Dendam Cinta Sang Kapten

Dendam Cinta Sang Kapten
Bukan pernikahan pertama


__ADS_3

Pergelaran pesta pernikahan antara Ines dan Sean dilaksanakan dengan sangat mewah dan megah seperti rencana sebelumnya, semua tidak ada perubahan acara, baik itu tempat, undangan, hiburan dan lain sebagainya, satu-satunya yang berubag dalam acara itu adalah mempelai pria, yang seharusnya Arjuna, tapi di gantikan oleh Sean.


Meskipun hal itu menjadi pertanyaan bagi hampir semua tamu undangan yang datang, namun tidak ada penjelasan apapun baik dari pihak keluarga wanita maupun dari keluarga mempelai pria yang hanya di wakili oleh Sean sendirian tanpa di antar oleh keluarga lainnya, bahkan sang ayah, Rasyid Malik yang merupakan salah satu politikus senior dan terkenal di dalam negeri pun tak terlihat batang hidungnya, tentu saja itu menambah daftar pertanyaan dalam benak semua tamu yang datang.


Berto naik ke podium untuk menyalami dan memberi selamat pada mempelai juga sekedar beramah tamah dengan Agung yang sejak tadi tak mengalihkan tatapan tajamnya yang terus terkunci semenjak Berto datang di ruangan itu.


"Bisa bicara dengan ku di tempat lain?" Bisik Agung saat Berto berdiri tepat di hadapannya dan menyodorkan tangannya untuk berjabatan, tak banyak orang mengenal Berto, hanya polisi-polisi dengan jabatan tinggi seperti Agung yang mengenal Berto karena keberadaan dan pekerjaannya sangat di rahasiakan, bahkan Sean pun sepertinya tidak mengenal Berto, dia hanya mengira kalau Berto hanyalah tamu undangan biasa.


Berto mengangguk, lantas mengekor langkah kaki Agung yang membawanya menepi dari keramaian, mereka kini berada di gudang tempat penyimpanan barang-barang di belakang gedung mewah yang yang Agung sewa untuk melaksanakan pernikahan putrinya.


"Ada apa mencari ku?" Ujar Berto dengan nada bicara yang dingin.

__ADS_1


"Maaf jika perjodohan antara putri ku dan orang yang kau rekomendasikan ternyata harus batal, ini semua karena Hasan, dan aku sudah berusaha untuk membebaskan Arjuna, namun sepertinya usaha ku gagal." Keluh Agung, merasa tak enak hati pada Berto yang telah merekomendasikan Arjuna untuk di jadikan menantunya, karena pada awalnya memang dialah yang meminta Berto untuk mencarikan calon suami untuk putrinya, dengan syarat calon menantunya harus bisa di setir olehnya.


"Lupakan saja, mungkin mereka bukan jodoh, lagi pula kau sudah punya calon sendiri, kenapa tak sejak awal saja kau nikahkan putri mu dengan pengacara itu. Sepertinya itu akan lebih menguntungkan mu, apalagi dengan embel-embel putra dari politikus senior tanah air." Ujar Berto.


"Bukan sepeti itu, sebenarnya pernikahan ini rencana dadakan, kalau bukan karena aku butuh tenaganya untuk melawan Hasan, rasa-rasanya aku juga tidak terlalu sreg untuk menikahkan putri ku dengan nya, namun syarat yang di minta Sean agar dia membantu ku adalah menikah dengan Ines, dan kebetulan Ines juga tidak menolaknya, ya sudah!" Terang Agung.


"Jelas lah, putri mu tak akan menolaknya, mereka hanya mengulang kebersamaan mereka yang yang pernah terjalin sebelumnya, lagi pula ini bukan pernikahan mereka yang pertama." Berto tersenyum geli saat melihat raut keterkejutan di wajah Agung saat mendengar ucapannya.


"Upsss, apa kau tak mengetahuinya? Kau terlalu sibuk mengumpulkan harta kekayaan, sampai kau tak tau apa saja yang di alami putri mu, yang seharusnya menjadi harta paling berharga di hidup mu. Belum terlambat untuk jadi ayah yang baik untuk putri mu." Berto menepuk bahu Agung yang masih terlihat syok, namun pria bertubuh tinggi besar itu bergegas meeninggalkan Agung saat di rasa dirinya sudah mulai bisa menebak rencana apa yang akan di lakukan Agung hanya dengan mengobrol seperti itu saja.


Sebelum Berto meninggalkantempat acara, dia sempat melihat ketegangan di wajah Agung, Ines dan juga Sean, bahkan mata Ines terlihat sembab, sepertinya mereka baru saja membahas tentang pernikahan keberapa ini bagi Ines dan Sean, apalagi hadir juga Rasyid Malik yang baru mendapat kabar kalau anaknya menikah dengan Ines hari itu, Rasyid yang merupakan politikus senior itu, sedikit banyak lumayan tahu mengenai kebusukan Agung sebenarnya tidak setuju jika putranya harus menikah dengan Ines, namun pernikahan sudah terjadi, dan dia tak bisa berbuat apa-apa selain memberi restu meski terpaksa.

__ADS_1


"Bagaimana ayah ku bisa tahu tentang pernikahan kita yang sebelumnya, bukankah selain kita berdua, tidak ada orang lain lagi yang tahu?" Geram Ines yang menuduh kalau Sean telah menceritakan masalah itu pada ayahnya sehingga ayahnya kembali meradang hari itu, untung saja acara masih berlangsung, sehingga Agung menahan amarahnya di depan banyaknya tamu, dan Ines juga Sean bisa terhindar dari amukan Agung.


"Aku tidak pernah menceritakan pada siapapun, kecuali---" Sean tak meneruskan ucapannya.


"Kecuali pada siapa?" Geram Ines, tangannya tak bisa dia tahan untuk mencubit lengan Sean yang berdiri di sampingnya sambil terus menyunggingkan senyum pada setiap tamu yang datang meski dia harus menahan sakitnya cubitan Ines yang terasa sakit bercampur panas di lengannya.


"Che-Chery, aku hanya menceritakannya pada Chery." Aku Sean.


"Chery? Apa maksud mu menceritakan itu pada dia? Cari muka? Kamu naksir dia? Hah? Jawab!" Ines semakin marah dan cubitannya pun semakin membabi buta di layang kan tak hanya ke lengan tapi juga punggung dan paha Sean sehingga Sean hanya bisa meringis sambil menahan sakit, namun tidak bisa marah atau berbuat apapun karena dia masih harus melemparkan senyum pada setiap tamu yang datang dan tak habis-habis itu.


'Sial, Chery,,, awas saja kalau sampai aku tahu dimana keberadaan mu, aku tak akan melepaskan mu,lihat saja!' Ancam Sean dalam hatinya pada Chery.

__ADS_1


__ADS_2