
Ya, aku rasa itu satu-satunya solusi, aku akan mengatkan pada atasan kalau pernikahan kalian akan dilangsungkan dalam waktu dekat, dan selebihnya biar aku yang melobi, bagaimana, apa kau setuju dengan usul ku?" tanya Agung.
Tak mudah bagi Arjuna untuk menentukan pilihan dan menjawab pertanyaan yang tentu saja membuatnya seperti berada di sebuah pilihan sulit, bagaikan memakan buah simalakama, kedua pilihan itu tak satu pun ada yang menguntungkan dirinya.
Pergi jauh meninggalkan Chery dengan segala permasalahan yang belum selesai sepertinya pilihan yang harus dia tolak, namun tawaran Agung untuk menikahi putrinya dalam waktu dekat juga bukan pilihan yang tepat untuk dia ambil.
"Kenapa? Apa kau tidak berniat serius dengan putri ku? Bukankah cepat atau lambat kalian ujung-ujungnya akan menikah juga? Lantas apa salahnya jika di percepat?" Todong Agung membuat Arjuna semakin terpojok dengan pilihan sulit itu.
"Siap Ndan, bukan seperti itu, hanya saja semuanya serba mendadak dan terlalu mengejutkan bagi saya." Arjuna mencoba mencari-cari alasan yangtepat untuk mengulur waktu, memberi dirinya sedikit lebih lama untuk berpikir, tak mudah untuk memutuskan atau menentukan pilihan sulit ini.
"Aku akan mengizinkan Ines pergi bersama mu ke tempat tugas mu yang baru jika kau belum siap untuk menikah dalam waktu dekat ini, kalian bisa lebih saling mengenal jika kalian bersama," Ujar Agung lagi.
"Saya bersedia menikah dengan putri anda Ndan." Jawab Arjuna lantang, kali ini tidak ada pilihan lain selain itu, karena jika pun dirinya memilih untuk mengambil pemindahan tugas, bukankah sama saja kondisinya, dia akan tetap di ganggu dengan keberadaan Ines.
__ADS_1
Untuk sementara, biarlah dia menerima tawaran calon mertuanya itu agar dia membantu menunda atau bahkan membatalkan pemindah tugasannya, bukankah dengan begitu setidaknya dia masih berada di kota dan negara yang sama dengan di mana Chery berada.
"Ines pasti akan sangat bahagia mendengar keputusan mu, aku akan segera menghadap atasan untuk membicarakan masalah ini." Wajah Agung terlihat sumringah mendengar keputusan Arjuna yang lebih memilih menikah dengan putri semata wayangnya daripada meninggalkan tanah air dan kemungkinan naik pangkat setelah beberapa tahun bertugas di negara konflik selesai.
"Semoga ini yang terbaik untuk semuanya, Ndan." Pasrah Arjuna, dia seperti kehilangan gairahnya setelah menyatakan kalau dia bersedia untuk menikah dengan Ines dalam waktu dekat.
Entahlah ini keputusan yang tepat atau bukan, yang jelas, dengan begitu dia masih punya kesempatan untuk menemukan keberadaan Chery.
Agung berhasil melobi atasannya, pernikahan Arjuna dan Ines di tetapkan akan di selenggarakan dalam tiga hari ke depan, terkesan terburu-buru memang, atau bahkan mungkin di buat sengaja agar terburu-buru, namun yang jelas, ada orang-orang di balik semua rencana ini yang menginginkan semua ini terjadi.
Pikiran Arjuna masih berkutat seputar Chery yang sampai detik itu bagai hilang di telan bumi, tak bisa di lacak dimana keberadaannya.
"Aku ikut saja apa yang menjadi mau mu, aku setuju engan semua pilihan mu, kamu atur saja semuanya." Jawab Arjuna dingin.
__ADS_1
"Sayang, mengapa aku merasa kalau ini pernikahan aku sendirian, kamu tidak terlihat bahagia sama sekali dalam menyambut pernikahan kita." Rajuk Ines.
"Jangan menuduh sembarangan, aku hanya sedang banyak pikiran saja," elak Arjuna.
"Apa itu Chery? Apa dia yang membuat mu jadi banyak berpikir?" Tebak Ines.
"Suahlah, kamu mulai ngaco, lebih baik aku mengantar mu untuk fitting pakaian saja, ayo!" Ajak Arjuna, dia tak ingin pembicaraan tentang Chery ini berlangsung lebih lama lagi dengan Ines.
Tak jauh dari bridal tempat rjuna mengantar Ines mencoba gaun pengantin yang akan di pakainya di hari pernikahan lusa, sekilas Arjuna melihat Sean sedang mengobrol di sebuah kedai kopi yang berada di area dekat dia berada, entah mengapa kata hatinya mengatakan kalau mereka sekongkol dan tau keberadaan Chery yang sebenarnya.
Arjuna sudah berusaha mencoba mencari tau keberadaan Chery di rumah Hasan, namun nihil, beberapa kali dirinya mengutus orang untuk mencari Chery di rumah itu, namun semuanya mengatakan hal yang sama, kalau Chery tak pernah datang ke rumah itu lagi semenjak kejadian malam kecelakaan itu, bahkan Arjuna sendiri sampai bertemu langsung dengan Siska, ibunya Chery untuk memastikan kalau Chery benar-benar tidak berada di sana, dan Siska mengatakan dengan yakin kalau Chery tidak pernah datang ke sana, dan kali itu Arjuna bisa menilai kalau apa yang di katakan Siska tentang Chery adalah sebuah kebenaran.
"Ines, aku ada pekerjaan mendadak, sepertinya aku tak bisa menemani mu lebih lama lagi," pamit Arjuna saat melihat kedua orang pria yang menjadi objek p[emantauannya sedari tadi meninggalkan kedai kopi dan berpisah dengan berlainan arah dengan mobil mereka masing-masing.
__ADS_1
Sempat ada rasa bingung mobil siapa yang harus Arjuna ikuti, sampai akhirnya dia memutuskan untuk mengikuti mobil Hasan secara diam-diam dan melepaskan Sean dari pantauannya.