
.
.
.
Youn mendekati rusa, nampak rusa mencoba melepas kaki dari dahan pohon yang mengitari.
Youn mengeluarkan tinju api merah lalu meninju tepat pada dahan pohon yang melingkari kaki rusa bewarna biru tersebut.
Dahan pecah, kaki rusa terangkat kemudian, rusa seolah balik badan untuk mengucapkan terima kasih kepada orang yang menolong-nya.
Sebelum balik sepenuh-nya menghadap Youn tiba tiba kabut putih muncul di sekitar Youn, ia yang tak tahu menahu segera mengebas telapak tangan agar kabut menghilang namun kabut kian menebal.
Kabut pun menghilang selang beberapa menit namun keadaan Youn yang semula berada di hutan kita teralihkan.
Tepat di bawah Youn terlihat mahluk besar mengerikan sedang memakan manusia utuh, mahluk tersebut menyadari seseorang memandangi-nya lantas mendongak ke atas.
Jarak Youn dan mahluk tersebut terhalang sebuah kaca yang nampak tipis, mahluk tersebut tanpa menunggu lebih lama lagi meloncat ke atas seperti ingin meraih Youn.
Alhasil kaca pecah dan Youn terjatuh dalam mulut mahluk aneh mengerikan.
Youn tak tinggal diam, segera ia kirimkan phoenix api kuning kepada mahluk tersebut.
''PHOENIX API KUNING.'' Pekik Youn seraya memutar tangan kanan lalu mendorong menuju depan.
KIKKKKKKKKK
Siluet legendaris tersebut masuk dalam mulut mahluk aneh, ia rasakan sensasi dimana bagian tubuh meleleh, mahluk tersebut merintih kesakitan karena menelan phoenix api kuning Youn.
Youn mendarat di tanah yang memiliki tekstur kenyal seraya menyerang kembali mahluk aneh tersebut.
''CINCIN API KUNING.'' Youn lesatkan energi spiritual padat cerah itu menuju mahluk aneh yang masih merintih kesakitan.
BUMMM…BUMMM…BUMMM
Tak terelakan mahluk tersebut mendapat penderitaan yang luar biasa, kini tubuh mahluk mesti mendapat sensasi panas yang membara.
''Rintihan mu itu tidak bakal membuat ku iba, METEOR API BIRU.'' Youn mengangkat kedua tangan ke atas.
__ADS_1
Tepat setelah itu langit langit terbuka, sebuah batu besar bewarna biru tiba dan dengan cepat menghujani mahluk aneh itu.
Energi mahluk sudah habis, ia tak kuasa lagi untuk menghindar dari apa yang ada di atas.
Youn melompat mundur ke belakang agar tidak terkena serangan yang ia buat, pada akhir-nya meteor biru menyentuh permukaan kulit mahluk aneh yang nahas itu.
Kilauan cahaya biru bersinar selama 20 detij sebelum Youn kembali pada tempat semula yaitu hutan rimbun.
Youn bernafas tersenggal karena banyak energi spiritual mesti ia keluarkan, kabut yang menutupi kehadiran Youn kian berkurang.
''Maaf saya sudah kasar pada anda.'' Suara itu datang ketika kabut menghilang seutuh-nya.
Dua wanita dengan baju biru dengan putih nampak kemudian, Youn yang bingung pun bertanya.
''Siapa kalian ini, kemana rusa yang terjebak kaki-nya ?'' Tanya Youn membuat wanita berbaju biru melangkah maju dengan malu malu.
''Saya rusa yang ada tolong tuan dan tolong maafkan teman saya karena secara sembarang menyerang anda, saya akan menuruti kemauan anda asal memaafkan teman saya.'' wanita baju biru memohon.
Youn menepuk leher yang di hinggapi nyamuk, ia pandangi dua wanita dengan paras aduhai tersebut.
''Benar benar tidak masuk akal namun inilah yang terjadi.'' Ujar batin Youn.
''Maafkan saya tuan telah menyerang anda dengan teknik ilusi penderitaan saya, saya pantas menerima hukuman dari anda.'' Wanita itu menangkup kedua tangan seraya membungkuk.
Youn berpikir sejenak, hukuman apa yang pantas bagi gadis berbaju putih.
''Walau hampir membuat ku berakhir namun wanita baju putih ini memiliki kegunaan seperti-nya, mungkin ia bisa membantu ku menyelesaikan 5 orang aula hitam dengan mudah dan rusa biru ini mungkin saja memiliki potensi besar yang belum ku ketahui.'' Kata Youn dalam hati, dengan senyum bijak ia pandangi dua wanita seraya berkata.
''Kalian tidak akan ku hukum yang berat tenang saja, hukuman kalian berupa mengikuti ku bepergian.'' Ungkap Youn membuat wajah kedua wanita berseri.
''Sebelum-nya perkenalkan nama kalian kepada ku agar memudahkan aku memanggil kalian.'' Pernyataan Youn barusan membuat kedua gadis kembali terdiam.
Kedua wanita tersebut berpandang pandangan selama beberapa menit sebelum gadis baju biru membuka mulut.
''Hehe kami tidak memiliki-nya tuan, bisakah anda yang memberikan kami nama ? '' tanya gadis baju biru.
Youn berpikir kembali mengenai nama apa yang pas untuk dua teman baru-nya tersebut.
''Ah kau akan ku berikan nama Shuwan Lu'' tunjuk Youn pada gadis berbaju biru.
__ADS_1
''Sedangkan kau Bai Wu.'' Tunjuk Youn pada gadis baju putih.
...****************...
Makan di balik nama Shuwan Lu dan Bai Wu
Shuwan ( berhati mulia dan periang )
Lu ( rusa )
Bai ( putih, jernih )
Wu ( Asap )
...****************...
''Nama yang bagus tuan, kalo boleh tahu kemana-kah tujuan anda pergi saat ini ?'' Tanya Shuwan Lu.
''Mencari Anggota Aula Hitam.'' Youn membalas.
Entah kenapa muka Shuwan Lu dan Bai Wu terlihat sangat dendam mendengar ungkapan Youn barusan.
...****************...
Shuwan Lu.
Bai Wu.
.
.
.
Thanks for read
__ADS_1