Dendam Cinta Sang Kapten

Dendam Cinta Sang Kapten
Tak kondusif


__ADS_3

"Tapi ini semua kamu yang memulainya, kalau kamu bersikeras melanjutkan tuntutan ini pada Chery, maka aku sebagai pemilik produksi film ini juga akan menuntut mu karena skrip yang berada di tangan mu itu palsu, tidak ada adegan menampar dalam skrip, itu hanya akal-akalan mu saja, bagaimana, masih berani mengelak?" Kamil menantang putrinya yang kini tediam membisu.


Meta tak berani melawan lagi karena memang benar kalau dia merevisi skrip miliknya sendiri, karena skrip asli tidak ada adegan seperti itu.


Chery yang baru tersadar juga mengingat-ingat kembali kalau memang dalam adegan itu seharusnya Meta hanya mendorongnya agar menjauh dari Rey, bukan menampar, namun karena emosi dia malah jadi lupa jika skrip yang di milikinya berbeda dengan milik Meta.


"Oh, seperti itu permainan mu? Bagaimana kalau kita sama-sama saling melapor dan sama-sama masuk sel?" solot Chery emosi.


"Chery sudahlah, lagi pula bukankah kamu juga sudah balas menamparnya, lupakan acara lapor melapor, produksi film kita akan terganggu jika kalian terus ribut seperti ini," nada bicara Kamil tak se keras saat dirinya bicara pada putrinya


"Aku atau dia yang keluar dari produksi film anda, pak? Jika anda ingin produksi film anda berjalan lagi segera putuskan siapa yang harus berhenti dan di ganti perannya," tegas Chery, dia sangat tahu kapasitasnya dalam perusahaan, sehingga dia berani memberi pilihan seperti itu pada Kamil.


Tentu saja ini bukan hal yang mudah bagi Kamil, memilih antara karir putrinya atau kesuksesan film yang di bintangi oleh artis papan atas sekelas Chery yang tentu saja akan menghasilkan pundi-pundi uang yang tak sedikit membuatnya harus berpikir realistis, apalagi dia juga harus mempertanggungjawabkan produksi film ini pada para investor, jadi pilihannya tentu saja jatuh pada Chery.


"Maaf Met, kali ini kamu keterlaluan, kamu bukan hanya mengacau pekerjaan papah, tapi juga mencelakaan orang lain, ini tindakan kriminal Met, papah harap kamu bisa introspeksi diri, peran mu akan di gantikan oleh orang lain." Putus Kamil dengan berat hati.


"Pah, ini tidak adil. Bahkan dia juga menampar Meta, kenapa hanya Meta yang di ganti, atau apa memang benar rumor yang beredar selama ini kalau dia sebenarnya wanita simpanan papah, makanya papah lebih memilih membela dia matimatian dari pada membela daeah daging mu sendiri?" teriak Meta.


"Meta, stop talking nonsense!" gertak Kamil, tangannya bahkan sudah terapung di udara bersiap melayang ke arah sang putri jika saja Fajar tak sigap menahan dan memisahkan pertengkaran ayah dan anak itu.

__ADS_1


"Nona, sebaiknya anda ikut saya ke ruangan lain, agar tidak semakin memancing keributan," ajak Arjuna pada Chery.


"What, aku? Memancing keributan?" Chery membelalak, dia tak terima.dengan ucapan Arjuna yang seolah menuduh kalau keributan yang terjadi di sana akibat ulahnya, bukankah sedari awal dirinya datang ke sana untuk melapor secara baik-baik, kenapa tiba-tiba jadi di tuduh biang keributan, meskipun tanpa sadar dia berjalan mengikuti langkah Arjuna menjauh dari ruangan yang kini mulai tak kondusif lagi itu, karena beberapa wartawan berusaha masuk dan meliput keributan yang terjadi di dalam ruangan.


"Kenapa, anda ingin ribut dengan petugas juga? Tidak cukupkah membuat ayah dan anak ribut seperti itu, tak cukupkah anda membuat orang lain kehilangan pekerjaan? Anda pikir dengan koneksi dan kepopuleran anda juga kekuasaan keluarga anda, itu berarti anda bisa bertindak sesuka hati? Ingat, karma itu nyata adanya, everything we do, come back yo us!" ujar Arjuna di sela langkahnya membawa Chery menuju ruangan lainnya, dia punya rencana tersendiri bagi sang artis siang itu.


"Hey, berhenti menceramahi ku, anda bukan ibu ku, jangan mentang-mentang anda petugas di sini lantas bisa seenaknya menuduh ku sesuka hati, tanpa tau apa yang terjadi sebenarnya, dasar petugas abal-abal!" kesal Chery mengatai Arjuna.


Arjuna menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Chery yang berjalan mengekor di belakangnya sampai ranpa sengaja wanita itu menabrak dada bidang Arjuna karena pak polisi itu berhenti tiba tiba, hampir saja Chery terjatuh kalau Arjuna tak memegangi pinggang rampingnya dengan sebelah tangannya yang melingkar di sana menahan agar tubuh ramping itu tak terjatuh.


"Kau ingin menggoda ku? Merayu ku? Maaf nona, aku tak akan tergoda dan rak akan tertarik oleh wanita seperti anda!" Arjuna melepaskan belitan tangannya di pinggang Chery, tadi dia refleks menangkap tubuh itu.


"Baguslah, semoga ada malaikat yang mencatat ucapan mu tadi, sehingga aku tak perlu khawatir bila tiba-tiba takdir membuat ku terpaksa berpasangan dengan mu!" Arjuna memutar kembali tubuhnya dan melanjutkan perjalanannya.


"Jangan mimpi!" ketus Chery kesal.


"Anda mau membawa ku kemana pak polisi sok tampan!" tanya Chery penuh marah saat dirinya kini berada di depan bangunan bertuliskan ruang tahanan.


"Haha,,, akhirnya kau mengakui kalau aku tampan, tapi itu tak akan membuat ku balik memuji mu sedikit pun nona artis ternama, kenapa,,, takut di masukan ke sel? Tenang saja jika nanti tiba saatnya kamu masuk ke sel, dia yang akan membawa mu ke sana." Ujar Arjuna menunjuk ke arah Fajar yang berlatian menyusul menuju ke arah mereka, sepertinya Fajar khawatir jika Arjuna berbuat nekat dan menyakiti artis idolanya.

__ADS_1


"Haishh, kenapa jadi nunjuk ke saya yang baru datang Ndan, saya mah gak tau apa-apa." Elak Fajar.


"Mana mungkin aku aku di tahan, sementara aku tak melakukan kesalahan!" tolak Chery.


"Nona, bahkan orang gila saja selalu bersikeras mengatakan kalau dirinya waras, begitu pun dengan orang yang bersalah, akan bersikeras mengaku kalau dirinya suci tak berdosa, sampai sini paham?" sinis Arjuna.


"Wah, parah nih polisi, dari tadi di biarin malah makin ngelunjak, mana ngatain gila segala rupa, maunya apa sih bapak polisi yang terhormat ini?" tantang Chery.


"Gak macem-macem kok, saya cuma mau ngajak anda bertemu dengan seseorang yang mungkin lama tidak anda jumpai nona, apa anda tidak kangen dengan sopir anda? Sudah lama dia mendekam di sini, kasihan juragannya tak pernah menengoknya," ujar Arjuna santai, berbanding terbalik dengan sikap Fajar yang terlihat tidak santai.


"Apa maksudnya, sopir? Apa sopir ku yang anda maksud itu pak Herman?" Chery terlihat kebingungan dan dia malah balik bertahya.


"Apa anda punya sopir yang lain, nona?" Tanya Arjuna lagi yang lantas di jawab dengan gelengan kepala sang artis.


"Ta-tapi bukannya pak Herman---" Chery masih ingat betul kalau Dion mengatakan sopirnya itu resign karena pulang kampung.


"Kenapa, takut? Takut kebohongan anda terkuak?" picing Arjuna.


Namun Chery menyikapinya dengan kebingungan, bagaimana tidak, dia sungguh tak tau apa-apa dan tak mengerti dengan ucapan-ucapan bernada sinis yang di layangkan Arjuna padanya sedari tadi.

__ADS_1


__ADS_2