Dendam Cinta Sang Kapten

Dendam Cinta Sang Kapten
Lomba cuci tangan


__ADS_3

Berita penangkapan Chery membuat heboh seluruh media masa, puluhan ribu netizen berlomba-lomba menyerbu akun medioa sosial Chery dan juga orang-orang terdekatnya seperti Dion, dan juga Siska dan Hasan, mereka tak luput dari hujatan jari-jari pedas netizen yang menghakimi Chery tanpa peduli kejadian yang sebenarnya terjadi, meskipun ada juga segelintir orang yang tetap memberikan dukungannya untuk artis idolanya agar Chery tetap kuat dan semangat, namun bukankah Chery juga tak akan bisa membaca semua itu, di dalam sel dia tidak di izinkan untuk memegang ponsel.


Hari ke dua penangkapan Chery, masih tak ada yang menjenguk keberadaanya di penjara, begitu pundengan Dion yang biasanya selalu ada di setiap Chery berada, kini asisten setianya itu seakan tak berani menampakan dirinya ke publik, entah dimana dia bersembunyi, namun Chery juga tak ingin menyalahkan Dion, ini masalahnya dan dia tak ingin melibatkan orang lain dalam musibah yang di hadapinya ini, meskipun banyak hal yang ingin Chery tanyakan pada pria kemayu itu, karena Dion adalah salah satu orang yang bersikeras mengatakan dan meyakinkannya kalau korban yang di tabraknya adalah seorang pria, namun Chery yakin Dion punya alasan untuk itu.


Jika Dion seakan bersembunti dari publik, lain halnya dengan Siska dan Hasan yang setiap saat sibuk muncul di setiap acara televisi dan juga wawancara media untuk mengklarifikasi dan menyatakan kalau mereka tidak ada hubungannya sama sekali dengan kejadian yang di alami Chery, mereka juga sibuk mengatakan kalau mereka tak ingin di kait-kaitkan dengan masalah itu, karena mereka tak tau apa-apa mengenai masalah yang di hadapi Chery.


Tidak hanya itu Hasan juga mengintimidasi dan memboykot para pengacara untuk tidak membela Chery, karena dia tahu kalau sampai kasusnya di usut tuntas namanya sudah pasti akan terseret, dan itu akan membuat reputasinya sebagai pejabat yang akan maju dalam pencalonan diri sebagai presiden hancur, sudah banyak uang yang dia gelontorkan untuk pencalonan dirinya itu.


Arjuna mendapat panggilan langsung untuk menghadap Jendral Agung Hartono, tentu saja Arjuna tau kalau pemanggilannya ini pasti terkait dengan penangkapan Chery yang di pimpin oleh dirinyatempo hari, sepertinya Hasan sudah mulai bergerak untuk membereskan masalah ini, ya--- paling tidak dia bisa cuci tangan membersihkan dirinya sendiri dan melimpahkan semua kesalahan pada Chery, sehingga namanya akan tetap baik di mata masyarakat.

__ADS_1


"Kau bertindak ceroboh, siapa yang mengizinkan mu untuk melakukan penangkapan terhadap Chery Arleta?" Agung Hartono menggebrak meja, kemarahan jelas terpancar dari wajahnya yang memerah saat itu.


"Kau bahkan tidak mengajak ku berkompromi terlebih dahulu kalau akan melakukan penangkapan," timpal Sigit yang merupakan kepala divisi lalu lintas, yang juga ada di ruangan itu tak ingin ikut di salahkan oleh Agung.


Masih ada dua jendral lain lagi yang berada di ruangan itu, Arjuna tampak seperti seorang terrdakwa yang di sidang oleh para pejabat kepolisian.


"Siap Jendral, izin. Bukankah status saya adalah kepala divisi kriminal, jadi untuk melakukan penangkapan bukankah saya punya wewenang dalam hal ini tanpa persetujuan dari siapapun? Lagi pula, berita ini sudah terlanjur meledak di masyarakat, citra kita sebagai polisi akan di peraruhkan dan di pertanyakan jika kita tidak mengambil tindakan yang cepat, itu akan semakin memperburuk citra polisi karena di anggap tebang pilih dalam menangani kasus." Terang Arjuna tenang, tentu saja dia sudah bisa memprediksi pertanyaan ini akan di lontarkan padanya, dan dia sudah memikirkan hal itu jauh hari sebelumnya.


Mendengar penuturan Arjuna, ke-tiga jendral yang berada di ruangan itu seperti tak mempunyai kata-kata lagi untuk Arjuna, apa yang di katakan bawahannya itu memang benar dan masuk akal, sebagai gantinya, mereka serempak menoleh ke arah Sigit yang mulai pucat wajahnya seperti tak di aliri darah, dalam hatinya dia mengumpat dan menyumpahi Arjuna setengah mati.

__ADS_1


"Jelaskan pada kami, bagaimana video itu bisa bocor dan tersebar, bukankah itu seharusnya di bawah tanggung jawab mu?" tanya Agung geram, dia tak dapat melampiaskan kemarahannya pada Arjuna karena melakukan penangkapan itu, alasan yang di berikan Arjuna mampu membuatnya terlindung dari kesalahan, dan sasaran empuk untuk kemarahannya kali ini hanya tinggal Sigit, jika video itu di jaga sigit dengan baik dan tak bocor ke masyarakat, tak mungkin semua ini terjadi.


"Siap, salah Jendral, saya akan mencari tahu bagaimana ini bisa bocor, dan asaya akan menindak oknum yang membocorkan ii ke media. Saya pasti akan mengutusnya." gugup Sigit.


"Maaf pak Sigit, untuk apa mencari tau siapa yang menyebabkan video itu bocor, karena kenyataannya itu sudah tersebar dan bukankah itu hanya sia-sia saja? Atau anda sengaja melakukan itu agar anda bisa terlepas dari rasa bersalah atas kejadian besar ini?" ujar Arjuna.


"Pak Arjuna, saya tidak akan lepas tanggung jawab dari masalah ini, saya hanya ingin tahu siapa penghianat yang telah melakukan ini, dan sebagai pemimpin, sipapun bawahan saya yang melakukan kesalahan ini, saya siap menanggung segala resikonya." Geram Sigit.


"Bagus, anda memang pemimpin yang bijaksana, pak Sigit." Arjuna tersenyum samar.

__ADS_1


'Tenang saja, ini hanya kejutan-kejutan kecil untuk kalian, para penghianat negara. Karena hidangan utamanya akan berikan dengan cara yang paling dramatis dan menjadi sejarah yang tak akan di lupakan oleh penghuni negeri ini sampai kapan pun.' Ujar Arjuna dalam hatinya.


Puas rasanya melihat wajah-wajah munafik para penghianat yang kini sedang kalang kabut berlomba membersihkan dan menyelamatkan diri mereka sendiri-sendiri, bahkan mereka yang tadinya akrab bekerja sama dalam melakukan kejahatan secara berjamaah itu saling mencurigai satu sama lainnya, mereka lupa akan sumpah setianya pada negara dan hukum, demi nafsu dan kekuasaan, namun satu hal yang mereka lupa, rumus di dunia ini, kebenaran akan selalu menang meski melawan orang terkuat di bumi sekali pun.


__ADS_2