Dendam Cinta Sang Kapten

Dendam Cinta Sang Kapten
Jauhi dia,


__ADS_3

"Maksud mu?" Arjuna menjadi semakin tertarik dengan topik pembicaraan yang di sampaikan Ines, sehingga dia mulai bisa mengerti alur misi yang di berikan Berto padanya, sepertinya ada banyak rahasia tersimpan dari Ines baik itu tentang Hasan maupun Sean, ini akan sangat seru, pikir Arjuna tersenyum samar.


"Yang jelas, jauhi Sean. Jangan terlibat masalah apapun dengannya." Ines terlihat serba salah, dia sangat ingin menceritakan siapa Sean yang sebenarnya pada Arjuna, tapi dia sudah sama-sama berjanji untuk saling menyimpan rahasia masing-masing abtara dirinya dengan Sean.


"Apa kamu tak percaya dengan ku? Bukankah suatu hubungan itu harus di landasi oleh kejujuran? Lantas bagaimana sebuah hubungan bisa di mulai jika tidak ada kejujuran dan kepercayaan di dalamnya," rayu Arjuna.


Ines menghela nafas berat, dari raut wajahnya dia sangat terlihat kebingungan menghadapi intimidasi Arjuna.


"Apa yang ingin kamu tau dari ku?" Ines menyerah.


"Sean, tentang sisi lain Sean malik yang aku yakin kamu tahu." Desak Arjuna.


"Kenapa kamu berpikiran kalau aku tau tentang semua hal itu?" Elak Ines, sungguh dia merasa berat hati jika harus membongkar masa lalu kelamnya bersama Sean saat kuliah di luar negeri sana.


"Ya sudah, aku juga tak akan memakasakan jika kamu tak ingi berbagi cerita dan tak mempercayai ku, aku hargai keputusan mu." Arjuna berakting seolah-olah dia sedang merajuk.


"Kamu terlihat sangat tertarik dengan kehidupan Sean, apa semua ini ada kaitannya dengan Chery? Tidak kah kamu juga menutup-nutupi perasaan mu yang sebenarnya untuk Chery dari ku?" Todong Ines, membuat Arjuna menelan ludahnya dan hampir saja terlihat gelagapan karena dia tak menyangka akan di tanya hal seperti itu oleh Ines.


"Kamu terlalu banyak berpikir, tak semua mengenai pekerjaan ku harus aku ceritakan, meski pada pasangan ku sekali pun." Elak Arjuna, menyiratkan kalau urusannya dengan Sean hanya sebatas masalah pekerjaan, tidak lebih.


"Aku sudah mengatakannya tadi, tidak usah bersenggolan dengannya, lagi pula, sia-sia saja jika kamu berniat mengungkap kejahatannya, orang-orang di belakang Sean terlalu kuat untuk di hadapi seorang kapten seperti mu."


Deg,


Dari apa yang di sampaikan Ines padanya, Arjuna menjadi semakin yakin jika ada hal besar yang Ines tau tentang Sean tapi berusaha dia sembunyikan.

__ADS_1


"Terimakasih, sudah mengingatkan ku, walau pun aku tak tau itu semua kamu lakukan karena kamu benar peduli pada ku, atau kamu sedang meremehkan ku yang hanya sebagai Kapten, tak sebanding jika beranding dengan mu yang seorang anak jendral besar, petinggi di kepolisian, aku sadar, kok!"


"Eh, bukan maksud ku under estimate, aku hanya--"


"Cukup, tak usah di lanjutkan, aku tak akan bertanya apaun lagi pada mu." Kata Arjuna yang yakin kalau saat ini dia berhasil membalikkan keadaan dimana Ines pasti akn merasa bersalah pada dirinya, dia hanya perlu memainkan peran sebagai pria terhinakan untuk bisa membuat Ines mau bicara.


"Oke oke aku cerita, Sean terlibat jaringan mafia narko-ba kelas atas di luar negeri, mungkin sebentar lagi akan menjadi penguasa bisnis hitam di dalam negeri, tapi berjanjilah untuk tak mengusiknya, aku tak peduli jika orang lain yang mengusiknya, tapi jangan kamu, itu terlalu berbahaya!" Akhirnya Ines membuka suara dan mengatakan kebenaran itu pada Arjuna.


"Kenapa, karena aku hanya seorang kapten yang biasa saja, tak punya kemampuan apapun?" Arjuna menyembunyikan rasa keterkejutannya dengan berusaha balik menekan Ines agar menceritakan tentang Sean lebih jauh.


"Bukan seperti itu, tapi aku sangat mengenal bagaimana Sean, dia bisa berbuat jahat sesuka hatinya tanpa tersentuh hukum karena pengetahuannya tentang hukum dan orang-orang yang melindunginya." Ines mulai terjebak dengan perangkap-perangkap yang di buat Arjuna untuknya agar mau bercerita.


"Bagaimana kamu bisa sangat mnengenalnya dengan sebaik itu?"


Sepertinya Ines masih enggan bercerita tentang hubungan apa yang di miliki dirinya dengan Sean, namun hal itu tak terlalu berpengaruh juga buat Arjuna, informasi yang di berikan Ines tentang Sean sudah sangat cukup baginya, adapun tentang hubungan apa yang terjadi antara Ines dan Sean , sama sekali Arjuna tak tertarik akan hal itu.


Fajar terburu-buru menemui Arjuna di ruangannya segera setelah Ines keluar dari sana, "Ndan, aku sudah menemukan titik keberadaan Chery." Lapornya.


Sean meminta Fajar untuk melacak keberadaan Chery lewat ponselnya.


"Oke aku akan menghubungi Tores agar ikut bersama ku mendatangi tempat itu, sementara kamu tetap berada di sini dan menghandle pekerjaan ku." Titah Arjuna yang lantas di angguki Fajar tanpa bantahan sedikit pun.


Tak membuang waktu lagi, setelah menghubungi Tores dan menyusun rencana dengannya, Arjuna segera meninggalkan kantor menuju tempat di mana dia dan Tores janji bertemu.


Kini Arjuna dan Tores sudah berada di kawasan apartemen milik Sean, keduanya segera menuju ke unit milik Sean.

__ADS_1


Dua orang anak buah Sean yang berjaga di apartemen itu membukakan pintu saat Arjuna memencet bel tanpa sabar.


"Dimana Chery?" Tanya Arjuna to the point.


"Ini kediaman Sean Malik, anda salah alamat!" Jawab anak buah Sean yang berperawakan tinggi besar itu keduanya berdiri di ambang pintu sampai tak ada celah untuk siapapun masuk ke dalamnya karena pintu penuh sesak dengan kedua tubuh kekar itu.


"Aku tau, tapi masalahnya, Sean Malik menyembunyikan kekasih ku di dalam sini, cepat menyingkirlah, atau kau akan di anggap menghalang-halangi tugas polisi yang sedang bertugas membebaskan korban penculikan." Bentak Arjuna sambil mendorong salah satu tubuh anak buah Sean agar memberi akses jalan bagi dirinya untuk masuk ke dalam apartemen.


Mendengar kalau Arjuna adalah seorang polisi yang sedang bertugas, kedua nak buah Sean itu saling berpandangan, lantas menyingkir untuk memberikan Arjuna dan Tores akses jalan masuk.


"Chery, kamu di mana?" Teriak Arjuna memanggil-manggil nama Chery di apartemen milik Sean yang luasnya setara dengan ukuran rumah tipe 54 itu.


Tak terdengar sahutan atau jawaban apapun dari Chery, padahal jelas-jelas hasil pelacakan ponsel Chery, kalau dia berada di tempat ini.


"Tidak ada Ndan!" lapor Tores yang menyusur setiap ruangan di apartemen dua kamar itu.


Arjuna terlihat frustrasi, dia mengeluarkan ponselnya dan mencoba menghubungi ponsel milik Chery, dan betapa terkejutnya saat dia mendengar dering ponsel Chery di meja dekat dirinya kini berdiri, tampak jelas terlihat nama dirinya tertera di layar ponsel sebagai pemanggil, membuat dia sangat yakin kalau Chery memang sebelumnya pernah berada di sini.


"Dimana dia, dimana kalian sembunyikan Chery?" teriak Arjuna dengan marahnya.


"Jangan mengacau di rumah orang jika kau tak mau aku laporkan dengantindakan pembobolan rumah, dia tak ada di sini, dia baru saja pergi dan meminta di antar ke tempat dimana kau tak bisa lagi mengganggu dan menemuinya, karena dia sangat muak dan tak ingin bertemu dengan mu!" Ujar Sean yang tiba-tiba saja datang dari pintu utama.


"Bajingan, katakan dimana kau sembunyikan Chery, jika tidak, aku akan menghancurkan mu." Arjuna terbawa emosi karena merasa sedang di permainkan.


"Pakailah kekuatan cinta mu untuk menemukan dia, bukankah kau sangat mencintainya? Harusnya tidak terlalu susah bagi mu untuk menemukan keberadannya!" ejek Sean dengan seringai merendahkan.

__ADS_1


__ADS_2