
"Chery!" Lirih Arjuna dengan raut kecewanya, sungguh dia tak menyangka jika Chery akan menyerah semudah itu dan memutuskan untuk tidak memperjuangkan perasaan mereka, kenapa justru dia malah menyuruhnya untuk menikahi wanita lain, sehingga terbersit perasaan dalam diri Arjuna, kalau Chery tak mencintainya.
Berto menyingkir dari anak tangga dan memberi Arjuna akses jalan untuk menemui gadis pujaanya, dia tak se-kuat itu untuk menyaksikan dua hati yang saling menyayangi namun harus terpisahkan karena rencana yang di buatnya.
"Cher, apa kamu tau kalau aku hampir gila karena tak bisa menemukan mu, kenapa kamu malah menyerah semudah itu?" Arjuna memeluk erat tubuh gadis yang sangat di rindukannya itu, Arjuna pikir semua akan selesai dan menjadi sangat mudah jika dia sudah bertemu dengan Chery, dia pikir perasaannya akan tenang dan dia bisa baik-baik saja asal sudah melihat Chery dalam keadaan baik-baik saja, namun semuanya ternyata salah besar.
Hati Arjuna semakin kacau dan tidak tenang karena setelah ini dirinya lah yang harus meninggalkan Chery pergi, tidak tanggung-tanggung, kepergiannya bukan ke negara atau kota lain, melainkan meninggalkan Chery untuk membina rumah tangga baru dengan wanita lain.
"Tentu saja aku tidak akan menyerah semudah itu, aku tau kalau hubungan mu dengan Ines hanya sebatas pekerjaan saja, Tores memberi tahu ku." Chery membalas pelukan Arjuna itu dengan tak kalah eratnya, hatinya sungguh bahagia setelah mendengar sendiri pernyataan cinta Arjuna secara langsung, selama ini Arjuna selalu tarik ulur mengenai perasaannya, sehingga membuat Chery terkadang merasa tidak yakin dengan perasaan Arjuna padanya, dia takut kalau cinta yang dia rasakan hanya bertepuk sebelah tangan saja, namun kali ini semuanya sudah jelas dan segala keraguannya sudah terjawab dengan terang benderang.
"Sejak kapan kamu tau?" Arjuna mengurai pelukan mereka dan menatap wajah Chery, dia tak menyangka jika Chery tau tentang rahasia itu.
"Sejak Tores datang dan menjadi bodyguard ku,"
"Selama itu? Dan kamu berpura-pura tidak tahu? Dasar tukang akting!" Kesal Arjuna.
"Tapi kali ini masalahnya pernikahan, mana ada pernikahan pura-pura, apa kamu juga rela aku menikah dengan wanita lain?" Lanjut Arjuna.
__ADS_1
"Aku percaya pada Berto, dia bukan orang jahat, aku yakin dia punya rencana bagus untuk kita." Sepertinya Chery menyembunyikan sesuatu yang Berto tidak katakan pada Arjuna.
"Kenapa kamu tak menikah saja dengan Berto jika kamu lebih percaya padanya dan malah menyuruh ku menikah dengan orang lain," rajuk Arjuna.
"Hahaha,,, andai aku belum punya anak dan istri, jelas akan ku rebut dia dari tangan mu, kau terlalu jual mahal seperti anak gadis padanya, bung!" Tawa Berto menginterupsi percakapan intens antara Arjuna dan Chery.
"Coba saja kalau berani, akan ku pastikan kepala mu berpisah dari tubuh mu, lantas ku berikan kepala mu itu pada Ribo untuk di tukarkan dengan uang yang banyak!" Kata Arjuna.
"Ishhh ngeri sekali ancaman mu itu, tapi sayangnya aku tak takut sedikit pun---Berto tertawa meledek--- kau harus tetap menikah dengan Ines lusa, percayalah pada ku, aku tak akan mencelakakan orang yang pernah berjasa pada ku." Lanjut Berto.
"Syarat?" Berto menaikan sebelah alisnya saat mendengar ucapan Arjuna.
"Hemh,,, syaratnya kau dan Tores jangan ganggu aku untuk berbulan madu dengan kekasih ku malam ini, sebelum aku menikahi wanita itu!" Cengir Arjuna.
"Kampret kau, menikah dengan siapa,,, bulan madu dengan siapa!" Umpat Berto yang merasa kesal dengan permintaan Arjuna itu.
"Pergilah belikan aku makanan di Bogor atau di Inggris, ajak Tores sekalian, beri waktu untuk kami yang sudah terpisah cukup lama ini berduaan tanpa gangguan!" Usir Arjuna mengibas-ngibaskan tangannya.
__ADS_1
"Eh, sialan kau! Tau gini, tak akan ku pertemukan kau dengan kekasih mu, dasar tak tau terimakasih!" Dumel Berto.
Sementara Arjuna hanya tertawa puas saat Chery mencubit lengannya karena merasa malu dengan apa yang di ucapkan Arjuna pada Berto.
"Cepat pergi ke Inggris sana!" Usir Arjuna lagi, ketika Berto membalikkan badannya dan menjauh pergi meninggalkan mereka berdua.
"Ah, akhirnya kita bisa berduaan dan berbulan madu juga!" Tangan Arjuna merangkul bahu Chery, saat sayup-sayup terdengar suara deru mesin mobil yang menjauh dari pelataran bangunan yang menandakan kalau Berto dan Tores sepertinya benar-benar pergi dan memberikan kesempatan untuk dirinya dan Chery untuk saling melepas rindu.
"Juna, harusnya kamu tak mengusir mereka pergi, aku merasa tak enak hati jadinya." Protes Chery.
"Apa kamu ingin mereka menonton kita bermesraan?"
Chery tergelak sambil melempar bantal sofa di ruangan lantai atas ke wajah Arjuna yang terus menatapnya dengan pandangan yang tak bisa di artikan sebagai pandangan apa, namun itu sukses membuat wajah Chery merona dan menjadi salah tingkah di buatnya.
"Sejak kapan kamu semesum itu,?" tanya Chery ketika wajah Arjuna semakin mendekat ke arahnya.
"Sejak aku sadar dan yakin kalau hanya kamu yang aku inginkan di hidup ku, dan aku tak bisa jika tidak ada kamu." Arjuna mengecup bibir merah yang sangat di rindukannya itu, menyesap rasa manis yang lama tak di jumpainya dan tak pernah di lupakannya.
__ADS_1