Dendam Cinta Sang Kapten

Dendam Cinta Sang Kapten
Kabur


__ADS_3

Jika sebelumnya Ines berani mengamuk atas kegagalan ayahnya dalam memperjuangkan kebebasan Arjuna pada atasannya, kini Ines tak berani berkutik apalagi menyalahkan ayahnya atas kegagalannya meminta Hasan untuk berdamai dengan Arjuna demi kepentingan dirinya, boro-boro memikirkan kebebasan Arjuna, memikirkan bagaimana dirinya bisa terbebas dari amukan ayahnya saja dia tidak punya cara sama sekali.


Masih untung Agung tidak mengusirnya dari rumah dan tak menganggapnya putri lagi karena kesalahan fatal yang di perbuatnya itu.


**


"Juna, bagaimana bisa kamu datang ke sini, bukankah kamu sedang menjalani masa tahanan?" Chery terlihat sangat kaget saat Arjuna mendatanginya di markas Berto.


Ya,,, gadis itu memang masih tinggal di markas milik Berto karena hanya bangunan itu yang di rasa sangat aman dan tidak akan tertembus oleh orang asing maupun wartawan yang berniat meliput beritanya.


"Aku melarikan diri dari tahanan, karen aku rindu sama kamu," Bualnya, padahal dia sama sekali tidak di tahan di sana, hanya untuk meredam gonjang-ganjing di masyarakat luas, jadilah di naikan berita kalau Arjuna sedang menjalani hukuman, selain itu penahanan palsu dirinya itu juga berguna untuk menghindari pernikahan dirinya dengan Ines, cuma memang yang tahu mengenai hal itu hanya orang-orang tertentu saja, dan Chery termasuk salah satu dari sekian banyak orang yang tidak tahu mengenai kebenaran itu, sehingga dia cukup terkejut dengan kedatangan Arjuna ke tempatnya.


"Jangan gila kamu, itu mungkin akan semakin memperberat hukuman mu," Takut Chery.

__ADS_1


"Tak ada hukuman yang lebih berat di banding harus berpisah dari kamu Cher," Gombal Arjuna dengan seringaian nakalnya, tangannya pun sudah mulai lancang merangkul pinggang ramping gadis yang sangat di cintai dan di rindukannya itu, sementara bibirnya mendarat sempurna di pipi mulus wanita yang menjadi pujaan banyak pria itu.


"Juna, Tores mungkin akan memergoki kita lagi, dan kali ini dia akan menangkap mu untuk di serahkan pada kepolisia jika sampai mengetahui kamu berada di sini," Mata Chery berkeliaran melihat sekitar bangunan, takut tiba-tiba Tores atau Berto datang memergoki mereka berdua.


"Berto dan Tores sedang membeli kebutuhan dapur dan rumah, jadi saat ini hanya ada kita berdua saja di sini," Arjuna mengedipkan sebelah matanya dengan genit.


Entah sejak kapan pria sedingin es batu itu menjadi sangat gombal dan genit saat berhadapan dengan Chery, tangannya juga sudah semakin terampil dan atraktif dalam merangkul, meraba atau menyapu bagian tubuh Chery yang selalu pasrah dan tak bisa menolak setiap perlakuan manis Arjuna padanya.


Selama ini banyak adegan romantis yang dia perankan dalam lakon, dan hal itu menjadi sangat biasa dia lakukan tanpa beban apapun, namun saat harus beradegan romantis di kehidupan nyatanya dengan Arjuna, orang yang di cintainya, semua terasa lain, ada desiran dan rasa aneh yang dia rasakan menggelitik di setiap aliran darahnya, membuat sering kali akal sehatnya hilang karena Arjuna terlalu pintar membawanya seolah terbang menuju nirwana, sampai Chery tak menyadarinya.


Benar saja, tak lama kemudian langkah Berto dan Tores semakin terdengar mendekat, mereka juga terdengar sedang mendiskusikan sesuatu dengan serius, sampai-sampai mereka tidak menyadari kalau mereka melewati Arjuna dan Chery yang duduk di sofa ruang tamu.


"Hey, apa kalian tidak ingin menyapa ku? Sial, bukankah janji kalian baru akan kembali sore nanti, bagaimana bisa baru satu jam aku berada di sini kalian sudah pulang mengganggu kami!" Protes arjuna, yang sebenarnya kedatangannya ke markas Berto ini sudah atas sepengetahuan si pemilik bangunan, bahkan Berto memberikan kesempatan untuk Arjuna agar bisa berduaan saja dengan Chery sampai sore, sementara dirinya membeli kebutuhan rumah dan juga membaca situasi di luar markas.

__ADS_1


"Aku tau kau ada di sana, namun aku sedang membicarakan masalah serius dengan Tores, jadi tidak sempat menyapa mu." Kilah Berto cuek.


"Masalah serius?" Beo Arjuna, rasa-rasanya hidupnya tak pernah lepas dari masalah dan masalah, membuatnya sangat muak mendengar kata masalah.


"Hmm, sangat serius. Kau tahu, acara pernikahan Ines akan tetap di laksanakan nanti malam, kita terlalu fokus dengan Hasan sehingga mengabaikan masalah kecil seperti ini, harusnya kita tahu lebih awal, sehingga kita bisa antisipasi, langkah darurat jika di perlukan." Beber Berto dengan wajah seriusnya.


"Kenapa bisa seperti itu? Bagaimana bisa dia tetap melangsungkan pernikahan meski tanpa ada pengantin pria di sisinya?" Tepis Arjuna.


"Mempelai prianya jelas ada, karena itu salah satu sarat sah pernikahan, hanya saja, ada mempelai pria yang akan menggantikan mu di malam pernikahan yang seharusnya menjadi tempat pesta kalian, kau dan Ines!" Ejek Berto di sambut tawa renyah Tores ikut mentertawakan mantan komandannya yang kini wajahnya terlihat kuyu itu.


"Kalau bukan aku, lantas siapa?" Tanya Arjuna penasaran.


"Sean, dia pria yang akan menikah dengan Ines, dan menggantikan tugas mu sebagai seorang suami, dari putri jendral." Terang Berto.

__ADS_1


"Sean malik?" Arjuna balik bertanya.


Dia tidak habis fikir, Kenapa jadi Sean yang menggantikan dirinya dalam tugas yang menurutnya sangat horor itu.


__ADS_2