Dendam Cinta Sang Kapten

Dendam Cinta Sang Kapten
Pertaruhan


__ADS_3

"Menyingkir lah dari hadapan ku, kau menghalangi jalan ku!" teriak Chery penuh emosi saat Arjuna tak sengaja menghalangi jalannya saat ingin keluar dari coffe shop tempat dirinya berbicara dengan Kamil tadi, sementara Arjuna yang sudah duluan keluar dari tempat itu terpaksa harus kembali masuk karena kunci mobilnya tertinggal di dalam.


Emosi Chery begitu meledak-ledak, dia sangat kesal karena mau tak mau harus menerima krputusan sangbproduser untuk menjadikan Rey sebagainlawan main di film terbarunya, keadaan sungguh memaksanya untuk mengambil opsi ini meski hatinya kini sangat di liputi rasa marah dan kesal yang luar biasa.


Tempramen Chery memang sangat buruk jika sedang menghadapi hal-hal yang diluar keunginannya, dia akan marah pada siapapun dan biasanya kegiatan syuting pun harus di hentikan beberapa saat sampai mood sang artis kembali baik.


Pawang satu-satunya yang bisa 'menjinakkan' Chery dan mengembalikan moodnya hanyalah Dion, manajernya itu yang paling tau harus bagaimana menghadapi perangai buruk sang artis jika sedang bad mood.


"Ckk!" Arjuna hanya berdecak kesal, sedari awal saat dirinya mencurigai Chery terlibat dalam kecelakaan yang menewaskan kekasihnya, dirinya sudah menyimpan rasa tak suka pada Chery, namun setelah melihat perangai dan sikap arogan sang artis padanya barusan perasaan itu langsung naik ke tahap membenci wanita cantik yang banyak di puja oleh masyarakat itu.


"Apa, gak suka?!" bentak Chery seraya membelalak ke arah Arjuna.


Arjuna hanya melengos, sungguh dia ingin melawan jika saja dia tak ingat kalau lawannya itu hanya seorang wanita dan itu hanya akan mencoreng harga dirinya saja.


"Chery, tolong jaga sikap, banyak orang di sini, wartawan akan menulis artikel tentang perilaku buruk mu ini," tegur Dion.


"Maaf mas!" Dion kini menatap ke arah Arjuna dan mengangguk menunjukkan sikap meminta maaf, namun Arjuna hanya menatap tajam dan dingin Chery dan Juga Dion yang berada di hadapannya kini kemudian berlalu pergi meninggalkan artis dan manajer nya itu.


"Ish,,,, ganteng-ganteng jutek amat!" gumam Dion sambil terus melihat Arjuna tanpa berkedip, pria gemulai itu sungguh sangat mengagumi sosok Arjuna dengan wajah tampan dan postur tubuh yang benar-benar proporsional itu.

__ADS_1


Arjuna mendengar gumaman Dion yang memang di ucapkan tidak begitu lirih agar Arjuna dapat mendengarnya, namun tak Arjuna sama sekali tak memperdulikannya.


"Sialan dasar cewek tengil tak tahu diri, awas saja kalau sampai aku bisa membuktikan keterlibatan kejahatan mu, akan ku seret kau ke tahanan, kita lihat apa kau masih bisa se sombong ini!" gerutu Arjuna dalam hatinya, rasa penasaran dan ingin lebih menguak tentang pribadi Chery semakin membuncah di dadanya, dia bahkan sampai berani bertaruh dengan dirinya sendiri kalau Chery benar benar bersalah dalam hal ini.


"Cari profil dan segala sesuatu mengenai artis bernama Chery Arleta!" titah Arjuna pada Fajar saat dirinya baru saja sampai di kantor siang itu selepas istirahat siang, rasa kesalnya pada Chery bahkan belum hilang barang sedikit pun, dadanya masih terasa sangat sesak dan marah jika mendengar nama sang artis di sebutkan.


"Chery Arleta? Apa anda jadi menyelidikinya, seharusnya anda mengajak saya," mata Fajar langsung berbinar saat artis favoritnya di sebut oleh atasannya.


"Cari tau kemana saja dia pergi saat hari kecelakaan Luna, aku sangat yakin kalau dia berada di lokasi saat kejadian itu meski entah sebagai apa," mata Arjuna menatap jauh.


"Apa yang membuat anda begitu yakin, ndan?"


"Kata hati. Kata hati ku mengatakan kalau dia terlibat dan bahkan bersalah dalam kejadian itu."


"Hah, baik dan polos? Jar, semua yang kau saksikan tentang dia itu hanya berlaku di depan kamera saja, fake, palsu! Aku bahkan tadi melihat sedikit sifat aslinya yang sangat menyebalkan, untung saja aku tak pernah menonton televisi, jadi aku tak tertipu dengan sifat manisnya seperti yang kau bilang itu." Arjuna menyunggingkan senyum mengejeknya.


"Tapi saya tetap merasa kalau Chery bukan orang seperti itu Ndan, maaf untuk kali ini pandangan kita berbeda, kecuali kalau sudah ada bukti yang sudah benar-benar mengarah padanya." Fajar bergeming, untuk masalah artis idolanya ini dia tak ingin menyerah begitu saja pada komandannya itu.


"Berani bertaruh?" Arjuna memicingkan mata pada ajudannya.

__ADS_1


"Oke, siapa takut!" Fajar menerima tantangan Arjuna dengan yakin dan percaya diri, Chery Arleta adalah artis idolanya sejak dirinya masih duduk di bangku sekolah menengah pertama, Chery yang juga saat itu sepertinya hanya terpaut dua tahun lebih muda darinya memang sedang menjadi idola anak-anak muda seusia Fajar, hanya saja kecintaannya pada Chery sebagai fans sejati berlanjut sampai kini dirinya sudah menyelesaikan pendidikannya sebagai polisi.


"Kalau dugaan ku benar, maka kau yang akan memborgol dan menyeret artis pujaan mu itu ke dalam sel, aku tak akan mengizinkan petugas lain melakukan hal itu, aku memberikan kehormatan itu pada mu!" Ledek Arjuna.


Fajar terdiam, dalam kepalanya kini mulai terbayang adegan dimana dirinya memasangkan borgol dan menarik artis idolanya untuk masuk ke dalam sel tahanan, sungguh darahnya kini berdesir hebat membayangkan semua itu, apa mungkin dirinya bisa se tega itu?


Tapi dia juga harus menjaga harga dirinya di hadapan atasannya, dia punya keyakinan sendiri kalau Chery tidak mungkin melakukan semua kejahatan yang komandannya tuduhkan.


"Siap, lantas bagaimana jika ternyata tuduhan anda tidak terbukti dan keyakinan saya bahwa Chery tidak bersalah adalah kebenarannya?" Tanpa berniat kurang ajar karena menantang atasannya, namun ini sebuah tantangan dimana permainannya memang mengharuskan seperti ini, lagi pula bukankah Arjuna yang pertama kali ingin berteruh dengannya, bukan dia yang kurang ajar menantang atasannya.


Kini giliran Arjuna yang terdiam beberapa detik sebelum akhirnya kata-kata mengejutkan keluar dari mulutnya.


"Aku akan menikahinya apapun caranya!" Ujar Arjuna penuh keyakinan.


"Ndan," cicit Fajar pelan, kini dia tahu betapa seriusnya Arjuna dalam menguak kasus ini, bagaimana tidak, dia sangat tahu dan sangat paham bagaimana rasa cinta atasannya pada Luna, dia juga menjadi saksi bagaimana mereka menjalani kehidupan manis sebagai pasangan yang serasi dan tak pernah sedikit pun ada keributan, bahkan di kuburan Luna dia menjadi saksi Arjuna mengucap sumpah untuk tak akan mencintai wanita manapun lagi selain Luna, jika kali ini Arjuna sampai berucap sumpah akan menikahi Chery meskipun ini hanya sebuah tantangan dan taruhan, Fajar bisa menyimpulkan kalau Arjuna sudah berada di tahap sangat serius dalam masalah Chery ini.


"Ndan apa anda sadar dengan apa yang anda ucapkan barusan?" tanya Fajar.


"Tentu saja aku sadar, karena aku yakin kau yang akan menyeret artis idola mu ke penjara dan bukan pernikahan ku yang akan terjadi!" tukas Arjuna.

__ADS_1


Sungguh ini hal terberat bagi Fajar, dia benar-benar tak ingin kedua hal itu terjadi, baik dirinya yang menyeret artis idolanya ke tahanan ataupun menyaksikan Arjuna menikahi Chery hanya karena pertaruhan ini, dia tak rela karena baik Arjuna ataupun Chery akan sangat tersiksa jika bersama dalam ikatan pernikahan yang di paksakan, dan mendengar sumpah Arjuna di makam Luna, bukankah kalau itu terjadi, Arjuna juga akan menjalani bahtera rumah tangga tanpa cinta?


Memikirkan semua itu membuat kepala Fajar rasanya mau pecah, namun salah satu dari dua kemungkinan itu pasti akan terjadi, kini hidup dia kedepan akan di liputi perasaan was-was yang teramat mencekam untuk di bayangkan.


__ADS_2