Dendam Cinta Sang Kapten

Dendam Cinta Sang Kapten
Pukulan terberat


__ADS_3

ini sudah persidangan ke dua, dimana di persidangan pertama Sean dapat menunjukkan bukti-bukti yang dapat menguntungkan kliennya, seperti bukti keterangan rumah sakit dan keterangan dari psikiater yang menangani Chery yang menyatakan kalau Chery mengalami trauma berat dan kehilangan sebagian memorinya akibat kecelakaan itu.


hari ini juga jadwal pemanggilan saksi seperti Dion yang akan menyuarakan kesaksiannya di depan hakim tentang kecelakaan yang di sinyalirpenuh manipulatif itu.


Sejak di tangkapnya Chery oleh pihak berwajib, bahkan sampai saat ini Chery menjadi tahanan kota, Dion memang seakan menghilang, dia tak pernah sekalipun, sebagai orang yang di kenal paling dekat dan paling setia pada Chery itu memang sangat terasa janggal, hampir di katakan tidak mungkin jika Dion bisa se-tidak peduli itu pada Chery.


Mata Chery menyapu ruang sidang, melihat satu persatu orang yang menghadiri sidang nya yang dilakukan secara tertutup itu, meski di lakukan secara tertutup untuk umum, biasanya sidang tetap di hadiri beberapa orang yang berkepentingan untuk hadir di bangku pengunjung sidang.


Sudah masuk persidangan ke dua, namun Arjuna tak pernah terlihat sekalipun menghadiri sidangnya, membuat Chery menebak-nebak dalam hatinya, se-benci itu kah Arjuna padanya, semenjak pertemuan terakhir di rooftop rumah sakit waktu itu mereka tak sempat bertemu lagi meski beberapa kali Chery sempat datang ke kantor polisi untuk memenuhi tanggung jawabnya yang di haruskan wajib lapor 2 kali dalam seminggu, jujur saja dia berharap di kantor dapat bertemu Arjuna meski mereka tak saling sapa, namun ternyata Arjuna sepertinya sengaja menhindari dirinya setiap jadwal dirinya lapor, pasti hanya Fajar atau petugas lainnya yang menemuinya di sana.


"Siapa yang kamu cari?" tanya Sean,

__ADS_1


"Ah, tidak." Jawab Chery gugup, dia tak mau sampai Sean atau siapapun tau kalau dirinya berharap Arjuna ada di sana, seberapa tidak mungkinnya pun mereka untuk bersama, hati Chery masih sering merindukan Arjuna.


Terkadang Chery merasa bagai seekor kupu-kupu yang selalu mencoba terbang jauh, namun tak peduli seberapa keras dia berusaha, ujung-ujungnya dia tetap tak dapat melepaskan diri dari jaring cinta Arjuna, membuatnya seakan hanya terbang dalam perasaannya yang hanya terarah untuk pria yang kini telah menjadi milik orang lain itu. Terdengar konyol memang, tapi memang terkadang cinta se-bodoh dan se-konyol itu.


"Dion ada di sini, apa kamu ingin bertemu dengannya? sidang baru akan di mulai sepuluh menit lagi." Tanya Sean.


"Dion? Dimana dia?" mata Chery yang semula redup karena ketidah hadiran Arjuna di sana kembali bersinar cerah saat mendengar Dion ada di sana, meskipun dia tau Dion sudah membohonginya, namun Dion satu-satunya orang yang paling dekat dengan dirinya selama beberapa tahun terakhir ini.


"Tunggu, bukankah kau yang mengantarkan selimut dan obat malam ku? Kau juga yang mengantarkan vitamin dan alat-alat mandi untuk ku?" Chery mengurai pelukannya, hanya Dion yang tau obat tidur yang biasa dia minum dan itu harus di tebus dengan resep dokter, dan vitamin juga sabun-sabun yang biasa Chery pakai hanya dion yang tau, tapi Dion menggeleng, dia mengatakan kalau bukan dia yang mengantarkan semua itu.


Lantas kalau bukan Dion, hanya ada satu orang lagi yang tau tentang semua itu, dan dia adalah Arjuna, namun apa mungkin? Secara sekali pun Arjuna tak pernah menemuinya walaupun semenit saat di tahanan.

__ADS_1


Sibuk mencari jawaban itu, Chery sudah harus masuk ruangan, karena sidang akan segera di mulai, sementara Dion masih harus menunggu di tempat khusus menunggu panggilan masuk.


Namun di tengah berlangsungnya sidang, keributan terjadi di luar ruangan, suara teriakan, suara tembakan dan suara ambulan saling bersahutan, tak lama kemudian sidang di hentikan karena saksi mendapatkan penyerangan dari orang tak di kenal dan kini di bawa ke rumah sakit karena keadaannya krits, Chery terlihat syok dan ketakutan, kemudian secara spontan, Sean yang berada di sampingnya langsung memeluk gadis itu yang terus menangisi asistennya.


Arjuna yang sejak tadi di cari keberadaannya dan di nanti kehadirannya oleh Chery tiba-tiba saja muncul lantas merangsek masuk ke ruangan sidang, dia sungguh menghawatirkan keadaan Chery di dalam, namun saat melihat Chery berlindung di dalam pelukan Sean, Arjuna hanya bisa menatap punggung gadis itu beberapa detik dan lantas bergegas keluar ruangan saat tatapan matanya beradu dengan tatapan Sean yang menghadap padanya.


Antra merasa tenang karena melihat Chery aman dan baik-baik saja, dan juga merasa sesak karena ternyata dirinya memang sudah tidak di butuhkan lagi oleh Chery, 'Betapa bodohnya aku, masih saja menghawatirkannya, masih saja mengawasi dan menjaganya secara diam-diam, padahal dia sudah mempunyai orang lain yang lebih bisa di andalkan olehnya.' Gerutu Arjuna dalam batinnya mengumpat dirinya sendiri yang masih saja menghawatirkan Chery, bahkan dirinya diam-diam selalu hadir di setiap persidangan gadis itu, bukan untuk memastika dia bersalah atau mendapat hukuman, namun untuk memastikan kalau Chery baik-baik saja, padalahal jelas-jelas dia tahu kalau Sean pun tak mungkin membiarkan Chery terluka.


Dion di kabarkan mendapat di serang oleh orang tak di kenal saat dia sedang berada di toilet saat dia menunggu panggilan dari ruang sidang, pria kemayu itu mendapatkan tiga tusukan di perut dan di dada dan langsung di larikan ke rumah sakit, sementara pelaku penusukan langsung di amankan oleh pihak yang berwajib saat itu juga.


Tentu saja kejadian itu menjadi pukulan berat tersendiri untuk Chery, dimana hanya Dion lah yang selama ini setia mendampinginya, namun keadaan asistennya itu kini kritis di rumah sakit.

__ADS_1


Keadaan Chery semakn hancur saat dokter yang menangani Dion di ruang gawat darurat keluar, dan mengabarkan kalau pria itu tidak bisa di selamatkan, chery langsung tumbang tak sadarkan diri, ini terlalu menyakitkan untuk nya, dia tak tahu apakan dia mampu menahan beban hidupnya seorang diri tanpa Dion yang sudah di anggapnya sebagai teman, sahabat, kakak, keluarga dan segalanya itu. Selamat jalan Dion,,,


__ADS_2