Dendam Cinta Sang Kapten

Dendam Cinta Sang Kapten
Negosiasi yang alot


__ADS_3

Arjuna melajukan mobilnya dengan kencang, hatinya terasa seperti tak karuan, terlebih setelah Tores mengiriminya sebuah pesan yang membuat dia menjadi sangat gelisah, tak biasanya mantan ajudannya itu mengundangnya untuk datang ke kantor penyewaan bodyguard bodong yang sengaja Berto dirikan di sana, karena sejatinya itu adalah markas atau tempat rahasia kelompok kecil Berto jika mengadakan pertemuan di Ibukota.


Baru sampai di pelataran bangunan tertutupitu, Arjuna sudah di sambut dengan Berto yang sudah berdiri di depan pintu, hati Arjuna semakin terasa tak karuan karena jika sampai Berto ada di tempat ini, itu berarti ada masalah serius sedang terjadi.


"Tindakan mu ceroboh sekali, kau seharusnya bisa menahan diri jika di depan publik, lihatlah,,, berita di luar menggelinding bagai bola liar, merembet ke mana-mana, Hasan bukan orang sembarangan dia bisa membuat hitam menjadi putih, begitu pun sebaliknya." Kedatangan Arjuna langsung di sambut dengan omelan Berto yang mulai kepanasan dengan berita yang beredar di luaran, dia sungguh tak ingin rencana yang selama ini di susunnya akan gagal karena kecerobohan Arjuna yang tidak bisa menahan dirinya karena hilangnya Chery.


"Jika dia bisa merubah hitam menjadi putih dan juga sebaliknya, maka aku juga bisa menunjukkan warna asli dia di hadapan semua orang, dia sudah mengusik Chery, berarti siap untuk aku hancurkan," kedua tangan Arjuna terkepal di sisi kanan dan kiri tubuhnya menahan amarah.


"Agung menghubungi ku dan menanyakan tentang hubungan mu dengan artis wanita itu, dia sungguh sangat ketakutan jika pernikahan putrinya dengan mu lusa akan gagal." Lanjut Berto.


Arjuna mengeluarkan ponselnya dari saku celana, tertera di layar ponselnya puluhan kali calon mertuanya itu menghubunginya, ada puluhan missed call dan pesan juga dari Ines yang tak sedikit pun membuatnya tertarik untuk dia buka.


"Acara pernikahan mu dengan putrinya Agung tetap harus terlaksana," putus Berto.


"Oh ayolah, perjanjian awal kita hanya berpacaran, tidak ada pernikahan, aku hanya akan menikah dengan Chery, tidak mau dengan yang lainnya, persetan jika hal itu membuat ku kehilangan pekerjaan sekali pun!" Dengan kesal Arjuna melemparkan dirinya ke sofa ruang tamu di bangunan mirip sebuah ruko itu, tubuhnya terasa lelah, begitu pun dengan pikirannya yang seolah dia peras paksa selama beberapa hari ini untuk memikirkan keberadaan Chery yang belum juga dia tahu dimana keberadaannya.


"Benarkah itu?" suara seorang gadis samar-samar terdengar di ruangan itu, Arjuna sampai menggeleng-gelengkan kepalanya dan memindai semua sudut ruangan, karena merasa suara itu sangat mirip dengan suara Chery, dia yakin kalau dirinya saat ini sedang berhalusinasi dan mulai gila karena rindu pada Chery sampai-sampai dia seolah mendengar suaranya.

__ADS_1


"Kenapa Ndan?" Tanya Tores yang baru saja turun dari tangga lantai atas.


"Ah tidak, sepertinya aku berhalusinasi, aku mendengar suara Chery barusan." Cicit Arjuna polos.


"Wah, gejala rindu akut itu Ndan, bahaya. Tidak ada orang lain selain kita bertiga di ruangan ini." Tores memandang Arjuna dengan pandangan aneh.


"Aku lelah, aku belum juga tak berhasil menemukannya, apa kau sudah ada kabar mengenai keberadaan dia?" Lirih Arjuna putus asa.


"Apa sekarang ini batu mulai menyadari kalau anda sangat mencintai dan takut kehilangan Chery?" Tanya Tores seraya mendudukan diri di sofa dekat Arjuna.


"Aku mencintainya dan sangat takut kehilangan nya, aku juga sangat merindukannya sampai aku hampir mati rasanya!" Keluh Arjuna.


Lagi-lagi suara Chery terdengar jelas di pendengarannya, namun kali ini sosok Chery juga ikut terlihat menuruni tangga.


"Chery!" Teriak Arjuna, sontak dia berdiri dari tempat duduknya dan berlari ke arah tangga hendak memeluk gadis pujaannya itu.


Tapi Berto segera menahan langkahnya, pria tinggi besar itu berdiri menghalangi tangga sehingga Arjuna tidak bisa melewatinya.

__ADS_1


"Minggir, aku ingin menemui kekasih ku!" Arjuna menyingkirkan tubuh Berto yang tak bergeming sedikitpun.


"kau sudah bertemu dengan nya sekarang!" Ucap Berto dingin, denga kedua tangannya yang terlipat di dada, mirip seperti adegan calon bapak mertua yang tidak menyetujui putrinya berhubungan dengan pria pilihannya.


"Oh ayolah Berto, jangan berulah, aku merindukannya, aku ingin memeluknya!" Rengek Arjuna mirip bocah kecil yang meminta mainan pada ayahnya.


"Kau boleh menemuinya dengan catatan kau tetap melangsungkan pernikahan dengan Ines!"


Demi Tuhan, syarat macam apa yang di ajukan Berto saat ini, bukankah itu berarti sama saja Arjuna tidak bisa bersama Chery meski mereka sudah bertemu kembali karena setelah dirinya menikah dengan Ines, maka jurang pemisah antara dirinya dan Chery akan semakin melebar.


"Kau sungguh teman tak punya hati, di tolong malah berusaha menjerat dan mencelakakan teman mu sendiri, menyesal aku menyetujui kesepakatan kita untuk membantu mu." Kesal Arjuna.


"Percuma kau mendumel, keputusan ku tak bisa berubah, aku sudah berusaha membebaskan dia dari sekapan Hasan, tapi kau tak tau terima kasih!" Berto memalingkan wajahnya, berusaha menyembunyikan rasa iba untuk sahabatnya itu, rencananya harus tetap berjalan meski apapun yang terjadi.


"Aku berterimakasih, tapi---apa kau tak mau peduli dengan perasaan ku, perasaan kami, kami saling mencintai." Bujuk Arjuna mencoba menyentuh hati Berto agar sedikit iba padanya.


"Rencana kita lebih penting dari hanya sebuah perasaan, percintaan, ini tentang jutaan nyawa yang harus di selamatkan, tentang jutaan masa depan anak muda yang harus di selamatkan , karena peredaran obat-obat terlarang itu, mengertilah!" Urai Berto membuat Arjuna kini di liputi rasa bingung antara memilih urusan pribadinya atau menyelamatkan orang banyak.

__ADS_1


"Aku rela kamu menikah dengan Ines, bagi ku, mengetahui kalau kamu sangat mencintai ku, itu sudah sangat cukup. Bukan saatnya untuk kita egois." Suara Chery tiba-tiba menyela negosiasi alot di antara Arjuna dan Berto, membuat kedua pria itu menoleh ke atas tempat dimana kini Chery berdiri, mereka lupa kalau ada hati yang akan tersakiti karena rencana ini.


__ADS_2