
Brakk!
Arjuna yang sudah lama memendam marah pada Hasan itu segera turun dari mobilnya dan menggebrak jendela mobil Hasan yang berhenti di pelataran kantornya, tak peduli banyak orang menonton dirinya dan beberapa petugas keamanan kantor pemerintahan tempat Hasan bekerja itu menghampiri dirinya.
"Ada yang bisa saya bantu?" Seperti biasa, Hasan memerankan dirinya sebagai seorang pejabat yang berwibawa di depan khalayak umum.
"Di mana kau menyembunyikan Chery, bangsat!" Bahkan Arjuna sudah tak bisa menyaring kata-katanya lagi, semua amarah seakan menutupi semua logikanya.
"Maaf, ada kepentingan apa dengan putri saya, untuk saat ini putri saya sedang dalam pemulihan psikisnya karena anda menyebar luaskan video yang menyudutkannya itu, jadi sebaiknya anda tidak usah mengganggu ketenangan putri saya." Tegas Hasan, sengaja dia mengatakan itu karena dia sadar ada beberapa wartawan yang diam-diam meliput perdebatannya dengan Arjuna.
"Bajing-an, jangan seolah-olah kau bersikap sebagai ayah yang baik untuk Chery, cepat katakan dimana dia? Kau mencekoknya dengan obat terlarang dan kau berusaha memperkosanya, kau pikir aku tak tau tentang semua itu?" Ujar Arjuna tanpa tedeng aling-aling, mengatakan semua kebenaran itu tak peduli jika semua orang akn mendengar kata-katanya.
Mendengar itu semua, tanpa di komando lagi, para wartawan yang sejak tadi meliput secara diam-diam mulai terang-terangan mendekat ke arah Arjuna dan Hasan yang terlibat perdebatan panas itu.
__ADS_1
Melihat banyak wartawan mendekat, Hasan mulai terlihat serba salah karena ucapan Arjuna yang bisa saja merusak reputasi yang mati-matian di bangunnya selama ini demi berhasilnya dalam pemilihan, namun itu hanya terjadi beberapa saat saja, karena saat pria tua itu membaca pesan yang baru saja masuk ke ponselnya, sudut bibir pria itu terlihat seperti terangkat, kegugupannya hilang seketika dan berganti tatapan culas yang penuh rencana jahat dan licik.
"Kapten Arjuna Bimantara, sebenarnya aku tak ingin membuka aib keluarga ku, tapi karena anda sudah membuka pembicaraan tentang putri saya, saya katakan pada anda kalau Chery saat ini sedang menjalani perawatan rehabilitasi ketergantungan obat terlarang, namun baru saja saya mendapat kabar kalau dia kabur dari tempat rehabilitasi, mumpung banyak wartawan di sini, sekalian saya umumkan bagi siapa saja yang menemukan putri saya, harap mengantarkannya ke kediaman kami, pikirannya sudah benar-benar kacau, dia sering bertindak di luar logika, bahkan pernah menggoda saya sebagai ayah tirinya untuk tid---"
Bugh!
Tak tahan mendengar ocehan Hasan yang membual dn memfitnah Chery di depan para wartawan, Arjuna akhirnya mel;ayangkan tinjunya tepat ke arah wajah pria setengah baya itu, membuat para pengawal dan petugas keamanan merangsek berusaha mencekal Arjuna, namun dengan sok gagahnya Hasan memberi kode untuk melepaskan Arjuna.
"Lepaskan dia, aku bisa mengerti apa yang di rasakannya, pasti dia merasa kecewa dengan kenyataan yang terjadi dengan putri ku yang banyak di puja-puja oleh kaum pria itu, anda hanya satu dari sekian banyak pria yang pasti kecewa dengan kenyataan ini," Hasan mengusap usap rahang kirinya yang terasa panas dan nyeri akibat bogeman mentah yang di layangkan Arjuna.
"Anda bisa lihat foto ini sebagai bukti, Kapten!" Hasan menunjukkan foto dirinya dan Chery yang pernah di jadikan Sean sebagai ancaman pada Chery agar menurut padanya, namun kini foto itu sudah di siarkan secara luas oleh Hasan.
Para wartawan berebut melihat dan mengabadikan foto-foto tak senonoh itu.
__ADS_1
"Kau benar-benar iblis, aku tak akan melepaskan mu, Hasan!" dada Arjuna bergemuruh melihat foto Chery yang seolah sedang merayu Hasan dengan mesranya itu.
"Tak akan ada tempat bagi Chery untuk bersembunyi setelah berita ini tersiar, dan tak akan ada pria yang mau memperistrinya dengan namanya yang sangat buruk sekarang ini." Bisik Hasan di telinga Arjuna.
"Ya, tak akan ada pria manapun yang memperistrinya, karena dia hanya milik ku, dia hanya akan menjadi istri ku, dan kau,,, kupastikan aku akan menghancurkan mu, coba kau cek kilang minyak mu, apa baik-baik saja keadaannya sekarang ini? Lantas kau cek pula orang-orang yang kau percaya untuk mengedarkan obat terlarang di tempat-tempat hiburan, apa mereka masih aman?" Arjuna balas berbisik di telinga Hasan yang wajahnya langsung pucat pasi mendengar ucapan Arjuna yang mengatakan hal-hal yang membuatnya pusing seharian ini.
Tadi pagi dia mendapat kabar jika beberapa orang kepercayaannya yang di tugaskan untuk mengedarkan narko-ba di tempat hiburan malam miliknya tiba-tiba menghilang dari semalam, lantas siang harinya dia mendapat kabar jika kilang minyaknya di demo warga karena mencemari lingkungan, belum saja dua masalah itu selesai, Sean mengajaknya bertemu dan meminta bagian wilayah lebih banyak lagi untuk pemasaran jaringan obat terlarangnya, bahkan dia mengancam Hasan dengan foto yang sama yang dia gunakan untuk mengancam Chery, jika Hasan tak mau menuruti kemauannya, Sean akan membingkai itu seolah-olah sebuah perselingkuhan antara Ayah dan anak tiri sehingga nama Chery maupun Hasan akan hancur dalam sekejap saja.
Namun saat dia berdebat panas dengan Arjuna dan anak buahnya lagi-lagi memberinya kabar buruk untuk kesekian kalinya dia terima di hari ini, yaitu Chery melarikan diri dari penyekapan, akhirnya Hasan mempunyai ide gila untuk membuat cerita yang dia karang tadi seolah-olah Chery kehilangan akal karena narko-ba dan bertindak di luar logika dan merayunya, dengan demikian secara spontan ancaman Sean terpatahkan, dan Chery yang melarikan diri, tak bisa sembunyi di mana pun, karena berita tentang dirinya akan segera menjadi berita utama di setiap lini berita.
Ternyata tak semudah yang di kira dalam melawan Hasan, pria tua itu terlalu licik dan berhati iblis.
"Kalau sampai aku tau kau terlibat dalam semua kekacauan ini, aku tak akan membiarkan mu hidup tenang dan mati dengan cara mudah!" Ancam Hasan.
__ADS_1
"Ini baru permulaan, bapak Hasan Basri yang terhormat!" Arjuna menyunggingkan senyumnya untuk Hasan yang terlihat mengeratkan rahangnya karena meraa sangat marah dengan Arjuna yang di rasa terlalu jauh mencampuri urusannya.