
Pagi ini mobil van berwarna hitam sudah terparkir tak jauh dari kawasan rumah mewah Hasan, di dalamnya Arjuna Cs sudah siap beraksi dengan tugas mereka masing-masing yang sudah mereka susun rencananya sejak semalam.
"Rumahnya terlihat sepi," Ujar Tores sambil terus memperhatikan ke sekitar rumah mewah Hasan yang sepertinya hanya di jaga oleh dua orng satpam di dekat gerbang rumah itu.
"Aku tau pintu belakang rumah ini, kita akan masuk lewat sana." Ajak Chery pada Arjuna, dia pernah di ajak room tour oleh ibunya di rumah itu saat Siska baru saja menikah dengan Hasan dan dia berniat pamer pada Chery saat itu.
Aneh, mengapa rumah Hasan yang biasanya full penjagaan ini terasa sepi dan tak terlihat pengawal di sekitar rumah rumah mewah itu, begitu kira-kira yang terbersit di pikiran Arjuna, tores dan Chery saat melewati pintu belakang rumah itu dengan tanpa menemukan kesulitan apapun.
"Ndan, lihat itu!" Tunjuk Tores pada dua orang pria babak belur dan terikat di bawah pohon.
Baru sja mereka akan mendekati kedua orang itu, suara teriakan seorang wanita minta tolong terdengar jelas dan membuat mereka saling berpandangan dan memikirkan hal yang sama, 'Siska!'
"Suaranya terdengar dari sebelah sana!" Tunjuk Chery mengarah ke sebuah bangunan yang terpisah dari bangunan utama.
Mereka bertiga berlarian menuju kesana, masing-masing bahkan sudah bersiap dengan mengokang pistolnya di tangan, namun mereka semakin di buat mersa kaget saat mendekat ke bangunan itu, semakin banyak pria-pria tinggi besar dengan wajah babak belur bergeletakan tak sadarkan diri di sana, entah apa yang telah terjadi di tempat itu, yang jelas pasti sesuatu yang mengerikan telah terjadi di sana.
Suara teriakan dan gedoran pintu dari salah satu ruangan yang tertutup semakin jelas terdengar.
__ADS_1
"Tolong,,,,tolong ,,,!" Suara teriakan wanita terdengar memilukan.
Bruak!
Kolaborasi tendangan Arjuna dan Tores berhasil membuka paksa pintu yang terkunci itu.
"Bi Yati?" Cicit Chery terlihat agak kecewa saat mendapati ternyata yang terkunci di dalam ruangan itu bukanlah ibunya, melainkan Bi Yati asisten rumah tangga Hasan.
"Non Chery!" Wanita tua itu berhambur ke pelukan Chery sambil terus terisak.
"Mana ibu ku, Bi?" Tanya Chery.
"Sial, ada yang mendahului kita rupanya, tapi siapa?" Kesal Arjuna.
"Ndan, lihat ini!" Fajar tiba-tiba berlari menemuinya dan menunjukkan sesuatu dari layar tabletnya.
Terlihat segerombolan orang membawa Siska ke dalam mobil yang sangat Arjuna hafal pemiliknya.
__ADS_1
"Sean! Dia rupanya, baiklah kita akhiri saja semua ini, sepetinya sudah saatnya para iblis itu di musnahkan dari muka bumi." Marah Arjuna.
"Tores, hubungi Berto, untuk mempersiapkan serangan akhir siang ini juga, aku lelah bermain-main dengan mereka." Kesal Arjuna.
"Lantas kemana kita? Bagaimana degan ibu ku?" Chery terlihat sangat khawatir, apalagi setelah melihat rekaman kamera pengawas halaman rumah Hasan yang berhasil di retas Fajar yang memperlihatkan bagaimana ibunya di seret paksa oleh sekawanan pria bersenjata.
"Tenanglah, Sean tak akan menyakiti ibu mu, karena dia memerlukan ibu mu dalam keadaan sehat wal afiat untuk melancarkan rencananya, percayalah." Arjuna mengusap bahu kekasihnya itu seraya meyakinkan kalau dia tau dan bisa menjamin Siska akan tetap baik-baik saja.
"Ayo kita sarapan dulu sebelum melakukan aksi yang sebenarnya siang ini, kita butuh banyak energi untuk aksi kita siang ini, kita juga butuh tenaga untuk merayakan kemenangan kita nantinya." Oceh Arjuna merangkul bahu Chery dan mengajak semua teman-temannya untuk berbalik dan meninggalkan tempat itu, bahkan Arjuna juga membawa serta Bi Yati pergi bersama mereka.
Chery, Tores dan Fajar terlihat kebingungan dengan sikap santai dan over convident yang di tunjukan Arjuna saat ini seolah-olah dirnya merasa sangat yakin dengan apoa yang di rencanakannya, sementara rencana kali ini saja terbilang gagal untuk menyelamatkan Siska.
"Jun, apa lagi yang sedang kamu rencanakan?" Tanya Chery penasaran.
"Mungkin ini lebih tepat jika di katakan mengakhiri semuanya, aku sudah sangat risih terus membiarkan mereka berbuat kejahatan, tangan ku sudah sangat gatal ingin menangkap mereka, sayangnya Berto selalu mengatakan aku untuk lebih bersabar, tapi kali ini aku yakin Berto juga setuju dengan pendapat ku, kalau sekarang waktu yang tepat untuk mengakhirinya." Kata Arjuna.
"Mereka? Siapa?"
__ADS_1
"Hasan, Sean, Agung, dan kita!" Jawab Arjuna.
"Kita? Kenapa kita?"