
"Kamu---kenapa ada di sini?" tanya wanita itu terlihat sangat gugup dan ketakutan, pun begitu dengan Arjuna dan Tores yang terlihat sama terkejutnya saat melihat Ines yang tadi Arjuna antar pulang, ternyata tiba-tiba kini ada di rumah Rey.
"Darimana kamu tau kalau aku ada di sini? Arjuna, dengarkan dulu penjelasan ku, ini tak seperti yang kamu pikirkan, Rey hanya teman biasa saja tidak lebih." Racau Ines yang mengira kalau kedatangan Arjuna ke sana adalah untuk mencari atau lebih tepatnya memergoki dirinya yang sedang bersama Rey.
Arjuna dan Tores saling melempar tatapan, dari kode yang Arjuna berikan pada Tores, mantan ajudannya itu sudah bisa memahami apa yang di inginkan Arjuna.
"Ternyata benar dugaan ku, kalau kamu memang ada main dengan pria lain di belakang ku, Ines-- harusnya kamu berterus terang jika perjodohan kita ini suatu keterpaksaan bagi mu, aku akan berusaha menjel;askannya pada ayah mu." Arjuna terpaksa bersandiwara seolah-olah dirinya memang sedang mencari Ines di tempat itu, akan semakin rumit urusannya jika sampai Ines tau kalau keberadaan dirinya di sana adalah dalam rangka mencari Chery yang tiba-tiba menghilang.
"Bukan seperti itu, demi Tuhan aku tak ada hubungan apa-apa dengan Rey, kami benar-benar hanya berteman, tidak lebih,tolong jangan salah paham," Ines memelas, saat ini pisisinya benar-benar sangat sulit, Ines dalam situasi yang tak hanya serba salah, namun juga serba tak menguntungkan posisinya,tak mungkin juga dia jujur mengatakan pada Arjuna jika keberadaan dirinya di rumah Rey hanya sedang mengadakan pesta narkoba dengan artis yang kini mulai menanjak kariernya itu, namun sialnya otaknya yang sudah terkontaminasi barang haram itu pun tak bisa berpikir alasan lain, selain hanya bisa kebingungan..
"Ada apa Nes?" Rey dan Meta menyusul ke tempat dimana Ines sedang kebingungan menghadapi Arjuna.
"Oh shiiiit, kenapa ada polisi disini, lo mau numbalin kita, Nes?" wajah Meta berubah pucat, ketika melihat Arjuna, yang sangat dia tahu merupakan seorang anggota kepolisian, tiba-tiba di otak Meta terbersit kalau Ines ingin menjebak dirinya dan Rey dengan membocorkan kegiatan 'pesta' mereka pada Arjuna.
"Tidak, kalian semua salah paham pada ku!" Ines putus asa, kini dirinya tak hanya di terpojok karena tertangkap basah oleh Arjuna sedangberada di rumah pria lain, namun juga merasa di pojokan oleh Meta dan Rey yang mencurigainya sebagai mata-mata polisi.
Dari gelagat dan tingkah laku mereka bertiga, tentu saja Arjuna sudah bisa membaca situasi apa yang terjadi, dan apa yang tengah mereka lakukan,
__ADS_1
"Sejak kapan kalian seperti ini?" wajah Arjuna di buat seolah seperti sedang kecewa karena baru mengetahui hal ini.
"Chery,,, sialan! Pasti wanita sial itu yang memberi tahu kalian, sehingga kalian membuntutiku sampai di sini, kan?" umpat Ines dengan majah memerah karena marah.
"Chery? Kenapa jadi bawa-bawa dia?" tanya Tores.
"Tak usah pura-pura, Chery pasti memberi tahu mu kalau dia bertemu dengan ku di rumah orang tuanya, dan kau mengadu pada Arjuna, bukan?" urai Ines.
"Chery, di rumah orang tuanya?" kaget Arjuna.
"Tapi Chery sama sekali tidak memberi tahu ku tentang pertemuan kalian di rumah orang tuanya, aku mendapatkan informasi ini dari lokasi ponsel mu, tadi aku ke rumah mu namun orang rumah mu mengatakan kalau kamu pergi, jadi aku melacak keberadaan mu karena aku khawatir," kilah Arjuna.
"Eh Nona, kenapa anda memfitnah Chery sedang teler, padahal jelas-jelas yang sedang pesta obat terlarang itu kalian, jika tak suka dengan Nona ku janga kau fitnah sekeji itu, lagi pula mana mungkin dia berani mabuk di rumah orang tuanya sendiri, aku tak terima dengan tuduhan kekasih mu komandan," Tores mulai membuat kekacauan.
"Mana ada aku fitnah, itu memang kenyataan, apanya yang tidak mungkin, jika bapak tirinya bandar besar di negara ini, tentu saja dia bisa pakai sesuka hatinya dimana pun, bahkan itu di rumah orangtuanya sendiri." Beber Ines dengan gamblangnya membuka kedok Hasan hanya karena sedikit kata-kata pancingan dari Tores.
"Sudahlah Tores, jangan di perpanjang lagi masalah ini, aku meminta maaf atas nama Ines jika telah menyinggung mu, kita tutup saja masalah ini, dan Ines, aku harap ini terakhir kalinya kamu melakukan hal bodoh yang merugikan badan mu juga melanggar hukum ini, aku akan meninggalkan mu di sini, dan tak akan mengadukannya pada ayahmu, aku hanya ingin tahu keberadaan mu saja, setelah aku tau kamu berada di sini dan baik-baik saja, aku sudah cukup tenang, aku pulang dulu dan tak ingin mengganggu mu." Setelah mengatakan hal itu, Arjuna buru-buru menarik tangan Tores agar sehera pergi dari tempat itu, informasi tentang keberadaan Chery sudah di kantongi dan dia tak ingin membuang-buang waktu dengan berlama-lama berada di tempat tak penting itu.
__ADS_1
"Ajuna!" panggil Ines.
"Aku baik-baik saja, aku hanya butuh waktu untuk menerima semua ini, tolong jangan ganggu aku dulu untuk sementara waktu." Kata Arjuna melepaskan diri dari pelukan Ines yang memeluk tubuhnya dari belakang.
Ines pun hanya bisa pasrah dan membiarkan Arjuna pergi, sungguh dia tak ingin Arjuna tahu tentang sisi gelapnya ini, namun kenyataannya topengnya sudah terbuka di hadapan Arjuna, mungkin memberi Arjuna waktu untuk berpikir adalah keputusan yang tepat dan berharap Arjuna mau menerima dirinya apa adanya.
"Ndan, apa anda percaya dengan apa yang di katakan Ines tentang Chery?" tanya Tores, sepertinya dia masih memikirkan ucapan Ines yang mengatakan kalau Chery sedang mabuk di rumah orang tuanya.
"Aku percaya Chery bukan orang seperti itu, justru aku malah khawatir kalau-kalau Chery sedang dalam keadaan bahaya saat ini." Kata Arjuna, semakin kesini dia semakin mendapat hal-hal baru, kenapa dirinya di tugaskan untuk mendekati atau berpacaran dengan Ines, ternyata Ines memegang banyak kartu Hasan, dan salah satu kartu hasan tentang ternyata dia bandar narko ba besar baru saja terkuak, mungkin setelah ini akan ada banyak lagi rahasia kelam tentang Hasan yang akan terbongkar, pantas saja Berto dan jajaran institusinya sangat menginginkan Hasan gagal dalam pencalonan presiden tahun ini, rupanya di balik sosok yang pencitraannya selau baik dan dermawan di hadapan semua orang, Hasan adalah sosok monster yang mengerikan.
Di tengah perjalanan ke rumah Hasan, tiba-tiba Sean mengabarkan kalau Chery kini berada di apartemennya, membuat Arjuna dan Tores merasa kebingungan, karena tadi menurut Ines dia melihat Chery di rumah orang tuanya, namun Sean pun bahkan mengiriminya Foto dimana Chery sedang tertidur lelap di ranjangnya.
Kenapa Ines berbohong? Apa maksud dari Ines mengatakan semua kebohongan tentang Chery? Tak takutkah Ines jika masalah dirinya yang seorang pemakai nar koba di sebar luaskan oleh Arjuna atau bahkan di bocorkan pada ayahnya?
Sungguh situasi ini sangat membingungkan bagi Ajuna dan juga Tores yang hanya bisa terdiam dan sibuk dengan pemikiran dan asumsi-asumsi yang ada dalam benak mereka masing-masing, berusaha menyimpulkan permasalahanyang terjadi meskipun keadaannya sudah semakin rumit dan sulit untuk di tebak.
Arjuna mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh bak kesetanan, saat ini yang ingin di lakukannya hanya sampai di apartemen Seruni dan memastikan kalau Chery benar-benar ada di unitnya dengan keadaan baik-baik saja seperti yang Sean katakan padanya saat di telepon.
__ADS_1