1
"Aku ikut, aku tak mau hanya berdiam diri sementara kamu bertaruh nyawa demi ibu ku!" Kata Chery.
"Ini bukan drama action, jangan sembarangan, kamu tunggu di rumah bersama Tores." Tolak Arjuna.
"Aku juga akan ikut bersama mu, Ndan!" Seru Tores tak mau kalah dengan Chery.
"Tidak, kau tetap di sini untuk menjaga Chery." Larang Arjuna.
Arjuna terdiam sebentar, menimbang-nimbang saran dari sahabatnya itu, "Oke, kita mulai susun rencana untuk besok!" Putus Arjuna, meskipun jujur saja dia agak berat hati melibatkan Chery dan yang lainnya dalam aksinya yang akan di lakukan esok hari.
Namun melihat senyum Chery yang kembali mengembang di bibirnya membuat perasaan Arjuna kembali menghangat, tak ada yang lebih membahagiakan baginya sekarang ini selain melihat senyum wanita yang di cintainya itu.
**
__ADS_1
Sementara di tempat lain, Agung bersama Sean juga sedang merencanakan sesuatu untuk menyerang Hasan di kampanye terakhirnya, jika serangannya kemarin harus gagal dan malah membuat pamor Hasan semakin meroket, kali ini mereka yakin kalau serangannya kali ini tidak akan gagal lagi.
"Apa semua persiapan telah selesai? Aku tak mau ada kata gagal lagi. Ingat, pastikan jeratan hukum paling tinggi untuk si Hasan itu, kalau bisa tidak usah keluar lagi dari penjara seumur hidupnya." UjarAgung.
"Tenang saja Ayah mertua ku tersayang, selama anda melindungi bisnis ku, semua permintaan anda akan aku lakukan dengan baik, dan untuk masalah kemarin, kita memang tidak memprediksi ide gila Hasan yang akan mengorbankan istrinya, namun kali ini dia tak akan bisa mempunyai tameng apapun untuk menyelamatkan dirinya dari jerat hukum."
Senyum Sean penuh harapan kemenangan, bagaimana tidak, hal ini akan sangat menguntungkan dirinya, jika Hasan sampai berhasil dia tumbangkan, maka bisnis hitam di tanah air akan dia kuasai sepenuhnya karena Hasan di pastikan akan hancur, sementara dia juga akan menjadi kebal hukum karena sang mertua menjamin keamanan bisnisnya di sisi hukum.
Belum lagi jika dirinya berhasil menjadi sosok yang tampil sebagai orang yang membuka topeng Hasan di publik dengan mengatas namakan hukum, namanya sebagai pengacara akan semakin berkibar dan bersinar, dirinya akan di anggap pahlawan karena mengatas namakan para donatur yayasan yang menggugat Hasan karena uangnya di gelapkan, Sementara Sean juga mempunyai bukti kuat yang akan membuat Hasan tidak bisa mengelak dari tuduhan lagi seperti yang dia lakukan sebelumnya.
"Tentu saja, siapa yang berani mengusik bisnis menantu ku, di bawah pengawsan dan lindungan ku, semuanya akan aman terkendali."Agung terkekeh dan saling bersulang minuman.
Sementara Ines yang sejak tadi mendengarkan perbincangan antara suami dan ayahnya hanya bisa terdiam, semenjak pernikahannya dengan Sean, wanita itu kembali menjadi pemakai barang haram karena dia merasa depresi dengan yang terjadi pada hidupnya, susah payah dia lepas dari hubungan toxic dengan Sean, namun ujung-ujungnya dia harus kembali dengan pria itu, alih-alih ingin merubah hidup menjadi lebih baik dengan menikahi Arjuna, justru dirinya malah kembali bersama dengan pria yang dulu memperkenalkannya dengan barang-barang haram itu.
__ADS_1