Dendam Cinta Sang Kapten

Dendam Cinta Sang Kapten
Go publik


__ADS_3

Hari ini publik di hebohkan dengan berita makan malam Sean dan Chery di sebuah restoran, bahkan dalam gambar video dan foto yang di ambil wartawan,mereka terlihat cukup akrab dengan bergandengan tangan sepanjang waktu, meski saat di wawancara para awak media yang mencegat mereka saat hendak meninggalkan resto, tak ada statemen apapun dari keduanya, namun penampilan perdana mereka di luar kasus dan pengadilan tentu saja menuai kritik dan juga dukungan dari publik, ya-- sebagai publik figur, apalagi Sean juga cukup di kenal di tanah air, tentu saja kebersamaan mereka akan menjadi hot topik bagi masyarakat luas, meski pro kontra pasti akan muncul akibat kedekatan mereka itu, namun baik Sean maupun Chery tentu saja sudah mendiskusikan dan mengantisipasi itu semua.


"Sayang, apa kamu sudah lihat berita ini?" Ines yang seperti biasa bergentayangan di ruang kantor Arjuna menunjukkan berita media online di ponselnya, apalagi kalau bukan berita yang sedang ramai di bahas saat ini, yaitu tentang kedekatan Sean dan Chery.


"Aku tak tertarik melihat berita-berita tak jelas seperti itu!" Arjuna memalingkan wajahnya seolah enggan menoleh sedikitpun pada layar ponsel yang menunjukan kebersamaan Chery dengan pria yang gadis itu akui kalau hubungan mereka hanya sebatas pengacara dan kliennya.


Tentu saja sebelum Ines berusaha menunjukkan berita itu padanya, dia sudah melihat berita itu tadio pagi sebelum berangkat kerja, sehingga membuat Fajar hari ini harus berangkat agak siang ke kantor karena harus membereskan rumah dinas yang di buat kacau dan berantakan karena amukan Arjuna setelah membaca berita itu, di tambah lagi Chery sejak tadi pagi tak kunjung dapat di hubungi olehnya, siang ini rencananya Arjuna ingin menemui Chery secara langsung ke apartemen gadis itu guna mempertanyakan kebenaran dari berita yang sedang ramai di pergunjingkan oleh masyarakat luas itu, namun sialnya, Ines justru malah datang ke kantornya dan mengacaukan acaranya, tentu saja dengan kehadiran Ines siang ini, dirinya jadi tidak bisa pergi menemui Chery, makin kesal lah hatinya saat ini.


"Tapi, bukankah dia wanita yang membunuh Luna, calon istri mu itu?" untuk pertama kalinya Ines menyinggung masalah Luna.


Arjuna mengernyitkan keningnya, "Dari mana kamu tau tentang semua itu?"


Arjuna pikir Ines tak tahu tentang itu, karena selama ini kekasih palsunya itu terkesan cuek dan tak peduli dengan latar belakangnya, dan Arjuna pun tak pernah menceritakan tentang kehidupannya karena dia rasa tak di perlukan dan dia juga tak ingin menceritakannya pada Ines.


"Ayah memberi tahu ku." Jawab Ines santai.


"Ayah mu?" beo Arjuna, dia sedikit heran dan tak menyangka jika atasannya itu ternyata menyimpan atensi khusus untuknya, atau mungkin itu hanya karena dirinya yang saat ini sedang dekat dengan putrinya, pikirnya.

__ADS_1


"Hemh, bagaimana tanggapan mu tentang kedekatan mereka berdua? Apa kamu rela pembunuh itu kini bersenang-senang dan terbebas dari hukumannya, itu sama saja seperti mengejek mu," ujar Ines memanas-manasi.


"Aku tak punya tanggapan apa-apa, itu urusan mereka, tidak ada hubungannya dengan ku sama sekali. Dan untuk masalah kebebasan dia, itu sudah keputusan pengadilan, sebagai warga yang patuh dengan hukum dan percaya dengan keadilan aku harus bisa menerima itu semua." Arjuna berusaha menjawab dengan santai dan terkesan seolah biasa saja dengan apa yang terjadi saat ini, padahal jauh di dalam hatinya dia sedang menahan gejolak amarah yang sejak tadi pagi di pendamnya.


"Kenapa aku selalu merasa kalau kamu punya perhatian lain pada Chery, apa ada yang kamu sembunyikan dari ku? Ada hubungan apa sebenarnya antara kamu dan Chery?" sepertinya Ines tak lagi dapat menahan rasa penasarannya.


"Aku tak ada hubungan apapun dengannya, perhatian lain apa maksud mu?"


"Omong kosong, malam itu kamu lebih memilih mendatangi wanita sialan itu daripada makan malam dengan keluarga ku, itu hari ulang tahun ku, dan kamu pergi begitu saja demi mendatangi wanita itu, apa itu bukan perhatian lebih? Bahkan kau datang ke rumah sakit dengannya tanpa rasa bersalah sedikit pun, tanpa memperdulikan perasaan ku, kamu keterlaluan!" Ines memuntahkan semua marah dan kecurigaannya.


"K-Kamu menuduh ku, jika tanpa bukti itu fitnah namanya." Ines tergagap.


"Aku tak marah pada mu, meski aku punya bukti, aku tau kamu melakukan hal itu karena kamu merasa curiga atau cemburu, tapi sebaiknya lain kali kamu tanyakan langsung saja pada ku jika ada hal yang ingin kamu tanyakan, jangan bertindak sesuka hati mu." Arjuna mendekati Ines dan mencoba membujuk wanita itu agar percaya dengan perannya.


"Kamu mengatakan kalau kamu ada pekerjaan, tapi orang suruhan ku mengabari ku kalau kamu mendatangi apartemen wanita itu, tentu saja aku marah!" kilah Ines.


"Aku memang ke sana, dan itu memang untuk urusan pekerjaan, lagi pula aku ke sana bukan untuk bertemu dia, tapi untuk bertemu Tores, bukankah aku pernah mengatakan pada mu kalau Tores adalah mantan ajudan ku saat di pulau, dan kami membicarakan masalah urgent yang terjadi saat itu," bohong Arjuna.

__ADS_1


"Lantas kenapa kamu datang bersama wanita itu?" kejar Ines masih meragukan keterangan Arjuna.


"Oh ayolah, coba kamu pikirkan dengan kepala dingin, jika aku benar-benar ada hubungan dengannya, aku mungkin akan sembunyi-sembunyi saat bersamanya, bukankah membawanya menemui mu itu sama saja bunuh diri? Dia hanya ikut ke rumah sakit karena hendak menemui Sean, karena merasa searah, aku meng-iyakan saja, tidak ada salahnya bukan memberi tumpangan?" kelit Arjuna.


Sepertinya Ines kalah dalam perdebatan kali ini dengan Arjuna, meski masih ada sedikit ganjalan di hatinya, dia harus percaya dengan alasan Arjuna, lagi pula, benar kata Arjuna, jika memang dia ada hubungan khusus dengan Chery, mana mungkin dia akan se-terbuka itu membawa Chery ke hadapannya.


Sebenarnya bukan hanya kedekatan Chery dengan Arjuna yang menjadi masalah Ines, rupanya dia juga merasa tak suka dengan kedekatan Chery dengan Sean, meskipun dirinya sudah tak ada hubungan lagi dengan Sean, tapi dia merasa tak suka jika Sean merasa lebih bahagia di banding dirinya.


"Nanti malam akan ada malam amal dan donasi yang di adalan oleh keluarga besar Rasyid malik, ayah ingin kita mewakilinya untuk datang ke acara itu karena beliau ada acara lain." Kata Ines.


"Rasyid Malik---" Arjuna mengangkat sebelah alisnya.


"Ya, Rasyid malik politikus senior, ayahnya Sean Malik, mungkin wanita itu juga akan ada di sana, sepertinya berita yang di hembuskan hari ini sengaja untuk menarik perhatian dan menaikan acara malam amal keluarga besar Malik, pintar juga strategi mereka," Ines tersenyum nyinyir.


Arjuna terdiam sesaat, rasa marahnya belum reda, dia sedikit ragu apa dirinya masih bisa mengendalikan diri saat melihat Sean dan Chery bersama, sementara dirinya tak bisa berbuat banyak karena akan ada Ines yang mendampinginya, tapi lagi-lagi ini tentang janji yang sudah di sepakati dengan Berto, dia tak bisa mengelak atau mundur di pertengahan jalan seperti ini.


"Oke, aku akan ikut ke acara itu." Jawab Arjuna, dia tak mau Ines merasa curiga jika dirinya menolak ajakan itu, membuat Ines menyeringai puas.

__ADS_1


__ADS_2