
Setelah memantapkan hatinya dan menata mentalnya agar tak terbawa emosi saat bertemu dengan wanita yang di curigainya itu, Arjuna akhirnya segera turun untuk menemui sang artis di ruang pelayanan.
Sesungguhnya itu bukan bagian dari pekerjaan dia, hanya saja untuk yang satu ini dia akn melakukannya sendiri, karena dia punya kepentingan tersendiri yang hanya dirinya, Fajar dan Tuhan yang tau.
Chery duduk dengan angkuh di kursi yang berhadapan dengan Fajar yang saat itu terus saja menatap wajah Chery seakan lupa untuk berkedip.
Terlihat juga Rey dan Meta ada di ruangan yang sama, tatapan saling membenci dan aroma permusuhan di antara keduanya tercium sangat jelas pada mereka.
"Selamat siang, semuanya. Ada yang bisa saya bantu?" Tanya Arjuna berbasa basi.
Sengaja kini Arjuna duduk di hadapan Chery menggantikan posisi Fajar yang langsung berdiri dari kursi saat dirinya datang ke ruangan itu, Arjuna sengaja mendudukan dirinya sedekast itu dengan Chery, sekalian ingin menguji apakah dia masih ingat pada dirinya yang pernah di maki oleh wanita itu di coffe shop tempo hari, namun nyatanya Chery sepertinya tak mengingat dirinya sedikitpun, Chery yang datang sendiri tanpa di temani Dion yang saat itu tiba-tiba harus mengurus sesuatu, terlihat percaya diri meski dirinya harus datang seorang diri dan menghadapi Meta yang di temani Rey.
"Saya ingin melaporkan tindakan penganiyayaan yang di lakukan oleh dia pada saya, pak." Lapor Chery dengan tegas, telunjuknya baahkan dengan jelas tertuju pada Meta yang saat itu tetap terlihat tenang meski dirinya kini sedang di laporkan sebagai pihak tertuduh pada pihak yang berwenang atas perlakuan kasarnya itu, tak lupa Chery juga memberikan lampiran bukti visum yang baru saja dia dapatkan di rumah sakit.
Chery juga lantas menceritakan kronologi kejadian penamparan yang di terimanya di lokasi syuting oleh Meta dengan terperinci, berharap kalau dirinya mendapatkan keadilan di kantor polisi dan setidaknya bisa memberikan Meta pelajaran.
"Apa adegan itu benar-benar ada di skrip?" Tanya Arjuna setelah mendengar penjelasan kronologi yang di ceritakan Chery dalam laporannya, meskipun pipi Chery masih terlihat lebam dan memerah juga sedikit bengkak akibat kerasnya ramparan Meta, namun sebagai seorang aparat yang baik dan benar tetap harus mengedepankan asas peraduga tak bersalah, dimana tetap harus ada bukti dan saksi dalam menentukan seseorang bersalah atau tidak, meskipun dirinya tidak memberlakukan hal itu pada kasus lain pada Chery, karena dalam kasus kecelakaan Luna dia sudah yakin kalau Chery bersalah meski tanpa saksi dan bukti yang memberatkan dan mengarah jelas padanya.
__ADS_1
"Benar, ini buktinya," kini giliran Meta yang bersuara seraya memberikan salinan skrip miliknya.
Arjuna terdiam beberapa saat membaca naskah dan membaca adegan demi adegan untuk membuktikan kebenaran laporan Chery, meski sisi jahatnya berharap kalau adegan itu benar-benar ada dan dia bisa dengan tegas menolak laporan wanita cantik yang terus di pandangi ajudannya itu.
Ternyata lagi-lagi semesta berpihak padanya, karena adegan itu benar-benar ada dalam naskah syuting, sehingga hatinya kini bwersorak sorai penuh kemenangan, entah mengapa dirinya merasa sangat bahagia karena akan membuat sang artis kecewa.
"Maaf nona, tapi adegan itu benar-benar ada di skrip, jadi saya rasa ini hanya kesalah pahaman saja, nona ini mungkin terlalu menghayati perannya sehingga emosinya masuk ke dalam peran yang di mainkannya, sebagai artis yang sudah berkecimpung lama di dunia hiburan dan perfilman seharusnya anda tau ada yang di namakan kecelakaan syuting, dan ini bisa di bilang salah satunya, jadi saya tidak bisa menerima laporan anda karena laporan anda tidak memenuhi syarat." pungkas Arjuna.
Sontak saja ucapan Arjuna itu membuat Chery meradang, Chery yang saat itu sendirian seolah merasa dirinya sedang di keroyok oleh orang-orang yang berada di sana termasuk Arjuna yang tak berpihak padanya.
"Anda tidak adil pak polisi, pantas saja masyarakat tak pernah percaya dengan kalian, karena kalian tak pernah berpihak pada rakyat, tapi hanya berpihak pada uang dan kekuasaan!" maki Chery yang merasa kalau semua ini sudah di atur oleh Meta dan anak dari bos nya itu sudah menyuap polisi sehingga laporan dirinya tak di terima.
Sepertinya Arjuna benar-benar ingin membuat Chery merasa terpojok saat ini.
"Bisa ya, Pak Polisi kalo saya mengajukan tuntutan balik seperti itu?" tanya Meta sumringah seperti mendapatkan bonus besar saat ini, selain bisa mempermalukan Chery di depan awak media, dia juga bisa memenjarakan musuhnya itu.
"Tentu saja bisa, jika memang anda merasa tak terima dengan laporan nona itu," terang Arjuna lagi.
__ADS_1
"Kau dengar Chery Arleta, saat ini karir mu tamat. Aku akan membuat laporan atas pencemaran nama baik dan kau akan di penjara, hahaha,,," Meta tergelak bahagia dan puas.
Namun Chery tak bisa di sepelekan, dia lantas maju beberapa langkah ke hadapan Meta dan,
Plakkk!
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Meta sehingga membuat sudut bibirnya robek dan mengeluarkan sedikit darah.
"Tambahkan juga dalam tuntutan mu, kasus penganiayaan yang aku lakukan pada mu barusan, tak perlu visum, karena dua polisi yang berada di pihak mu ini akan dengan senang hati menjadi saksi atas kejadian yang menimpa pada mu ini." Mata tajam Chery bergantian memandangi Arjuna dan Fajar yang Chery tpuduh sebagai polisi yang di bayar Meta.
"Anda menantang pihak kepolisian, anda juga berani menghina dan anda juga menantang kami dengan berbuat perbuatan yang melanggar hukum di depan mata kami, jangan merasa kebal hukum, karena anda tak akan bisa lepas dari jeratan hukum jika itu berhadapan dengan ku!" geram Arjuna, lagi-lagi Chery membuatnya merasa marah dan kali ini perbuatannya sungguh sangat keterlaluan.
"Tangkap saja, setidaknya aku bisa membalas apa yang dia lakukan pada ku, dan aku juga bisa beristirahat dari kesibukan syuting, aku tak harus bekerja keras dan mendapatkan tamparan darinya ganya demi bertahan hidup, di penjara aku di kasih makan berapa kali pak? Tenang saja, porsi makan ku sedikit kok!" Chery justru malah meledek Arjuna yang wajahnya kini memerah, baru kali ini ada orang yang tak menaruh hormat pada dirinya di kantor tempat dirinya berkuasa
"Tentu saja, dengan senang hati, ajudan ku akan mengantar mu ke sel tahanan untuk pertama kalinya, berdoa saja ajudan ku tak menyeret mu untuk kedua kalinya dalam kasus yang lebih besar lagi!" ujar Arjuna melirik ke arah Fajar yang kini terlihat serba salah.
"Hentikan! Tak akan ada siapapun yang akan di tahan, semua hanya salah paham dan akan di selesaikan oleh pengacara yang saya bawa," Kamil menginterupsi perdebatan antara Arjuna dan Chery saat itu.
__ADS_1
"Pah,,, dia menampar ku, Rey dan pak polisi-polisi ini saksinya, dia tak bisa lolos seenaknya, dong!" protes Meta saat mengetahui ayahnya tiba-tiba ada di ruangan itu.
"Tapi ini semua kamu yang memulainya, kalau kamu bersikeras melanjutkan tuntutan ini pada Chery, maka aku sebagai pemilik produksi film ini juga akan menuntut mu karena skrip yang berada di tangan mu itu palsu, tidak ada adegan menampar dalam skrip, itu hanya akal-akalan mu saja, bagaimana, masih berani mengelak?" Kamil menantang putrinya yang kini tediam membisu.