Dendam Cinta Sang Kapten

Dendam Cinta Sang Kapten
Dari hati ke hati


__ADS_3

Melihat foto itu, Arjuna langsung mengenali kalau itu memang mobil miliknya.


"Siapa yang mengirim pesan itu pada mu?" Arjuna merampas ponsel Chery dan memeriksa nomor si pengirim pesan yang ternyata sudah beberapa kali mengirimkan pesan berisi ancaman pada Chery.


"Ini ancaman serius, kenapa kamu hanya mengabaikannya?" gumam Arjuna saat membaca pesan-pesan berisi ancaman yang di kirim oleh beberapa nomor asing sejak beberapa hari yang lalu.


"Aku pikir itu hanya ancaman biasa saja, selama ini aku juga sering mendapat pesan berisi makian dan cacian dari para pembenci ku." Elak Chery yang merasa sudah sangat terbiasa dengan ocehan para pembencinya.


"Tapi ini bukan bahasa haters, ini merupakan ancaman serius." Kata Arjuna lagi, lantas dia menghubungi Fajar dan meminta untuk melacak siapa pengirim pesan-pesan berisi teror itu.


Sekurangnya ada sekitar empat nomor yang Arjuna berikan pada Fajar untuk di lacak oleh ajudannya yang ahli dalam bidang IT itu, dan jawaban mengejutkan Arjuna dapatkan hanya kurang dari setengah jam saja, berdasarkan pelacakan yang di lakukan Fajar, ke-empat nomor yang di kirimkan Arjuna padanya itu semuanya berada di lokasi alamat yang sama, yaitu alamat rumah kediaman Hasan Basri.


Harusnya Arjuna tak begitu terkejut dengan hal itu, karena sedari awal dia sudah bisa memperhitungkan atau menebak kalau Hasan Basri pasti tak akan tinggal diam dengan kebebasan yang di dapatkan Chery saat ini, karena mau tidak mau dia akan ikut terseret dalam pusaran masalah yang masih menjadi polemik di masyarakat itu, sehingga tentu saja hal itu akan mempengaruhi pencalonan dirinya untuk maju di pemilihan presiden yang sudah menghabiskan banyak uang, tenaga dan pikiran selama ini.


Chery hanya tersenyum getir, "Bajingan itu masih belum puas juga rupanya."


"Apa selama ini Hasan selalu mengganggu mu?"


"Ah sudahlah, bahkan kamu pun tak akan percaya jika aku mengatakan di malam kejadian itu aku sedang lari karena hendak di lecehkan bajingan tua itu, sialnya lagi sepertinya dia mencampurkan obat pada minuman ku sehingga membuat aku kehilangan konsentrasi saat berkendara, tapi ya sudahlah, toh aku juga belum bisa membuktikan itu semua, biarlah kehilangan yang di alami oleh mu itu menjadi salah ku, maaf atas semua yang terjadi pada mu dan Luna, meskipun aku tak layak untuk di maafkan." sesal Chery.

__ADS_1


Hati Arjuna berdenyut nyeri mendengar ucapan Chery, benar kata Sean, hidup Chery sudah sedemikian hancur dan menderita, namun dengan egoisnya dia malah menambah kehancuran di kehidupan gadis itu dengan mem blow up video kecelakaan itu yang membuat Chery kini semakin terpuruk dan kehilangan kepercayaan, pekerjaan bahkan kebebasannya.


"Chery, maafkan aku. Kau boleh membenci ku, tapi aku tak bisa menyimpan ini lebih lama, aku-- aku orang yang telah memberikan video itu pada salah satu media untuk melemparkannya ke publik, sehingga membuat mu terjebak dalam keadaan seperti ini, aku orang yang sudah melukai mu." Arjuna mengungkapkan pengakuan dosanya.


Namun reaksi Chery jauh dari dugaan Arjuna, jika Arjuna mengira Chery akan marah bahkan memakinya, itu semua salah, karena Chery hanya tersenyum samar bahkan hampir tak terlihat karena bbirnya hanya membentuk lengkungan tipis, sikapnya pun masih terlihat tenang.


"Tak perlu terlalu menyalahkan diri mu sendiri, hidupku sudah penuh luka jauh sebelum kamu melakukan itu, bahkan jauh sebelum kecelakaan itu terjadi," ujar Chery yang ketenangan sikapnya justru membuat Arjuna semakin di hantui rasa bersalah.


"Kamu boleh marah atau memaki ku, bahkan kamu juga boleh memukul dan menampar ku, aku bersalah!" sesal Arjuna.


"Aku tidak akan melakukan itu semua, karena aku tidak pernah membenci mu, bahkan rasa ku masih sama untuk mu, meskipun kamu yang aku yakini tak akan menyakiti ku, ternyata turut menghancurkan ku berkeping-keping, namun saat aku ingat kepedihan apa yang telah aku berikan pada mu sebelumnya, aku merasa itu pantas untuk ku terima, aku tak akan marah atau menyalahkan mu." Ujar Chery masih dengan sikap tenangnya.


Perkataan Chery itu ternyata sukses membuat mata Arjuna berkaca-kaca, pria gagah berani itu merasa menjadi orang paling jahat dan kejam di seluruh dunia, karena dia telah menyakiti Chery sedemikian rupa, namun gadis itu tak sedikitpun menyalahkannya. Kegilaan macam apa yang di deritanya sehingga dia menyakiti wanita se-tulus Chery.


"Suka dan duka setiap orang itu berbeda-beda, tidak bisa di banding-bandingkan, dan jika bahagia ku adalah mencintai mu, maka menahan luka karena mu itu bukan suatu duka buat ku." Cengir Chery tanpa beban, membuat Arjuna mengangkat wajahnya dan memeluk gadis di hadapannya itu sangat erat.


"Chery--- kamu ini terlalu baik atau terlalu bodoh? Kamu sibuk menyiksa diri untuk orang yang tak pantas di cintai seperti ku, sampai kamu lupa kalau kamu juga perlu bahagia." Arjuna menyembunyikan tangisnya di balik punggung Chery, dia sungguh merasa menyesal telah melakukan kebodohan besar dalam hidupnya.


Kini Arjuna mengerti dengan petuah ketua adat yang di sampaikan padanya saat acara itu, 'Abaikan rasa sakitnya, atau kalian tak akan bahagia'

__ADS_1


Ternyata ini maksudnya, selama dia merasa menjadi orang paling tersakiti di dunia ini, dan menggenggam dendam pada Chery atas perpisahan yang di alaminya dengan Luna, maka hidupnya tak akan pernah bahagia, karena sejatinya kebahagiaan Arjuna berada pada Chery, begitupun sebaliknya, jadi selama Arjuna masih mempertahankan egonya, bukan hanya dia sendiri saja yang tak akan merasa bahagia, namun Chery juga akan merasakan hal yang sama.


Hari ini ketulusan Chery telah berhasil meruntuhkan ego Arjuna, membuat dia sadar kalau Chery adalah satu-satunya wanita yang di inginkannya, sebelum akhirnya dia tersadar saat sebuah panggilan telepon mengurai pelukannya, sebuah panggilan telepon dari pihak rumah sakit yang memberitahukan kalau Ines saat ini di rawat di sana.


Arjuna melupakan satu hal, dan itu Ines, dia masih harus bersabar untuk kembali memenangkan hati Chery, karena kenyataannya saat ini ada sosok wanita lain yang terpaksa harus dicantumkan dalam perjalanan hidupnya meskipun tanpa cinta dan perasaan, namun lebih ke sebuah tanggung jawab dan loyalitas dalam pekerjaan.


"Ada apa?" tanya Chery meskipun tadi sempat samar-samat mendengar percakapan Arjuna yang membicarakan masalah Ines.


"Emmhh, petugas rumah sakit, katanya Ines di larikan ke sana." Jawab Arjuna sedikit tergagap dan canggung karena membahas wanita lain di hadapan Chery secara langsung sungguh membuatnya tak nyaman untuk sekarang ini, padahal sebelumnya dia bisa dengan santainya memamerkan kalau Ines adalah kekasihnya.


"Ya sudah, tunggu apa lagi? Cepat pergi ke sana dan lihat keadaannya." Ujar Chery.


"Aku akan menghubungi orang tuanya agar melihat keadaan putri mereka." Arjuna menolak untuk pergi, bagaimana pun keselamatan Chery lebih penting saat ini.


"Aku bisa sendiri, tenang saja aku akan baik-baik saja." kata Chery.


"Dia punya keluarga besar yang bisa menemaninya, dan dia pun akan baik-baik saja tanpa aku harus berada di sana, sementara kamu tidak punya siapa-siapa, aku tak akan pergi kemana pun meski kamu mengusir ku." Arjuna meraih makanan pesanannya yang sudah dingin karena sejak tadi hanya di biarkan saja tanpa di sentuhnya sedikit pun.


"Kamu tak boleh mempermainkan perasaan wanita seperti itu, aku liahat Ines waita yang baik dan dia sangat mencintai mu, aku memang mencintai mu, tapi aku tak mau menjadi orang ke tiga dalam hubungan kalian, biarkan aku berjuang sendiri, dengan persaan cinta ku yang tak perlu balasan mu, dengan semua permasalahan hidup yang tak perlu bantuan mu, aku bisa berjuang sendirian, percayalah!" Chery merasa tak enak hati dan tak ingin dirinya menjadi batu sandungan dalam kehidupan Arjuna.

__ADS_1


"Kita semua memang sibuk berjuang dalam cerita yang di gariskan Tuhan untuk kita, tapi satu yang harus kamu tau, mulai saat ini perjuangan ku adalah untuk membahagiakan mu, jadi kamu tak perlu berjuang sendiri, karena aku akan selalu menemani." Kata Arjuna dengan perasaan hati yang kini jauh lebih tenang dan ringan setelah berbicara dari hati ke hati dengan Chery.


"Oh tidak, apakah aku sedang di rayu oleh kekasih orang?" seloroh Chery menggeleng-gelengkan kepalanya sembari berdecak kesal, dia sangat kesal karena tak tau harus merasa bahagia atau justru merasa sedih karena pria yang kini sedang merayunya ini merupakan kekasih dari wanita lain.


__ADS_2