Dendam Cinta Sang Kapten

Dendam Cinta Sang Kapten
Apa kamu Fans ku?


__ADS_3

"Sudah bangun, tuan puteri? Putri keluarga tirani yang kebal hukum sehingga bisa berkelakuan seenak jidatnya, setelah menampar seseorang di depan petugas tempo hari, lalu membuat ayah dan anak bertengkar, lantas sekarang membuat keonaran di klub malam plus mencederai kepala orang, kelakuan bejat apa lagi yang akan anda lakukan setelah ini, tuan putri?" Sinis Arjuna dengan tangan yang di lipat di dada sambil duduk di samping ranjang pasien di mana Chery baru saja siuman dari pingsannya, betapa sialnya Chery, baru saja dia tersadar dari pingsannya harus langsung berhadapan dengan manusia menyebalkan seperti Arjuna dan mendengarkan ceramahnya yang membuat telinganya sakit.


"Apa polisi seperti mu juga bertugas memberi ceramah nyinyir seperti ini pada korban pelecehan?" Jawab Chery sekenanya, kepalanya masih terasa berat akibat minuman semalam.


Bagaimana Chery tak kesal, baru saja membuka mata dia harus di hadapkan dengan seseorang yang sangat tak ingin di temuinya sampai kapan pun di sepanjang hidupnya, polisi sinis yang selalu berbicara dengan ketus, penuh marah dan tak enak di dengar itu, selalu saja merecoki hidupnya, padahal Chery yakin kalau dirinya tak pernah berurusan ataupun menyinggung pria itu sebelumnya, namun pria bernama Arjuna Bimantara itu seolah menjadikan dirinya musuh terbesar dalam hidupnya, ini konyol, pikirnya.


"Khusus bagi orang-orang seperti mu aku akan melakukan itu," jawab Arjuna, baginya Chery tak lebih dari seorang wanita yang hanya bisa membuat keonaran dan masalalh dimana pun dia berada, Chery taknubahnya seperti sampah masyarakat di matanya saat ini.


"Pak Polisi, aku rasa di kehidupan kita yang sebelumnya kita berdua adalah musuh bebuyutan, sehingga anda begitu membenci ku, aku sangat yakin kalau aku tak pernah bermasalah dengan mu, tapi anda selalu memandang ku sebagai musuh besar yang sewaktu-waktu siap anda tembak mati, sebegitu bencinya kah anda pada ku?" mata Chery memicing tajam, bagaimana bisa orang asing seperti Arjuna terus menindasnya tanpa alasan, sakit jiwa!


"Ya, aku sangat membenci mu, teramat sangat membenci mu, dan benar kata mu aku sangat ingin menembak mu sampai mati, namun aku rasa hukuman seperti itu terlalu ringan untuk mu," Arjuna mengusap pistol yang terselip di pinggangnya, kata-kata Chery terus memancing amarahnya sehingga semakin meluap di dadanya.


"Oh Tuhan, jangan katakan kalau nasib ku akan seperti John Lennon yang tewas di tembak oleh fans nya sendiri," gumam Chery bergidik ngeri.

__ADS_1


"Apa, fans? Dari ribuan artis di dunia ini hanya kau satu-satunya artis yang tak mungkin aku sukai, jangan mimpi!" cibir Arjuna.


"Oke, berarti anda haters ku, tapi jangan sedih, haters itu adalah fans yang tertunda, aku yakin sebentar lagi anda akan menyukai ku dan menjadi fans sejati ku," Chery menyeringai dengan sedikit mengejek.


"Tertawalah, setelah ini kau akan menyesal, korban pemukulan mu itu sekarang sedang melaporkan tindakan bar-bar mu di kantor polisi, dan asal kau tau, dia adalah adik dari bos ku, adik seorang jendral." Arjuna balik menyeringai karena dia merasa kalau kini Chery tak akan lepas dari jerat hukum dan mendapat lawan yang sebanding walaupun dirinya dengan jelas tau kejadian yang sebenarnya kalau Chery hanya membela diri, namun rasa benci di hatinya menutup mata dan hatinya untuk sebuah kebenaran bagi seorang Chery.


"Sekarang, karena kau sudah sadar, ayo cepat ikut aku ke kantor polisi, dari pada kau di jemput paksa di tempat lain dan penangkapan mu menjadi head line di setiap media," Arjuna mencoba menarik paksa lengan Chery agar bangkit dari tempat tidurnya.


"Tunggu, lepaskan dia!" sebuah suara menghentikan aksi Arjuna saat ini, tentu saja suara itu sangat familiar di telinganya karena itu suara atasannya langsung di kantor, dimana dia adalah yang tadi dia sebut sebagai kepala polisi yang adiknya di pukul Chery tadi malam.


"Nona Chery, saya sudah mendengar kejadian yang menimpa anda dan adik saya di klub semalam, dan saya atas nama adik saya memohon maaf atas tindakan lancangnya, semoga nona berbesar hati untuk tidak memperpanjang urusan ini, saya akan menghukum adik saya secara langsung," Ujar sang Jendral membuat Arjuna merasa sangat kecewa karena cerita yang dia harapkan bukan seperti ini, bagaimana bisa atasannya yang terkenal sangat tegas dan tak pernah bisa tersenggol oleh siapapun bisa se mengalah itu pada Chery, padahal dalam kasus ini adik kandungnya terluka dan mendapat jahitan di kepalanya.


Sungguh Arjuna tak yakin jika yang melakukan pemukulan itu bukan Chery, mungkin si pelaku akan habis di hajar atasannya itu dan menjadi santapan tinju para anak buah setianya di kantor, dan jika pun adiknya hanya terluka ringan pasti atasannya itu akan mengajukan tuntutan dengan penganiayaan berat bahkan percobaan pembunuhan sekalian, agar si pelaku bisa di hukum seberat-beratnya, namun ini--- 'what the---' batin Arjuna memaki.

__ADS_1


"Baik lah pak, sebenarnya saya juga tidak ingin memperpanjang masalah ini, saya terima maaf tulus dari anda," jawab Cheri sambil melirik sinis ke arah Arjuna yang sejak tadi hanya bisa mendengarkan percakapan atasannya dengan Chery sambil berdiri sikap sempurna dan tak berani menyela sepatah kata pun.


"Baik kalau begitu silakan beristirahat kembali, masalah kerusakan di klub dan biaya pengobatan anda sudah saya selesaikan, terimakasih dan maaf telah mengganggu waktu anda." Pamit nya.


"Kapten, kau ku tugaskan untuk jaga dia sampai pulih, dan pastikan semuanya beres, kabarkan pada ku langsung jika terjadi sesuatu pada kesehatan nona Chery, aku harap kau jalankan tugas ini dengan baik!" perintah sang jendral pada Arjuna.


"Siap, laksanakan!" jawab Arjuna meski dengan berat hati namun sebagai sebagai seorang bawahan dia harus selalu siap dan sedia dengan apapun perintah atasannya.


Selepas atasannya pergi meninggalkan ruang rawat dimana Chery berada dan mengatakan kalau Chery bisa meminta bantuan apapun pada Arjuna, wajah pria itu terlihat sangat kesal, bagaimana mungkin dirinya jadi terjebak untuk menjaga wanita yang paling di bencinya itu, padahal niatnya sebelumnya hanya ingin memastikan kalau Chery tidak melarikan diri dan menunggui wanita itu semalaman di rumah sakit, namun apa daya nasib berkata lain, karena ternyata harapannya untuk melihat Chery terpojok karena terlibat masalah dengan adik dari atasannya itu malah berbalik dirinya yang kini terpojok dan tak bisa berbuat apa-apa karena di perintahkan untuk menjaga sang artis.


"Eh, mau kemana? Apa anda tak dengar perintah atasan anda tadi untuk tetap menjaga ku?" cegah Chery saat melihat Arjuna melangkahkan kaki menuju pintu keluar.


"Kau bukan anak bayi yang perlu di jaga, lagi pula aku bukan pengasuh mu tuan putri, anda bisa dengan hebat terbebas dari kasus yang melibatkan adik jendral, jadi aku rasa anda bisa menjaga diri anda sendiri." Sinis Arjuna.

__ADS_1


"Oke, silakan pergi dan aku akan melaporkan semua ini pada atasan mu," Chery kembali merebahkan diri di ranjangnya dengan santai sambil melihat apa yang akan Arjuna lakukan dengan ancamannya itu, apakah dia akan tetap melangkahkan kakinya ke luar ruangan dan meninggalkannya pergi begitu saja, atau mungkin dia akan kembali ke ruangan dan melaksanakan tugas yang di berikan atasannya.


__ADS_2