Dendam Cinta Sang Kapten

Dendam Cinta Sang Kapten
Tuan Putri


__ADS_3

Malam ini Chery kembali tak bisa tidur, semenjak kecelakaan itu, wajah wanita penuh darah selalu terbayang jelas di hadapannya jika dia memejamkan matanya, makanya semenjak tragedi itu dia tak pernah lepas dari obat tidur untuk di konsumsinya, bahkan terapi dengan psikister pun seolah tak ada hasilnya, hatinya selaku merasa gundah dan gelisah.


Belum lagi dia juga tak bisa sepenuhnya mengingat kejadian nahas di malam itu, entah obat apa yang di bubuhkan Hasan di minuman Chery sehingga wanita malang itu seperti mabuk berat dan kehilangan beberapa memorinya pada malam itu, yang dia tahu dia kabur dari rumah Hasan dan menabrak seseorang, yang sejauh dia tahu kalau orang yang di tabraknya hanya mengalami luka ringan, dan kini keadaannya baik-baik saja, setidaknya itu yang Dion dan ibunya katakan padanya di rumah sakit malam itu setelah dia kecelakaan.


Merasa suntuk dan tertekan dengan bayangan mengerikannya, Chery memutuskan untuk pergi mencari hiburan malam ini, sudah lama rasanya dia tak pergi ke klub, untuk sekedar menghibur diri dan melepas penat dari kesibukannya, lagi pula besok dia tak ada jadwal syuting, karena kegiatan stuting baru akan di mulai lagi minggu depan di luar kota.


Chery melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, sudah menjadi kebiasaan barunya semenjak kejadian kecelakaan malam itu, dia sudah tak berani lagi menginjak pedal gas nya dalam-dalam, sungguh kejadian mengerikan itu tak ingin dia alami lagi seumur hidupnya, sukuplah kali itu saja untuk yang pertama dan terakhir, mungkin inijuga cara Tuhan mengingatkannya untuk lebih berhati-dati dalam berkendara.


Mobil sedan mewah berwarna merah menyala pabrikan Jerman yang berlogo empat cincin saling menyatu keluaran terbaru itu masuk ke pelataran parkir VVIP sebuah klub ternama di ibu kota, Chery memang salah satu member VVIP di sana, karena dia merupakan brand ambassador klub itu selama kurang lebih sudah lima tahun lamanya, sehingga dia mendapat pelayanan khusus di sana, terlebih saham terbesar klub itu di pegang oleh Hasan sang ayah tiri, sehingga Chery akan di sambut bak ratu saat datang ke tempat itu dengan pengawalan khusus dari pihak klub.


Chery masuk ke klub melalui pintu khusus yang tak menyatu dengan pengunjung lainnya, tentu saja itu membuat Arjuna yang ternyata sejak tadi mengikuti Chery sejak keluar dari apartemennya merasa kelabakan karena kehilangan jejak pantauannya. Arjuna memutuskan untuk mengintai Chery malam itu, dia bahkan menunggui sang Artis di parkiran apartemen mewah milik wanita itu demi mengetahui apa saja dan kemana saja artis itu pergi, dan berharap bisa mendapatkan bukti atau petunjuk dari pengintaian yang di lakukannya itu.

__ADS_1


Akhirnya Arjuna masuk lewat pintu yang memang di peruntukan bagi pengunjung umum, biarlah nanti dia akan mencari keberadaan Chery di dalam, meskipun dia bukan penikmat hiburan malam, namun terhitung sudah kali dia pernah masuk ke tempat itu sat dia harus menemani atasannya yang meminta bertemu di tempat itu untuk membicarakan masalah pekerjaan, aneh memang,,, membicarakan pekerjaan di tempat se berisik itu, namun ya begitulah, sebagai bawahan bukannya dia hanya bisa menuruti saja apa yang di minta oleh atasannya, meskipun dia tak begitu suka tempat seperti itu.


Suara bising musik dengan volume yang sangat kencang dan riuh sorak para pengunjung yang sedang benggoyangkan tubuhnya di area dance floor mengikuti alunan musik yang DJ mainkan malam itu.


Bukan hal yang mudah menemukan seseorang di tempat yang begitu ramai, namun Arjuna tetap harus menemukan Chery, dan akhirnya matanya menangkap sosok yang memang sedang di carinya, seorang wanita muda dengan celana kulit ketat berwarna hitam dan atasan sabrina dengan warna senada dengan topi blink-blink yang di kenakannya, meskipun dia berusaha membaur dengan banyak orang di sana dia tetap terlihat mencolok di antara yang lainnya, aura bintang Chery memang tak bisa di sembunyikan.


Setelah mendapatkan kembali target buruannya, Arjuna mencari tempat duduk yang bisa menatap secara langsung ke arah wanita yang kini menjadi pusat perhatian di area bar itu, namun sepertinya Chery tak mau ambil pusing, dia hanya ingin melepaskan penatnya dan sedikit bersenang-senang, dia bahkan meminta orang-orang klub yang menjaganya agar kembali bekerja dan meninggalkan dirinya sendiri.


"Cocktail satu!" pesan Chery pada seorang bartender muda yang kini sedang menatap wajah artis cantik yang biasanya dia lihat hanya lewat layar televisi dan layar ponselnya saja itu.


"Cocktail istimewa untuk anda, sesuai dengan nama anda, saya menambahkan buah chery di atasnya, terlihat cantik dan menggairahkan." Seorang pria setengah mabuk justru memberikan segelas minuman cantik nan memabukan itu ke hadapan Chery.

__ADS_1


"Maaf, saya tidak terbiasa menerima minuman dari sembarang orang!" tolak Chery, seraya mengambil minuman pesanannya yang di sodorkan oleh bartender tadi padanya.


"Sombong sekali kau rupanya, aku hanya berbuat baik dengan menawarkan minuman pada mu tapi kau menolak dengan kasar, ku pikir kau sebaik peran-peran mu di film dan televisi, ternyata---" oceh pria yang di bawah pengaruh minuman beralkohol itu terus meracau sambil menunjuk ke arah Chery yang tetap santai menikmati minumannya tanpa berniat memperdulikan pria itu sedikit pun.


Namu tanpa di sangka-sangka pria mabuk itu tiba-tiba menarik pinggang ramping Chery yang hampir saja jatuh dari kursi bar tanpa sandaran yang lumayan tinggi.


Mendapati serangan tiba-tiba seperti itu dari pria asing di sebelahnya yang kini mencoba menciumnya, tanpa pikir panjang lagi Chery menyambar botol minuman yang terdapat di meja bar dan menghantamkannya ke kepala pria itu sehingga darah segar langsung mengalir dari kening turun ke hidung dan memenuhi wajah pria itu.


Melihat pemandangan mengerikan yang mengingatkan dirinya akan wanita korban tabrakannya yang merlumur darah di wajahnya membuat Chery langsung kehilangan kesadarannya seketika, teror setiap dia memejamkan mata itu terpampang nyata di hadapannya, membuat dia tak mampu lagi bertahan dari guncangan emosinya sendiri.


Entah berapa lama Chery tak sadarkan diri, namun sat dirinya membuka mata, dia kini sudah beraa di ruangan serba putih dan ranjang besi yang dapat di pastikan bukan ranjang miliknya di apartemen. Bahkan ada satu hal lagi yang membuat dirinya kebingungan , karena si perwira polisi menyebalkan itu justu menjadi orang pertama yang dia lihat dari sekian lama dia memejamkan mata karena tak sadarkan diri.

__ADS_1


"Sudah bangun, tuan puteri? Putri keluarga tirani yang kebal hukum sehingga berkelakuan seenaknya, setelah menampar seseorang di depan petugas, membuat ayah dan anak bertengkar, lantas sekarang membuat keonaran di klub malam plus mencederai kepala orang, kelakuan bejat apa lagi yang akan anda lakukan setelah ini, tuan putri? Sinis Arjuna dengan tanganyang di lipat di dada sambil duduk di samping ranjang pasien dimana Chery baru saja siuman dari pingsannya.


__ADS_2