
Ponsel Arjuna terus berdering, membuat kebersamaannya dengan Chery menjadi sedikit terganggu.
"Angkatlah dulu telepon nya, siapa tau itu penting," kata Chery melirik layar ponsel Arjuna yang menampilkan nama Ines di sana.
"Tidak ada yang lebih penting dari kamu." Arjuna melanjutkan kegiatannya mencumbui bibir merah yang semanis buah Cerry, mirip dengan nama si pemiliknya.
"Aku tau, tapi ada baiknya kamu terima dulu telponnya, telinga ku hampir tuli karena suara dering ponsel yang terus berteriak sejak tadi, calon istri mu pasti sedang kalang kabut mencari mempelai prianya yang menghilang saat ini." Chery pura-pura menutupi kedua telinga dengan tangannya.
"Aaarrggh,,, tak bisa kah aku menikmati kebersamaan ku barang sebentar saja?" Kesal Arjuna. "Satu lagi, jangan pernah bilang kalau dia adalah calon istriku, karena yang harus menjadi istri ku hanya kamu, tidak boleh yang lain." Dengus Arjuna.
Dengan malas Arjuna terpaksa menerima panggilan telepon dari Ines, wanita itu tidak akan berhenti menghubunginya jika dia tidak mengangkat teleponnya, perbincangan mereka tak kurang dari tiga menit, itupun Arjuna hanya mengatakan beberapa patah kata saja saat berbicara dengan Ines.
"Ada apa lagi? Apa Ines marah pada mu?" Tanya Chery, namun di balas dengan gelengan kepala oleh Arjuna.
"Bukan Ines," ujarnya malas.
__ADS_1
"Lantas?" wajah Chery terlihat penuh keingin tahuan.
"Bapaknya, dia meminta ku untuk menghadap dirinya dan juga atasannya." Lirih Arjuna lemas, selalu ada saja halangan dan rintangan untuknya menikmati waktu kebersamaan dengan Chery, belum puas rasanya dirinya berduaan dengan kekasihnya itu, namun atasan tertingginya meminta dia untuk menghadap, tentu saja Arjuna sudah bisa menebaknya kalau ini terkait dengan pemberitaan dirinya yang berdebat dengan Hasan yang notabene adalah seorang pejabat tinggi dan calon presiden yang pasti sedang ramai-ramainya di beritakan di setiap portal berita.
"Ya sudah, pergilah! Jangan buat keadaan menjadi bertambah buruk, atasan mu akan semakin marah jika kamu tidak segera datang menghadap." Suruh Chery.
"Chery, kamu mengusir ku? Apa kamu tidak merindukan ku? Apa kamu tidak ingin bersama ku lebih lama lagi?" Rajuk Arjuna, tak peduli dengan ucapan Chery yang menyuruhnya untuk segera pergi untuk menghadap atasannya, namun alih-alih pergi, Arjuna malah mendekap erat tubuh ramping Chery sehingga tubuh gadis itu seakan hilang tenggelam dalam pelukannya.
"Biarkan aku seperti ini sebentar saja," pinta Arjuna.
"Persetan dengan mereka semua, terserahlah jika mereka akan marah atau bahkan menghukum ku, seluruh hidup ku selama ini selalu aku berikan untuk mereka dan negara, aku hanya meminta sedikit waktu saja untuk bersama mu, aku juga butuh waktu untuk diri ku sendiri." Arjuna terlihat sedikit kesal saat mengurai pelukannya pada tubuh Chery dengan wajah yang tidak ikhlas.
"Oh ayolah, bukan seperti itu maksud ku, aku hanya tak ingin kamu mendapat masalah lagi karena aku." Chery menjadi serba salah saat menyadari kalau dirinya sudah membuat Arjuna merasa sedikit kesal padanya.
"Apa aku harus desersi seperti Tores saja, rasanya aku lelah." Keluh Arjuna.
__ADS_1
"Kenapa nama saya di bawa-bawa?" Tanpa di kerahui dari mana datangnya dan sejak kapan berada di sana, Tores tiba-tiba menyela perbincangan Arjuna dan Chery.
"Ishhh, sejak kapan kau berada di sana, bukannya kau pergi dengan Berto tadi?" Kaget Arjuna yang mengira kalau Tores pergi bersama Berto.
"Bos Berto memang pergi, tapi saya di tugaskan untuk tetap di sini menjaga agar tak ada yang mengganggu acara bulan madu anda berdua," polos Tores.
"Satu-satunya orang yang mengganggu acara kami adalah kau, bukan orang lain!" Kesal Arjuna, "Lagi pula bukankah aku sudah mengatakan kalau aku tidak ingin di ganggu, kenapa kau naik ke sini, harusnya kau berjaga di bawah saja!" Lanjut Arjuna melampiaskan kemarahannya pada Tores yang saat ini terkena apes karena seakan berada di waktu dan tempat yang salah.
"Bos Berto menelpon saya dan menyuruh saya menyampaikan pesannya pada anda, karena beliau tidak ingin di kira mengganggu anda jika beliau menelpon anda secara langsung," Ujar Tores masih dengan wajah tanpa dosanya.
"Apa bedanya? Kau atau Berto yang menyampaikan, pada intinya kalian mmengganggu ku!" Kesal Arjuna pada Tores yang menunjukkan wajah seolah tak bersalah itu.
"Katakan, apa pesan Berto untuk ku?"
"Anda di suruh untuk segera menghadap atasan sekarang, kata bos Berto anda akan menyesal jika tidak datang secepatnya, karena akan ada pertunjukkan dan kejutan besar di sana," Tores menyampaikan pesan Berto tanpa di kurangi satu kata pun.
__ADS_1
"Pertunjukkan? Kejutan besar?" Ulang Arjuna, seraya mengernyitkan keningnya karena merasa penasaran dengan apa yang ingin Berto tunjukkan padanya.