Dendam Cinta Sang Kapten

Dendam Cinta Sang Kapten
Saingan Cinta


__ADS_3

"Aku ingin kembali ke apartemen ku, aku tidak bisa bersembunyi selamanya seperti ini, aku memang bersalah dalam hal ini, dan aku tak ingin menjadi pengecut yang lari dari tanggung jawab, jika memang pengadilan memutuskan untuk aku menjalani hukuman, aku akan terima." Kata Chery dengan mimik pasrah.


"Sebenarnya aku ingin menahan mu, tapi ketika aku sadar kalau aku bukan siapa-siapa mu, rasanya ini terdengar aneh dan tidak pantas, aku hanya bisa mendukung apapun keputusan mu dan tentu saja berharap kamu selalu baik-baik saja dimanapun kamu berada." Sean tertunduk lesu saat Chery mengatakan tak ingin lagi berada di apartemennya.


"Bagaimana pun, aku adalah pengacara mu, aku akan selalu di pihak mu apapun yang terjadi, dan ingatlah untuk menghubungi ku jika kamu memerlukan bantuan, 7x24 jam waktu ku siap untuk mu." Sambung Sean.


Di sambut senyum Chery yang akhirnya lega, karena Sean tak menghalangi keinginannya untuk kembali ke apartemennya, jujur saja, bukan karena Chery tak betah atau enggan untuk tinggal lebih lama di apartemen Sean, hanya saja, dia ingin lebih belajar menghadapi kenyataan, bukan mengingkari atau bersembunyi dari kenyataan, karena baginya kenyataan, sepahit apapun adalah untuk di hadapi, bukan untuk di hindari.


Dia hanya ingin belajar mandiri, semenjak Dion meninggalkannya, dia merasa tak punya siapapun lagi untuk di jadikan sandarannya kecuali bergantung pada kemampuannya sendiri, dia tak ingin menjadi manja dan bergabtungbpada orang lain, meskipun dia yakin Sean juga tulus ingin membantunya.


"Sean, kenapa kamu begitu baik pada ku?" satu hal penting yang selalu terlupakan oleh Chery untuk di pertanyakan pada pengacara tampannya itu, dia sedikit penasaran dengan sikap baik yang di tunjukkan Sean padanya.


Sean beberapa kali datang sebagai pahlawannya, bahkan ketika tak ada seorang pun pengacara yang mau menangani kasusnya, Sean datang dewngan inisiatif nya sendiri tanpa Chery minta.


"Yang jelas karena kamu kaya dan banyak uang, jadi aku tak akan sia-sia membantu mu, aku yakin kamu pasti akan membayar ku dengan sangat mahal jika aku berhasil memenangkan kasus mu, dan satu lagi, pamor ku akan semakin naik, itu namanya strategi marketing," Seloroh Sean dengan di akhiri tawa renyah di akhir kalimatnya.


"Kau sedang mencoba memeras pengangguran seperti ku? Aku tak punya pekerjaan sekarang, bahkan aku tak yakin, jikapun aku di bebaskan dari tuduhan nanti, akan ada produser yang menawari ku peran kembali, jangan-jangan kau akan meminta bayaran dengan tubuh ku?" Chery membalas candaan Sean dengan candaannya juga sambil berpura-pura ketakutan dan menutupi tubuh depannya dengan kedua tangannya, membuat mereka sama-sama terbahak.


"Aku pernah gagal melindungi orang yang ku cintai, sehingga dia terjerumus pada pergaulan bebas dan menjadi budak obat terlarang. Jujur saja, tadinya aku memang mendekati mu untuk tujuan tertentu, katakan saja balas dendam, namun saat aku mengenal mu lebih jauh, sepertinya kamu tak sepantasnya menjadi target ku."


"Apa itu tentang istri mu?" tebak Chery, namun Sean tak menjawab apapun, dia hanya terdiam tanpa merespon pertanyaan Chery sama sekali.


"Sean, aku baru sadar, selama ini aku tak pernah mendengar kamu pernah menikah, bahkan tak satu pun media pernah membahas tentang status mu, tapi kamu mengaku berstatus duda?" Chery baru sadar, dengan nama besar Sean sebagai pengacara terkenal tanah air dan juga anak seorang politikus senior, sepertinya dia tak pernah mendengar atau melihat istri Sean dalam pemberitaan media, atau dirinya yang terlalu sibuk dan kurang update tentang itu?


"Itu tandanya aku hebat, sehingga aku bisa menyembunyikan identitas mantan istri ku dengan baik sehingga pernikahan kami tidak tercium oleh media sama sekali." Kata Sean tanpa menjelaskan apapun.

__ADS_1


"Tunggu, kenapa banyak orang yang mendekati ku hanya karena ingin balas dendam pada ku? Apa aku se jahat itu?" Chery terbelalak, kenapa dia merasa baik Arjuna maupun Sean mendekati dirinya hanya karena ada tujuan jahat.


"Mungkin leluhur mu dulu melakukan banyak dosa sehingga kamu yang harus menanggung karmanya!" ledek Sean.


"Sean, aku serius, apa aku pernah menyakiti mu tanpa aku sadar, atau aku pernah berbuat kesalahan pada mu? Mengapa kamu ingin membalas dendam pada ku?" wajah Chery berubah menjadi sangat serius saat ini.


"Bukan kamu, tepatnya ayah tiri mu,"


"Hasan?" kaget Chery.


"Hemh, dia. Tapi tolong jangan tanya aku kenapa, untuk saat ini aku belum bisa menceritakannya pada mu, hanya saja, aku rasa target kita bertiga sama." Sean berteka-teki.


"Kita bertiga? Maksudnya siapa lagi selain kita?" Chery terlihat kebingungan.


"Apa hubungannya Arjuna dan Hasan?" Chery masih tetap belum paham dengan maksud dan arah pembicaraan Sean.


"Aku mendapatkan ini dari rumah sakit yang menangani mu di malam kecelakaan itu." Sean menunjukkan beberapa lembar kertas berisi keterangan yang sama sakali tidak menerangkan apa-apa bagi Chery karena gadis itu merasa awam dan tak mengerti tentang masalah ilmu kedokteran.


"Ini hasil tes darah mu saat itu, terdapat kandungan zat obat terlarang dan juga obat perangsang pada hasil pemeriksaan darah mu malam itu, sesuai dengan cerita mu, kamu merasa pusing setelah meminum minuman yang di sajikan di rumah ayah tiri mu itu, dan Hasan mencoba untuk---"


"Membuat ku tidak sadar dan memperkosa ku? Baj-jingan, dia benar-benar iblis!" umpat Chery.


"Itu yang sedang aku perjuangkan dan ingin aku ungkap kebenarannya, setidaknya hukuman mu dapat di ringankan, jika tidak bisa bebas murni, tapi kamu tenang saja, aku tak pernah kalah dalam menangani kasus ku selama ini." Ujar Sean sombong.


**

__ADS_1


"Maaf nona, sejak kemarin ada seorang pria yang terus mencari dan menunggu anda di sini, dan kami menahannya di ruang keamanan karena dia tak mau pergi dan bersikeras ingin menunggu anda di sini." terang pengurus apartemen saat Chery baru saja sampai di apartemen eksklusif nya itu.


"Pria?" Chery mengernyitkan dahinya dan menoleh ke arah Sean, dia menjadi agak paranoid dengan orang asing, apalagi setelah percobaan penyerangan dirinya di pemakaman Dion, dia menjadi lebih banyak merasa waspada dengan orang asing.


"Kenapa tak melaporkannya pada kepolisian, siapa tahu dia berniat jahat." Kata Sean.


"Pria itu mengatakan kenal dengan nona Chery dan dia juga mantan anggota polisi yang desersi dari kedinasan, tapi sejauh ini orangnya baik." Ucap petugas itu polos.


"Yang masih polisi saja tidak ada jaminan dia baik, apalagi yang desersi," sinis Sean.


"Pria itu mengenal ku? Siapa namanya?" Chery jadi merasa penasaran.


"Tores, katanya dia berasal dari---"


"Tores? Aku mengenalnya, suruh dia naik ke sini." Titah Chery, wajahnya berubah menjadi sangat bersemangat.


"Chery, jangan sembarangan memasukan orang, itu berbahaya," protes Sean tak setuju dengan sikap Chery yang menyuruh petugas itu untuk memanggil Tores datang ke unitnya.


"Dia bukan orang jahat, dia teman ku, aku percaya padanya."


Perdebatan antara Chery dan Sean harus berhenti saat suara bel pintu berbunyi.


"Nona, Aku rindu pada mu!" Tores merentangkan kedua tangannya lebar-lebar, namun keinginanya untuk memeluk Chery segera oupus karena Sean berdiri di hadapannya saat ini dan menarapnya dengan tatapan galak.


"Ish siapa pula pria ini Chery, tampan tapi tatapannya menyeramkan, apakah dia saingan cinta komandan?" tanya Tores cuek.

__ADS_1


__ADS_2