Dendam Cinta Sang Kapten

Dendam Cinta Sang Kapten
Wajah asli


__ADS_3

Apa yang terjadi pada malam itu? Ada apa dengan semua kebohongan ini?" kali ini Chery berbicara dengan tegas dan penuh intimidasi.


Wajah Sean berubah pucat, dia tak menyangka jika ajakan Chery makan di tempat itu hanya untuk membicarakan tentang kecurigaan kepada dirinya.


"Apa maksud mu? Aku tak mengerti dengan arah bicara mu." elak Sean.


"Aku sengaja mengajak mu untuk berbicara berdua, aku hanya ingin kau mengatakan yang sejujurnya tentang malam itu dan tentang semua hal yang terjadi pada diri ku, termasuk keterlibatan mu dalam hal ini. Aku masih memberi wajah pada mu agar kau tak merada malu jika aku membahasnya di depan Arjuna atau yang lainnya, sejauh ini aku masih menghormati mu sebagai penolong ku, semoga pandangan ku terhadap mu tak berubah, dan semoga kau memang benar-benar tulus sebagai penolong ku." Ujar Chery panjang lebar.


Kecurigaan itu tak serta merta datang begitu saja, semua melewati kecurigaan dan bukti-bukti yang mengarah pada Sean, bahkan saat dirinya mengulur kembali kebeberapa waktu sebelumnya, saat pertama kali bagaimana Sean tiba-tiba hadir dan membantunya dalam pertengkaran dirinya dengan Meta dan Sean yang tiba-tiba mengajukan diri sebagai pengacaranya dalam kasus kecelakaan itu, jika di pikir sekarang ini tubuh Chery bergidik, apa mungkin itu semua sebuah kebetulan? Apa tidak terlalu ter-skema semua kebetulan itu?


"Apa sebenarnya yang kamu pikirkan tentang aku Cher?" tatapan Sean menyiratkan tatapan innocent-nya.


Hampir saja Chery terhanyut dan berubah pikiran untuk berhenti menginterogasi Sean lantas menganggap semua yang di pikirkan dirinya itu hanya sebuah ketakutan dirinya saja, sebelum sebuah pesan dari Arjuna membuatnya seratus persen percaya dan yakin dengan kecurigaannya.


'Kamu dimana, segera pergi menjauh dari Sean, dia berbahaya, dia berkomplot dengan Hasan dalam penculikan mu beberapa hari lalu.' Begitu isi pesannya, terlampir juga foto saat Sean membopong Chery masuk ke gedung apartemennya di ikuti dua orang anak buah Hasan di belakangnya.

__ADS_1


Bukankah itu berarti keterangan Sean tentang kejadian malam itu semua adalah kebohongan, termasuk tentang dirinya yang datang ke apartemen karena mendapat telepon dari Chery.


Gantian wajah Chery yang kini menegang, mengetahui semua kebenaran itu. Ketakutan tiba-tiba menyelimuti dirinya, tanpa pikir panjang lagi, Chery membagikan lokasi keberadaannya pada Arjuna, dia juga sempat mengirim pesan yang niatnya ingin memberi tahu tentang hubungan Sean dengan Ines, yang pernah menikah, namun belum saja itu di lakukan, ponsel sudah di rampas paksa dari tangannya oleh Sean yang merasa curiga dengan perubahan air muka Chery setelah membuka pesan yang dia tak tahu dari siapa.


"Apa ini?" mata sean yang biasanya teduh dan penuh kasih itu berubah merah dan penuh amarah saat melihat foto yang di kirim Arjuna ke ponsel Chery.


"Sean kembalikan pada ku, atau aku akan berteriak di sini!" ancam Chery, dia sudah memperhitungkan kemungkinan-kemungkinan terburuk jika hal ituy terjadi, makanya dia sengaja memilih tempat makan yang terbilang ramai.


Namun selalu ada hal-hal tak terduga yang bisa saja menggagalkan semua rencana yang sudah tersusun rapih dan di perhitungkan dengan matang, contohnya seperti sekarang ini, Chery cukup percaya diri kalau dia dapat meloloskan diri dari Sean dan dia juga cukup percaya diri dengan banyaknya orang di sana dapat membuat Sean takut dan tak berani berbuat macam-macam padanya, namun ternyata semua di luar prediksi.


Tempat yang ramai tak dapat membantu Chery sama sekali karena Sean mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan sebuah foto yang menunjukkan seolah-olah Chery sedang berciuman mesra dengan Hasan.


"Bajingan! Rupanya ini wajah asli mu!" marah Chery.


"Hahaha,,,kau terlalu lama mengenali wajah asli ku, ingat, aku bisa membantu mu keluar dari masalah hukum dengan keahlian ku, namun aku tak bisa membantu mu dari hukum sosial masyarakat yang tentunya lebih kejam di bandingkan dengan hukuman mati." Ujar Sean menakut-nakuti.

__ADS_1


"Apa mau mu?" Chery tak punya pilihan lainselain menanyakan apa yang di inginkan Sean darinya, tidak mungkin Sean melakukan semua itu jika dia tak punya kepentingan atau tujuan tersendiri, bukan?


"Untuk saat ini, kau hanya perlu duduk manis dan ikuti permainan ku, kau adalah tiket ku untuk menjadi kaya raya dan mengendalikan bisnis hitam di tanah air. Jangan coba-coba melawan atau memberontak, aku bisa menghancurkan mu dan orang-orang di sekitar mu dengan sangat mudah." Seringaian Sean terasa asing dan sangat menakutkan sehingga membuat bulu kuduk Chery merinding, apalagi Sean mengatakan hal itu sambil menatap ke arah pintu masuk dimana Arjuna terburu-buru melangkahkan kakinya menuju meja dimana Chery dan Sean duduk, seolah-olah Sean mengisyaratkan jika Chery macam-macam, maka Sean akan menghancurkan Arjuna tanpa ampun.


"Chery, akhirnya aku menemukan mu, ayo pulang!" ajak Arjuna.


"Aku pergi bersama Sean dan akan pulang bersama dia juga." Tolak Chery.


"Chery,, tapi dia--"


"Sean sudah menceritakan kejadian yang sebenarnya pada malam itu, dia tidak berniat jahat, justru sebaliknya, dia menolong ku malam itu."


"Chery, dia berbohong!"


"Sebaiknya berhenti ikut campur masalah ku mulai sekarang, dan jangan temui aku lagi." Sakit dada Chery terpaksa harus mengatakan hal itu pada Arjuna, namun bagaimana lagi, dia tak ingin melibatkan Arjuna dalam masalahnya dengan Sean, melihat perangai Sean yang licik dan menakutkan, dia menjadi takut jika Arjuna ikut menerima akibat dari permasalahannya itu.

__ADS_1


"Kau dengar Kapten? Dan untuk kau--Sean menunjuk Tores-- Chery sudah tak butuh pengawalan lagi, karena aku akan menjaganya sendiri, bukan begitu Cher?" Sean melirik ke arah Chery yang mengangguk dengan berat, dia juga tak ingin memberi masalah pada Tores di kemudian hari.


"Chery!" panggil Arjuna saat Chery memilih pergi bersama Sean meninggalkan dirinya dan Tores yang kebingungan dengan sikap tak masuk akal Chery.


__ADS_2