Dendam Cinta Sang Kapten

Dendam Cinta Sang Kapten
Tumbal


__ADS_3

"Awas saja jika pertunjukkan dan kejutan besarnya hanya omong kosong, aku tak akan memaafkan mu Berto!" Gerutu Arjuna.


Dengan berat hati dia pergi setelah menitipkan Chery pada Tores dan mengultimatumnya agar menjaga Chery dan tak boleh ada hal buruk sedikitpun terjadi padanya, jika sampai itu terjadi dia tak akan segan-segan untuk memenggal kepala Tores sebagai gantinya, suasana hatinya sedang kacau dan kesal karena acara berduaannya dengan Chery harus terganggu.


**


"Masuk!" Seru suara dari dalam ruangan saat Arjuna mengetuk pintu ruang kerja atasannya.


Arjuna memberi hormat pada atasannya itu sebelum dia melangkahkan kaki untuk melewati ambang pintu yang kini terbuka lebar.

__ADS_1


Selain atasan tertingginya, terlihat Agung juga berada di ruangan itu, entah mengapa wajahnya terlihat kusut seperti tak bersemangat.


"Duduklah!" perintah atasannya itu menunjuk kursi kosong yang berada di hadapan dia dan Agung.


"Aku benar-benar kecewa dengan berita yang beredar di publik tentang pertengkaran mu dengan Pak Hasan, ini benar-benar memperburuk citra kepolisian, dan masyarakat kini menuntut institusi kami untuk mendisiplinkan mu, jadi pemanggilan mu ke sini untuk memberi tahu mu kalau kamu akan menjalani hukuman pelanggaran kode etik demi untuk meredam pergunjingan masyarakat dan juga untuk mendisiplinkan mu," Tegas atasannya langsung pada inti permasalahan.


"Maaf ndan, tapi bagaimana dengan acara pernikahan yang akan dia laksanakan dengan putri saya, semua sudah di persiapkan, saya dan keluarga akan sangat malu jika pernikahan itu harus di batalkan begitu saja." Agung memelas pada atasannya itu.


"Apa nama baik keluarga mu lebih penting dari pada nama baik institusi kita? Apa kau lebih memilih aku yang malu karena tak bisa mendisiplinkan calon menantu mu, dari pada kau yang malu karena tidak jadi menggelar pernikahan putri mu denganya? Lagi pula apa kata orang-orang di luaran sana jika kau tetap mengadakan acara pernikahan putrimu di tengah polemik besar yang di hadapi oleh calon menantu mu ini, apa kau begitu bodoh sampai tak bisa berpikir sejauh itu? Egois!" Semprot atasannya itu mencaci maki Agung bahkan tepat di hadapan Arjuna yang saat ini menahan tawa karena merasa puas dengan apa yang di tontonya saat ini.

__ADS_1


Apa ini kejutan besar dan pertunjukkan yang Boris maksud? Jika iya, jujur saja Arjuna lumayan merasa terhibur, dia juga harus bersiap-siap mengucapkan terimakasih pada Boris karena telah menggagalkan pernikahannya dengan Ines tanpa harus bingung mencari alasan, karena jika atasannya langsung yang berkehendak dia tidak melangsungkan pernikahan dengan Ines dalam waktu dekat ini, tentu saja Agung tak akan berani berbuat apa-apa selain hanya bisa pasrah menerima kenyataan.


Rupanya ini yang membuat wajah Agung terlihat kusut dan kacau sejak tadi Arjuna baru saja datang ke ruangan itu, tentu saja hal ini akan membuat dirinya kelimpungan tak hanya menghadapi omongan orang yang pasti akan menggunjingkan keluarganya karena batal mengadakan resepsi pernikahan putri semata wayangnya, namun di lain hal, dia juga harus menghadapi rajukan dan amukan putrinya yang pasti akan menyalahkan dirinya yang di anggap tak mampu membantunya dalam menghadapi permasalahan ini, tentu saja ini akan menjatuhkan harga dirinya di depan mayarakat luas sekaligus di depan putri kesayangannya yang selalu menganggap ayahnya bisa melakukan segala hal.


"Semua ini karena ulah bodoh kau!" tunjuk Agung tepat ke wajah Arjuna yang sengaja memasang wajah seakan-akan sangat merasa bersalah.


"Maaf Ndan, tapi ini memang kesalahan saya, saya yang ceroboh dan saya siap menerima konsekuensi apapun atas tindakan saya ini, demi nama baik citra kepolisian, saya siap menanggung hukuman apapun dan rela membatalakan acara pernikahan saya," mantap Arjuna.


Tentu saja dia lebih memilih menjalani hukuman meski harus mendekam di balik tahanan untuk sementara waktu dari pada harus terpenjara dalam kehidupan rumah tangga dengan Ines di sepanjang hidupnya, jelas itu akan lebih mengerikan, membayangkan menikah dan hidup bersama wanita yang tidak dia cintai sama sekali akan membuatnya seperti berada di neraka, lagi pula Arjuna yakin kalau Berto tak akan tinggal diam dengan hukuman dirinya, pria itu memang selalu penuh dengan kejutan dan langkahnya tak pernah bisa di tebak.

__ADS_1


__ADS_2