
"Lama tak jumpa, kau terlihat makin cantik saja, aku menahan diri dari tadi dan menunggu saat-saat seperti ini, saat dimana tidak ada orang lain dan hanya ada kita, kau membuat ku gila karena menahan semua rasa di dada ku ini, kau harus bertanggung jawab atas hal itu," ucap pria itu sambil menyeringai.
**
Acara sudah hampir berakhir, namun Sean tak kunjung dapat menemukan keberadaan Chery di manapun setelah perdebatan dengan Ines tadi, yang lebih aneh lagi, karena tas tangan yang di bawa Chery saat pergi ke acara itu masih berada di meja tempat dia terakhir duduk, tak mungkin jika dia meninggalkan acara begitu saja, secara ponsel dan juga barang-barangnya yang lain berada di dalam tas yang dia tinggal itu.
Ponsel Chery yang tertinggal di tasnya membuat Sean kesulitan untuk menghubungi Chery dan menanyakan keberadaannya.
Tunggu punya tunggu, sampai hampir tengah malam dan seluruh tamu sudah tak ada lagi yang tersisa di tempat itu, namun Chery tak jua kembali, rekaman kamera pengawas menunjukkan terakhir kali Chery terlihat menuju toilet dan sejak itu tak di ketahui lagi keberadaannya, Sean sempat marah dengan pengelola gedung dimana tempat semewah itu banyak titik-titik buta yang tak tersorot kamera pengawas, namun marah pun sepertinya tak ada gunanya karena itu tak dapat membantu apapun, sementara Chery tetap tidak di temukan.
Sean sempat terbersit curiga pada Arjuna, namun saat di ingat-ingat kembali, Arjuna tadi pulang bersama Ines, dan dia melihatnya dengan mata kepalanya sendiri, karena merasa buntu dengan pikirannya, Sean memutuskan untuk menghubungi Tores, menanyakan kalau-kalau Chery sudah pulang ke apartemennya, namun jawaban Tores semakin membuatnya gelisah, karena ternyata Chery juga belum pulang ke apartemennya, sehingga akhirnya Sean menceritakan tentang hilangnya Chery pada Tores dan berharap pria itu dapat membantunya menemukan Chery.
Kurang dari satu jam, Tores datang ke convention hall tempat berlangsungnya acara amal tadi, namun Tores ternyata tak datang sendirian, dia datang bersama Arjuna yang tak bisa menyembunyikan rasa khawatir dan marahnya.
"Kalau kau tak becus menjaga Chery, harusnya kau tak melarang Tores untuk mendampingi dan menjaganya, sialan! Kalau sudah seperti ini kau pun tak bisa apa-apa selain meminta bantuan Tores, bukan?" tunjuk Arjuna tepat di wajah Sean, hampir saja dia menonjok hidung pengacara itu jika saja Tores tak menahannya.
"Sabar Ndan, selow!" kata Tores menahan Arjuna yang terus berusaha maju ingin menyerang Sean.
Sean memang tadi melarang Tores untuk ikut ke acara saat Tores sudah bersiap untuk mengawal Chery, karena Sean merasa dirinya akan mampu melindungi Chery, apalagi itu tempat umum dan rasa-rasanya jika pun ada yang berniat jahat pada Chery, sepertinya akan berpikir ulang karena akan banyak mata yang melihat.
"Kenapa kau begitu marah? Dan Tores, kenapa kau libatkan orang asing yang tak ada hubungannya sama sekali dengan Chery?" Sean menatap Arjuna dan Tores secara bergantian.
__ADS_1
"Hei siapa yang kau sebut orang asing itu? Aku---aku--" sungguh Arjuna ingin mengatakan kalau antara dirinya dan Chery mempunyai hubungan jauh sebelum Sean kini dekat dengan gadisnya itu, namun lidahnya tiba-tiba kelu dan seolah terikat oleh perjanjian nya dengan Berto
"Siapa? Siapanya Chery kau, hah?" Sean balik membentak Arjuna.
"Dia polisi, aku rasa kita memerlukan bantuan polisi, namun dalam hal ini kapten Arjuna adalah satu-satunya polisi yang bisa membantu kita dalam pencarian Chery, mengingat pertimbangan kedekatan ku dengannya." Sambar Tores menengahi, entahlah, saat dia baru saja mendapat kabar dari Sean tentang hilangnya Chery, satu-satunya orang yang ada di benaknya hanyalah Arjuna, Tores mengira kalau Chery bersama Arjuna, tapi ternyata Arjuna mengatakan kalau dia tidak mengetahui keberadaan Chery, makanya setelah Tores menceritakan apa yang di sampaikan Sean padanya, Arjuna langsung memutuskan untuk ikut kembali ke tempat acara untuk memastikan informasi tentang hilangnya Chery, tentu saja dia tak bisa diam begitu saja dengan kejadian ini.
"Dari ribuan polisi di negara ini, kenapa kau mesti bilang kalau hanya dia satu-satunya yang bisa membantu, omong kosong!" gerutu Sean, dia masih merasa kesal dengan sikap arogan yang di tunjukkan Arjuna padanya, yang seolah-olah menyalahkan dirinya atas hilangnya Chery.
"Kau sangat ceroboh, bagaimana bisa sampai kehilangan dia seperti ini dan keberadaannya dia pun seperti tanpa jejak." Arjuna terus menyalahkan |Sean saat dia memutar rekaman video kamera pengawas saat terakhir kali menangkap gambar keberadaan Chery, rasa kecewa terhadap Sean yang di anggapnya tak becus menjaga Chery terus saja dia tumpahkan lewat kata-kata yang seakan tak ada habisnya, bahkan Arjuna yang biasanya sangat cool dan kalem itu berubah cerewet bak emak-emak sedang mengomel tanpa henti.
"Berhenti seolah-olah kau yang paling merasa kehilangan, kau tak punya kapasitas untuk menyalahkan ku, juga tentang sistem keamanan gedung tentu saja itu di luar kuasa ku, mana ku tau kalau sistem keamanannya begitu lemah seperti ini." Sean membela diri.
"Dan jika ada orang yang harusnya paling ber-hak merasa kehilangan di sini itu adalah aku, karena aku orang yang sedang dekat dengan Chery saat ini," sambung Sean, membuat keadan kembali memanas karena Arjuna langsung mnatapnya dengan nyalang.
"lantas bagaimana dengan kau? Kau yang seolah paling memiliki Chery namun malah memilih berpacaran dengan anak atasan mu demi jabatan, egois!" sindir Sean.
Perdebatan kedua pria dewasa yang justru terlihat bak dua anak kecil yang bersitegang karena berebut mainan itu membuat kepala Tores pening setengah mati, memang benar kata penggalan syair lagu, kalau cinta itu kadang-kadang tak ada logika.
"Gaes, apa kalian masih ingin berdebat? Tak inginkah kalian baku hantam atau apalah yang lebih seru?" sarkas Tores, sehingga membuat dua orang pria dewasa yang kekanak-kanakan itu akhirnya menghentikan perdebatan mereka.
Namun setelah tadi Arjuna dan Sean berdebat seru dan terdiam karena sindiran Tores, kini dua duanya kompak menyerukan hal yang sama,
__ADS_1
"Rey Anggara!" ujar keduanya bersamaan, membuat Tores semakin speechles dengan tingkah absurd kedua pria itu.
"Siapa itu Rey Anggara?" Tores yang tidak tau tentang dunia perartisan itu tak mengerti dengan maksud dari perkataan dua pria di hadapanya itu, secara mengetahui kalau Chery ternyata seorang artis besar saja saat dirinya di rekrut Berto dan di tugaskan untuk mendampingi Chery di Ibukota sebagai bodyguardnya.
"Mantan kekasih Chery, semalam aku juga tak memperhatikan saat dia pulang, apa mungkin mereka pergi bersama, secara Rey datang sendirian tadi?" cicit Sean.
"Cari alamat pria itu sekarang!" titah Arjuna.
Rey memang datang ke acara itu, karena dia di daulat untuk mengisi acara pad malam amal tadi, namun dia memang datang sendirian tanpa Meta karena Meta memang tidak di undang dalam acara itu.
"Ini alamatnya, kau pergi ke tempat pria itu bersama Tores, dan aku akan mencari Chery di tempat lain, sepertinya akan lebih efektif kalau kita berpencar dalam mencarinya." Usul Sean.
"baiklah, lagi pula aku juga malas berada di dekat mu, membuat tensi darah ku naik!" ketus Arjuna setelah menerima chat berisi alamat Rey dari Sean yang entah dia tahu dari mana, sepertinya itu menjadi tak terlalu penting untuk di pertanyakan Arjuna karena saat ini menemukan Chery menjadi prioritas utamanya.
Perjalanan menuju ke rumah kediaman Rey membutuhkan waktu sekitar dua jam perjalanan, karena rumahnya berada di pinggiran Ibu kota, sayangnya saat Arjuna dan Tores sampai di rumah Rey, penjaga rumahnya mengatakan kalau Rey tidak berada di rumah, karena rey menginap di apartemen Meta, kekasihnya.
Namun Arjuna tak serta merta mempercayai ucapan penjaga rumah Rey yang tampak seperti gelagapan dan sedang berbohong itu, apalagi saat Arjuna menunjukkan kartu identitasnya sebagai anggota kepolisian, si penjaga rumah itu tampak semakin tak tak bisa menyembunyikan kekhawatiran, ketakutanm dan kegugupannya, sehingga Arjuna dapat menyimpulkan kalau dia sedang berbohong saat ini.
"Izinkan kami masuk dan bertemu Rey Anggara, karena kalau tidak anda di anggap menghalang-halangi petugas." Ancam Arjuna.
"Ah,,, emh,,, itu--- tapi---"
__ADS_1
"Siapa yang dat---" seorang wanita tiba-tiba datang dan berniat menanyakan si penjaga rumah tentang tamu yang datang, namun baik wanita itu maupun Arjuna sama-sama terkejutnya saat mata mereka sama-sama saling beradu tatap tanpa sengaja.
"Kamu---kenapa ada di sini?" tanya wanita itu terlihat sangat gugup dan ketakutan.