
"Apa yang terjadi dengannya?" Tanya Arjuna pada salah seorang pimpinan yang bertugas di lapangan dan menangani kasus kematian pak tua itu.
"Siap Ndan, korban atas nama Parman usia 61 tahun di duga depresi dan mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuhnya, kesimpulan tim forensik korban memang bunuh diri." Lapor petugas yang memimpin di sana menjelaskan pada Arjuna yang pangkatnya lebih tinggi dari dirinya itu.
"Kau mengenalnya?" Tanya Sigit saat melihat pandangan Arjuna tidak bisa lepas dari sosok pak tua yang masih tergantung dengan sangat mengerikan itu.
"Dia orang yang aku maksud tadi, yang aku ceritakan pada mu." Ujar Arjuna dengan suara putus asa, baru saja dirinya mendapat secercah harapan dari keterangan pria tua bernama Parman itu untuk mengungkap kejadian yang sungguh ingin Arjuna buka tabirnya itu, namun satu-satunya saksi yang dia punya untuk di jadikannya senjata pun kini tiba-tiba hilang dan tak mungkin mengutarakan kesaksiannya lagi sampai kapan pun.
"Ja-jadi dia saksi yang kau kau maksud itu?"
Arjuna hanya mengangguk pelan menjawab pertanyaan Sigit, satu-satunya cara dia saat ini adalah mencari tau tentang kecelakaan yang di alami oleh sang artis, saat ini dia harus menemui dokter Bela kembali untuk lebih mengorek informasi dari si dokter biang gosip itu.
Arjuna harus bergerak cepat sebelum semuanya kembali terlambat seperti sekarang ini, dia tak mau kehilangan kesempatan untuk ke dua kalinya.
"Sepertinya kau harus ikut aku sekarang!" Ajak Arjuna pada Sigit, dia ingin mengajak Sigit untuk ikut mendengarkan keterangan dari Bela.
__ADS_1
Hampir setengah jam lebih menunggu, akhirnya Bela datang menemui Arjuna dan Sigit.
"Ah Jun, ada apa, kok balik lagi, apa ada sesuatu yang tertinggal?" tanya Bela.
"Tidak, aku hanya ingin berbicara sesuatu dengan mu, perkenalkan ini Sigit, rekan ku bagian lalu lintas." Sigit dan Bela saling berjabat tangan.
"Mengenai obrolan kita yang tadi, maksudnya,,, cerita mu tadi tentang kecelakaan yang di alami Chery Arleta tepat di malam kejadian kecelakaan yang di alami Luna, apa itu bisa di pertanggung jawabkan? Apa itu benar adanya?" tanya Arjuna.
"Oh, itu-- maaf Jun, aku baru dapat info tadi kalau ternyata malam itu Chery Arleta ternyata bukan kecelakaan, namun pingsan di rumah orang tuanya, aku yang salah informasi." Ucap Bela, dokter itu tak lagi ceriwis seperti tadi siang sangat berapi-api saat menceritakan kecelakaan Chery Arleta yang malam itu dalam keadaan mabuk, bahkan kini ceritanya langsung berubah total hanya dalam hitungan jam saja.
"Aku jujur Jun, maaf,,, aku salah, mungkin sangat sensitif mengungkit masalah kecelakaan Luna, aku pikir setelah hampir satu tahun berlalu kau sudah bisa seperti biasanya lagi," terlihat raut serba salah di wajah Bela.
"Maksud mu, biasanya lagi? Bel, bagi ku seumur hidup ku pun aku tak bisa seperti biasanya lagi, apalagi aku tau ada hal ganjil dalam kecelakaan calon istri ku, aku hanya minta kau bicara sejujurnya, itu saja, bila tidak bisa sebagai teman, anggaplah sebagai aparat yang sedang bertugas mencari kebenaran."
Bela terlihat ketakutan, karena sepertinya Arjuna terlihat sangat marah pada dirinya.
__ADS_1
"Jun tenanglah, dokter Bela, kami minta bertemu dengan atasan anda saja untuk berbicara masalah ini." Sigit menengahi.
Bela mengangguk setuju, kemudian membawa kedua tamunya itu menghadap ke ruangan kepala rumah sakit.
Arjuna menceritakan permasalahan yang terjadi, dia juga menceritakan dengan gamblang apa yang di ceritakan Bela padanya waktu pertama kali tadi siang sebelum ceritanya berubah total sore ini.
"Hmm,,, saya mengerti, mungkin kesalahan ini berawal dari saya juga, saya yang mengarang cerita pada tim dokter yang menangani Chery malam itu, karena tuan Hasan ayahanda Chery tak ingin berita tentang pertikaian keluarganya terekspose ke luar, jadi malam itu menurut tuan Hasan, nona Chery beradu argumen dengan ibunya yang memang selama ini tak pernah akur, lantas nona Chery mabuk dan karena hangover lantas pingsan, dan di bawa kemari, lantas saya mengatakan pada tim dokter yang menangani dan mewanti-wanti jika sampai kejadian ini bocor ke wartawan, untuk mengatakan kalau nona Chery kecelakaan, seperti itu." Terang kepala rumah sakit panjang lebar menceritakan.
"Dan anda, dokter Bela, tolong kurangi kebiasaan bergosip anda, sebagai seorang dokter anda berada di bawah sumpah, seharusnya tidak sembarangan menceritakan kondisi pasien, jika sampai kejadian seperti ini terulang kembali, saya tidak segan-segan untuk menindak anda secara tegas!" Kepala rumah sakit itu kini beralih menatap tajam ke arah dokter Bela yang sejak tadi tertunduk ketakuta.
Rasanya penjelasan kepala rumah sakit tadi lagi-lagi mematahkan asumsi Arjuna, pria itu kemudian pamit, jika seharusnya setelah mendapatkan penjelasan panjang lebar dari kepala rumah sakit itu harusnya Arjuna merasa terpuaskan, tentu saja hal itu tak terjadi padanya, semua hal aneh yang terjadi hari ini justru malah semakin membuat dirinya merasa semakin yakin kalau ada hal besar yang sebenarnya di tutup-tutupi dalam masalah ini.
Tentu saja seorang perwira tinggi seperti dirinya tak akan mudah untuk di kecoh dengan trik yang sangat biasa baginya, pengalamannya memecahkan berbagai kasus dalam pekerjaannya tentu saja dapat membedakan raut wajah jujur dan palsu, juga tentang cerita kebenaran atau hanya sebuah kebohongan mereka lupa kalau insting dan intuisi Arjuna sudah sangat terlatih untuk semua itu, sepertinya mereka ber akting di depan orang yang salah.
Semua kejadian hari ini membuat Arjuna semakin membulatkan tekad untuk mencari dan mengumpulkan sekecil apapun bukti yang terkait dalam kecelakaan Luna, bukan masalah Arjuna tidak merelakan kepergian Luna, tentu saja dia sudah ikhlas, namun bukankah kebenaran tetap harus di tegakkan, bukan untuk dirinya, bukan untuk Luna, tapi atas nama hukum, lagi pula Luna tak akan bangkit kembali, dia sudah kehilangan sebegitu besarnya, jadi Arjuna juga tak mau jika masalah ini hanya berakhir sebagai ganjalan di hati yang tak pernah terungkap, sebagai perwira yang selalu mengedepankan hukum dan keadilan di atas segalanya, dia harus bisa membuka semua kebenaran ini.
__ADS_1
Arjuna bertekad akan mengusutnya sampai tuntas se tuntas tuntasnya, meskipun dia harus berjalan sendirian, anggaplah ini misi pribadinya, karena dia merasa untuk hal ini dia tak percaya pada siapapun, penyelidikan akan di mulai dari Parman yang tiba-tiba bunuh diri, dia akan mencari dan menemui keluarganya, hal yang mudah baginya untuk mencari alamat dan keluarga pak tua itu, karena kasusnya di tangani oleh divisinya.