Dendam Cinta Sang Kapten

Dendam Cinta Sang Kapten
nothing to lose


__ADS_3

"Sayang, kenapa kita ikut bersembunyi di sini, bukankah mereka hanya mencari Chery, bukan mencari kita?" rengek Ines yang merasa dirinya Tak harus ikut terkurung di dalam kamar itu, karena target para wartawan itu adalah Chery bukan Arjuna atau pun dirinya.


"Tentu saja anda bisa pulang dan beristirahat di rumah, tidak harus menemani kami di sini." Jawab Sean mengambil peran Arjuna untuk menjawab rengekan Ines untuk pulang, sementara sepertinya Arjuna masih menginginkan berada di temapt itu untuk bisa lebih lama lagi bersama Chery, sehingga dia terlihat kebingungan dalam menjawab ajakan Ines untuk meninggalkan tempat itu.


"Aku tak bertanya pada mu pak pengacara, lagi pula, apa telinga mu tidak mendengar ucapan kekasih ku tadi, kalau dia di sini bukan untuk menemani kalian, tapi ada hal yang harus di bicarakan oleh kekasih ku dengan dia!" tunjuk Ines pada Tores.


"Ishhh, kekasih anda garang sekali komandan, padahal ku lihat tadi dengan jelasnya pak pengacara tampan itu menyelamatkan kekasih anda, tapi di musuhinya pula pak pengacara itu." Seloroh Tores.


"Nona Ines, bahkan kami tak mengundang anda untuk datang ke acara saya ini, tapi terimakasih sudah meluangkan waktu anda untuk hadir meskipun sebenarnya tidak di perlukan." Melihat sikap arogan Ines tak ayal membuat Chery turut terbawa emosi, apalagi beberapa kali dia mendapati Ines selalu berbicara kasar pada Sean, bagaimana pun, Sean adalah penyelamatnya, jadi rasanya dia akan ikut geram jika Sean di perlakukan dengan kasar, meskipun Ines adalah anak pejabat tinggi kepolisian tanah air.


"Sayang mereka mencoba mengeroyok ku!" adu Ines pada Arjuna yang jelas-jelas tahu kalau dalam hal ini Ines lah yang memulai perselisihan di sana.


"Sudahlah, ayo pulang." Ajak Arjuna, dia tak ingin Ines membuat kekacauan lebih jauh lagi di sana, namun sebuah notifikasi pesan di ponsel Ines terdengar, setelah wanita itu membaca pesannya, dia kembali duduk di sofa kamar hotel itu setelah sebelumnya dia sempat berdiri dan bersiap untuk keluar meninggalkan kamar hotel.


"Kamu boleh berbicara dengan pria itu sayang, aku akan menemani mu untuk tetap tinggal di sini menunggu sampai kamu menyelesaikan urusan mu dengannya." Ujar Ines tiba-tiba.


Entah apa yang menyebabkan Ines berubah pikiran dengan tiba-tiba seperti itu, atau entah siapa yang mengiriminya pesan sehingga wanita itu memutuskan untuk menemani Arjuna tetap berada di tempat itu, yang jelas semua itu langsung merubah raut wajah Arjuna yang tadinya murung karena terpaksa harus pergi, kini menjadi seolah bersinar kembali karena bisa lebih lama berada dekat dengan Chery.


Ines mendekat ke arah Chery dan Sean yang sedang membicarakan masalah pembebasan dirinya, sementara Arjuna dan Tores berbicara berdua di balkon kamar, entah apa yang saat ini mereka bicarakan, mungkin karena itu Ines merasa kesepian dan sendirian jadi dia terpaksa mendekat ke Chery dan Sean.

__ADS_1


"Apa rencana mu setelah ini, Chery?" tanya Ines sok mengakrabkan diri.


"Mungkin aku akan santai di rumah saja, menikmati kebebasan, karena untuk bekerja pun sepertinya banyak produser yang tak mau ambil resiko mempekerjakan ku untuk saat ini." Jawab Chery santai.


"Maksud ku, tentang kasus mu." Ujar Ines.


"Kasus ku? Maksudnya?" Chery merasa bingung karena tiba-tiba saja Ines terlihat tertarik dengan kasusnya, padahal sebelumnya dia terkesan tidak peduli.


"Apa kamu tidak berencana untuk melanjutkan kasus mu?" Ines semakin memperlihatkan rasa ketertarikannya untuk mengetahui langkah apa yang akan di ambil Chery selanjutnya.


"Ah itu, aku masih mendiskusikannya dengan Sean, aku akan ikut apapun yang dia sarankan pada ku." Chery menoleh ke arah Sean yang juga sedang menoleh ke arahnya.


"Apa informasi seperti itu sangat penting baggi mu untuk di ketahui?" sinis Sean.


"Cih, tentu saja tidak! Aku hanya iseng dan berbasa basi saja, lagi pula kalian mau pacaran atau tidak, itu bukan urusan ku." Ines gelagapan.


"Aku rasa aku tidak setuju jika kamu melanjutkan kasus mu, itu akan sangat berbahaya dan penuh resiko."Tiba-tiba saja Arjuna menyambar pada obrolan mereka.


"Sayangnya untuk melanjutkan kasus atau tidak, Chery tak membutuhkan persetujuan mu, ini semua tetap harus berdasarkan keputusan dan persetujuan antara aku dan Chery." Jawab Sean.

__ADS_1


"Seru nih, udah mulai panas gini biasanya adegan selanjutnya rame, nih." Seloroh Tores yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Arjuna dan Sean.


"Oke,,,oke,,, maaf. Aku hanya mencoba menjadi komentator disini, tidak ada maksud lain." Tores terdiam kembali dan mencoba menahan mulutnya yang selalu saja usil.


"Aku setuju dengan pendapat Arjuna, sebaiknya hentikan saja kasus ini sampai di sini, toh kamu sudah bebas, jangan mempersulit keadaan mu sendiri." Timpal Ines membenarkan ucapan Arjuna.


"Tapi jika aku tak melanjutkan kasus ku ini dan hanya menganggapnya selesai sampai di sini saja, aku akan tetap di cap sebagai pembunuh oleh semua orang, aku tak berniat membela diri atau melemparkan kesalahan pada orang lain, hanya saja, aku perlu membuka kasus ini sejelas-jelasnya, setidaknya semua orang tahu kalau aku tidak pernah berniat melarikan diri dari masalah ini, namun ada pihak-pihak yang sengaja mengkondisikan aku menjadi orang seperti itu, bukankah kebenaran itu harus di tegakkan, bukan begitu pak komandan?" Chery menguraikan apa yang menjadi pemikirannya.


Meskipun statusnya saat ini sudah di bebaskan dari hukuman, tapi stigma masyarakat terhadap dirinya tidak lantas menjadi baik kembali, mereka bahkan kini menganggap kalau dirinya bebas karena kekuasaan dan uang, bukankah reputasinya menjadi lebih buruk lagi saat ini, sementara dia seorang pesohor, sosok yang hidupnya selalu di sorot di depan publik, jika publik saja sudah tak percaya dan hilang respec dengannya bagaimana dia bisa menjalani hidupnya? Tidak mungkin dia hanya berdiam diri di kamar tanpa keluar rumah sama sekali demi untuk menghindari bertemu dengan orang lain di sepanjang umurnya.


Tidak ada cara lain dalam hal ini, dia memang harus membuka kebenaran yang terjadi, sesulit apapun itu, seberat apapun itu dia siap, meski pun nyawa menjadi taruhannya karena harus melawan ayah tirinya yang di kenal memiliki kekuasaan dan koneksi yang cukup kuat di negeri ini. Tak ada lagi yang dia takutkan saat ini, karena sesungguhnya hidup dia pun sudah hancur, tak ada yang perlu dia jaga dan selamatkan dalam hidupnya, nama baik nya pun sudah ikut hancur dan tak terselamatkan karena kasus ini, bahkan karier yang dia bangun selama puluhan taun lamanya itu harus ikut hancur hanya dalam waktu sekejap mata saja.


Lantas apa lagi yang dia takutkan? Dia juga tak punya orang lain yang menyayanginya lagi setelah kepergian Dion untuk selama-lamanya, ibarat kata hidup Chery saat ini hanya lah 'nothing to lose' jikapun dia harus berperang mati-matian untuk membuka tabir kebenaran.


Selain itu ada hal yang lebih penting yang harus dia buktikan, dia harus bisa membuktikan pada Arjuna bahwa dirinya tidak sepenuhnya bersalah dalam hal ini, ada hal-hal lain yang membuat dirinya seperti itu, dan dia harus bisa membuktikannya.


Meskipun Chery tau itu akan sangat sulit dan perjalannya mungkin akan sangat menyakitkan saat dia berjuang sendiri membuktikan kebenaran yang harus segera dia ungkap,memperbaiki keadaan yang sudah hancur sendirian, sambil berusaha mempertahankan perasannya, dia akan berusaha untuk mampu, sekuat tenaga berupaya untuk bisa, meskipun sendiri dan berusaha untuk menjadi kuat demi kebenaran dan demi memperjuangakan perasaannya.


"Tak ada yang salah jika kamu ingin memperjuangkan kebenaran, yang salah dalam hal ini kamu tidak memperdulikan dirimu sendiri, jangan terlalu memaksakan diri, bukankah langit tak perlu pengakuan dari semua orang kalau dirinya tinggi? Tak perlu begitu peduli dengan pandangan orang lain tentang mu, jalani hidup mu dengan baik, itu yang harus kamu lakukan saat ini." Arjuna sungguh takut jika sampai benar Chery nekat ingin membuka kasus ini kembali, Arjuna tau siapa orang yang akan di hadapi Chery nantinya, Hasan Basri bukan orang sembarangan, Arjuna takut itu semua malah akan membahayakan jiwa Chery, dia tak ingin merasakan kehilangan orang yang di sayangi untuk ke dua kalinya.

__ADS_1


__ADS_2