
"Kamu mau kemana, sih Yang? Aku udah bilang sama ayah dan ibu ku kalau kamu bisa datang, lho ya!" Ujar Ines kesal, hari ini adalah hari ulang tahunnya, namun Arjuna malah meminta izin untuk absen menghadiri makan malam bersama keluarganya setelah mendapat panggilan telepon dari seseorang yang di akuinya telepon masalah pekerjaan itu.
"Maaf, aku ada pekerjaan mendadak, aku rasa seharusnya kamu bisa mengerti, secara kamu pun di besarkan di lingkungan aparat seperti aku, di mana aku harus siap di setiap waktu kapan pun ada panggilan pekerjaan." Terang Arjuna meminta pengertian Ines.
"Tapi---" Ines ingin sekali protes, namun tak dapat di pungkiri kalau apa yang di katakan Arjuna memang benar adanya, mempunyai kekasih sebagai aparat seperti Arjuna harus siap berbagi waktu dengan masyarakat yang membutuhkan.
"Sudahlah, aku akan kembali ke sini, jika pekerjaan ku selesai dengan cepat." Arjuna berpamitan dan meninggalkan rumah kediaman orang tua Ines yang juga merupakan atasan dirinya.
Meskipun dengan berat hati, Ines akhirnya mengalah dan membiarkan Arjuna pergi dan melewatkan makan malam bersama keluarganya dalam acara ulang tahun dirinya malam ini.
Arjuna terburu-buru keluar dari rumah mewah itu menuju mobilnya yang dia parkir di halaman, di antar Ines yang melepas kepergiannya dengan wajah yang tidak bahagia.
Tadi Tores menghubungi dirinya dan mengatakan kalau sesuatu yang buruk terjadi di apartemen Chery, kontan saja hal itu membuat Arjuna seolah kebakaran jenggot mendengarnya, sehingga dia langsung meninggalkan acara ulang tahun Ines dengan alasan pekerjaan, karena memang sejujurnya dia pun merasa tidak nyaman berada di tempat itu, andai saja Berto tak menyuruhnya untuk menjalin hubungan dengan anak atasannya itu, dia juga tak merasa tertarik sedikit pun dengan Ines yang di rasa terlalu agresif dan selalu mengganggu dirinya setiap waktu.
"Tores, siapa yang dat---9Ucapan Chery terhenti)--- A-Arjuna? mengapa kamu ada di sini?" Chery terlihat kebingungan saat ingin bertanya perihal siapa tamu yang sedang di sambut Tores di ruang tamu apartemennya, dan ternyata tamu itu adalah Arjuna.
"Apa kamu baik-baik saja?" Arjuna menelisik keadaan Chery yang masih tampak kebingungan dengan mata yang menatap Tores seakan meminta penjelasan perihal kedatangan Arjuna sore ini di apartemennya.
"Aku terpaksa menghubungi Komandan untuk menjaga mu, karena aku benar-benar ada kepentingan yang harus aku urus." Kata Tores yang memang tidak sepenuhnya berbohong, sia memang di panggil oleh Berto untuk merapat ke kantor yang berada di Ibukota, namun dia tidak tega untuk meninggalkan Chery sendirian, sebenarnya dia bisa saja menghubungi Sean untuk meminta bantuan agar pengacara itu menemaninya, hanya saja dia lebih memilih untuk menghubungi Arjuna untuk menggantikan tugasnya sementara dalam menjaga Chery.
"Tores,,, aku sudah bilang dari tadi kalau aku baik-baik saja dan tak akan terjadi apa-apa meskipun aku harus di rumah sendirian, aku bisa jaga diri, tak perlu merepotkan orang lain seperti ini." Kata Chery merasa tak enak hati karena bisa saja dirinya mengganggu aktivitas Arjuna.
__ADS_1
"Aku tak merasa di repotkan." Jawab Arjuna.
"Tuh kan, Komandannya aja enggak merasa di repotkan, lagian kaya sama siapa aja sih Cher, pake sungkan segala. Aku pergi ya, nitip Chery Ndan!" Tak ingin berdebat dan di salahkan oleh Chery dan Arjuna, Tores segera pergi meninggalkan apartemen Chery dan meninggalkan sepasang manusia yang kini saling canggung itu berdua.
"Kalau kamu ada urusan lain atau atau ada kegiatan lain, aku tak apa-apa di tinggal aja sendiri, aku berani, kok." Kata Chery saat melihat dandanan Arjuna yang sangat rapi tak seperti biasanya, seperti dia hendak menghadiri acara formal atau sejenisnya, tentu saja dia akan merasa tidak enak hati jika Arjuna harus membatalkan acara, demi untuk menemani dirinya.
"Aku sudah katakan tadi, aku tidak keberatan." Arjuna membuka jas nya dan menyampirkan di sandaran sofa, agar terasa lebih santai, Arjuna memang tidak terlalu suka dengan pakaian formil seperti itu, hanya saja tadinya untuk menghormati atasannya dan paksaan Ines tentu saja, dia akhirnya mau mengenakan setelan jas yang membuatnya merasa panas dingin karena flash back akan jas pengantin yang terakhir kali di cobanya untuk melaksanakan pernikahan malah menjadi petaka, karena mengambil jas pengantinnya yang belum sempat dia ambil itu lah Luna akhirnya kehilangan nyawa, di saat calon istrinya mengambilkan jasnya di bridal.
Bukan berarti dia tak bisa move on dari Luna dan seolah mengesampingkan perasaan yang di rasakannya untuk Chery, semua orang bisa sembuh dengan cepat dari luka-nya, tapi tidak semua orang bisa sembuh dengan cepat dari Trauma yang di alaminya, mungkin itu yang terjadi pada diri Arjuna saat ini.
Chery mungkin mampu menjadi obat bagi luka hatinya yang di tinggal Luna, namun traumanya akan kehilangan hanya dia sendirilah yang mampu menyembuhkannya.
"Sepertinya kamu baru akan--- atau baru selesai menghadiri sebuah acara, apa aku mengganggu acara mu?"
"Ada banyak bahan makanan di lemari es, kebetulan kemarin Sean baru saja mengirimkannya ke sini." Ujar Chery dengan polosnya, mungkin terlalu sering bergaul dengan Tores sehingga dia ketularan berbicara polos seperti itu tanpa peduli kalau raut wajah Arjuna yang menjadi lawan bicaranya kini berubah masam saat nama Sean di sebut.
"Kamu ingin aku buatkan apa? Aku pengangguran sekarang, jadi waktu luang ku aku gunakan untuk belajar masak dari Tores." Sambung Chery seperti tak menyadari perubahan air wajah Arjuna.
"Emhhh,,, aku pesan online saja." Arjuna mengeluarkan ponselnya dan sibuk mengotak atik layarnya seraya memilih makanan yang yang di nginkannya di layanan pesan antar.
"Ah, jangan salah paham dulu, Sean melakukan itu karena pergerakan ku masih terbatas, dan aku belum bisa berbelanja atau melakukan apapun kegiatan di ruang publik." Chery mencoba menjelaskan setelah baru menangkap ada yang aneh dengan sikap Arjuna, sungguh dirinya tidak bermaksud membuat Arjuna kesal dengan menyebut nama Sean barusan, dia hanya mengatakan yang sebenarnya, lagi pula bukankah seharusnya itu tak menjadi masalah bagi Arjuna mengingat Arjuna juga bukan siapa-siapanya dirinya dan kini sudah punya wanita lain.
__ADS_1
"Aku mengerti, syukurlah kamu mendapatkan kekasih yang baik dan perhatian seperti dia." Ujar Arjuna, meski kata-katanya terdengar tidak tulus.
"Sean bukan kekasih ku, di antara kami tidak ada hubungan apa-apa selain hubungan antara pengacara dan klien saja." Entah mengapa Chery begitu semangat menjelaskan pada Arjuna tentang hubungannya dengan Sean seolah tak ingin Arjuna salah paham dengan hubungannya dengan pengacara yang sudah banyak membantunya itu, tapi bukankah hal itu semestinya tak perlu Chery lakukan, karena Arjuna bukan siapa-siapa Chery.
"Tak perlu menyembunyikannya dari ku, lagi pula Sean Malik sepertinya pria yang baik, dia juga terlihat sangat perhatian dan begitu gigih berjuang membela mu."
"Tentu saja dia gigih berjuang membela ku, dia pengacara ku, itu sudah menjadi tugasnya, kami benar-benar tidak ada hubungan apapun di luar semua itu." Keukeuh Chery yang memang tidak merasa mempunyai hubungan lain selain hubungan masalah hukumnya, lagi pula selama ini Sean juga tak pernah menyinggung masalah perasaan, Sean cukup profesional sejak awal perkenalan mereka di restoran hotel saat dia bersitegang dengan Meta dan Kamil.
"Tapi aku melihat hubungan kalian lebih dari itu." Arjuna tak kalah keukeuhnya, mungkin karena di dasari rasa cemburu akan kedekatan Chery dan Sean sehingga dia terlihat seperti seorang pria yang tak tau malu mencemburui hal yang tak sepatutnya tidak pantas dia cemburui karena antara dirinya dan Chery tak ada ikatan status apapun, dan bukankah dia yang meninggalkan Chery dalam hal ini, lebih tetapnya meninggalkannya tanpa kepastian hanya karena ego dan dendam, sampai akhirnya dia mulai menyadari kalau balas dendam tak membuat rasa sakitnya hilang, namun malah bertambah parah, sayangnya setelah dia mulai menyadari itu, semmua seolah terlambat, ada pria lain yang lebih memperhatikan Chery meski gadis itu menyangkal mempunyai hubungan dengan Sean.
"Terserahlah, susah berbicara dengan orang skeptis seperti mu, kamu hanya meyakini pandangan dan pemikiran mu sendiri, serta meragukan segala sesuatu di luar itu." Chery mengangkat kedua bahunya acuh, dia sudah tak tahu bagaimana harus menjelaskan pada Arjuna tentang kebenaran hubungannya dengan Sean.
Setelah beberapa saat mereka saling terdiam karena perdebatan yang terjadi tadi, tiba-tiba Chery menoleh ke arah Arjuna, sesaat setelah dia membuka sebuah pesan di ponselnya.
"Juna, mobil apa yang kamu kendarai saat datang ke sini?" Tanya Chery.
"Ada apa?"
"Apa mobil ini?" Chery menunjukkan gambar sebuah mobil suv hitam yang terparkir di basement apartemen dan sudah penuh dengan coretan cat semprot berisi tulisan ancaman, 'JAUHI CHERY SI PEMBUNUH!' dan kata-kata kasar lainnya yang tertera jelas di layar ponselnya.
Melihat foto itu, Arjuna langsung mengenali kalau itu memang mobil miliknya.
__ADS_1
"Siapa yang mengirim pesan itu pada mu?" Arjuna merampas ponsel Chery dan memeriksa nomor si pengirim pesan yang ternyata sudah beberapa kali mengirimkan pesan berisi ancaman pada Chery.