Dewa Langit : Dari Dunia Lain

Dewa Langit : Dari Dunia Lain
Akhir Kunjungan Istana Smahua


__ADS_3

.


.


.


Semua makanan lengkap tersaji di meja makan.


"Mari makan, jangan malu malu." Raja Tin Hui mengambil paha bebek peking yang tersaji di piring kayu.


Guru Daisho, anak anak mulai mengambil pelan masakan di hadapan mereka, mengarahkan makanan ke mulut dan merasakan gurihnya bahan bahan masakan yang sudah di olah sebaik mungkin.


"Benar benar enak, aku bisa merasakan setiap kunyahan meluncur dengan mulusnya pada tenggorokan." Youn benar benar menikmati masakan yang disuguhkan kerajaan padanya.


Begitu juga dengan Renny, Hoshan dan Qiena, mereka benar benar menikmati makan siang mereka, tentu saja pulang dari istana Hoshan akan bercerita kepada pak Kong mengenai perjalanan mereka hari ini.

__ADS_1


"Wah ini sangat enak." Renny mengambil satu dim sum di depanya dengan sumpit yang sudah di sediakan.


Acara makan siang berlansung lancar, sampai semua perut mereka yang berpatisipasi dalam acara makan siang mulai menggembung karena banyak makan, Raja Tin Hui, Guru Daisho dan anak anak menunggu selama beberapa menit, membiarkan makanan yang mereka santap benar benar tercerna dengan baik, barulah mereka kembali melanjutkan acara kunjungan.


"Benar benar lezat, aku bahkan ingin makan lagi." Renny sepertinya tak puas dengan makan siangnya.


"Ya kau bisa makan, makan saja sampai ke piringnya, jangan diberikan sisa." Youn meledek Renny.


Renny menyentil pinggul Youn lalu mengembungkan pipinya, Renny mengalihkan sorot pandang nya ke arah lain, Youn mengajak Hoshan berbicara kemudian.


"Jadi inilah ruangan terakhir yang ada di Istana Smahua, ruangan ini merupakan ruangan ramuan, semua ramuan beserta manfaat nya ada disini, semua ramuan ku beli dari Sekte Bambu." Raja Tin Hui menampilkan ruangan tersebut kepada anak anak.


Setelah cukup mengamati ramuan, anak anak sudah terlihat letih, segera Guru Daisho meminta izin undur diri kepada Raja Tin Hui.


"Terima kasih untuk kebaikan hati anda yang mulia, telah memperkenankan saya dan anak anak melihat ruangan ruangan istana yang mempunyai ceritanya sendiri, bisa makan bersama anda yang mana seseorang paling penting di Benua Bawah, suatu kehormatan dan kebanggan bagi saya dan anak anak bisa berkunjung ke istana Smahua, saya dan anak anak izin undur diri, sekali lagi terima kasih untuk kebaikan hati anda." Guru Daisho membungkukan badanya menghadapa Raja Tin Hui.

__ADS_1


Lantas anak anak mengikuti Guru Daisho, Raja Tin Hui mengukir senyum hangat dan tulus lalu berkata.


"Sama sama, aku senang kalian berkunjung ke kerajaan hari ini, bisa menghabiskan waktu bersama kalian, kalian pun terlihat menikmati setiap ruangan yang aku tunjukan, aku sangat senang dengan hal itu." Raja mengungkapkan rasa senang nya kepada Guru Daisho dan anak anak.


Guru Daisho membiarkan Raja Tin Hui keluar dari ruangan ramuan lalu dirinya dan anak anak keluar, Raja Tin Hui menawar mengantarkan kehadiran Guru Daisho dan anak anak sampai ke gerbang istana, Guru Daisho menolak dengan lembut, menurutnya sudah mengizinkan dan makan siang sudah cukup merepotkan, Raja Tin Hui bersikeras membuat Guru Daisho pada akhirnya menerima tawaran Raja Tin Hui dengan senang hati.


Raja Tin Hui, Guru Daisho dan anak anak berjalan menuju gerbang istana, sekali lagi Guru Daisho dan anak anak serentak mengucapkan terima kasih saat mereka berada tepat di depan gerbang istana, Raja Tin Hui kembali melemparkan senyuman pada Guru Daisho dan anak anak.


.


.


.


Thanks for read

__ADS_1


__ADS_2