
.
.
.
...****************...
Han Long
Han Long memandang mesra lawan di depanya, tidak dalam artian mesra yang, ya begitulah. Telapak tangan yang terbuka sebelumnya kini mulai merapat hingga menutup sempurna, menjadi sebuah mangga manis nan enak, siap diberikan bagi siapa saja.
Musuh bergerak mengikuti Han Long, seperdetik kemudian tinju Han Long dan lawan beradu kuat.
BUGHHHHH
Dentuman dengan skala yang sangat sangat sangat kecil terjadi, di tambah asap kecil putih keluar saat mereka beradu tinju. Han Long dengan gaya sombongnya melakukan salto ke belakang.
Lawan menghindari kaki Han Long saat melakukan salto, Han Long menarik nafas dalam dalam lalu menghembuskanya perlahan, tenang dan damai. Barulah ia menggunakan teknik spiritual kemudian. Tahu bahwa pertarungan tidak akan selesai jika tak menggunakan energi spiritual.
"Paku: Beracun." Han Long dengan nada santai penuh ketenangan berkata.
BWUSHHHH
Paku berkarat muncul dengan jumlah puluhan, melesat dengan cepat seperti kumpulan lebah mendapatkan bunga yang indah nan pas untuk di serap inti sarinya.
"GUNDUKAN TANAH." Kedua anak melompat ke atas, saat turun ia meninju tanah dengan satu kanan.
GRURRRRR...CRAKKKK
Gundukan tanah menahan paku, Han Long menyeringai miring lalu bergegas ke sisi lain dengan cambuk paku yang sudah ia sediakan pada saat lawan fokus pada paku beracun buatanya.
__ADS_1
"Halo teman baiku." Han Long menyapa sambil melayangkan tali cambuk menuju lawanya.
Benar benar gurih suara cambuk yang diberikan Han Long kepada lawanya, seketika lawan Han Long meringis kesakitan saat tali di bekali paku karat itu bersarang di tubuhnya.
ARGHHHHH
"He begitu saja." Han Long menghilangkan cambuk.
Berlari dengan bebas lalu menendang wajah remaja tanah sampai tak sadarkan diri.
...****************...
Kursi penonton.
"Heyyy nak kenapa begitu saja sudah kalah !!" Teriak seorang pria gendut di tribun sambil berdiri secara tiba tiba dari kursinya.
Dengan badan besar dan suara nyaring nya tersebut, berhasil menarik pasang mata penonton lain agar meliriknya. Aneh nya mereka yang melirik pria gendut langsung mengubah arah sorot pandang kembali ke depan, keringat mereka bahkan bercucuran deras saat menatap pria tersebut, ada apakah dengan pria tersebut, sehingga para warga di buat takut.
...****************...
"Hey, aku benci melihat wajah sok cantik mu itu." Cela remaja gadis depan Peiyu.
Peiyu mempertahankan senyum polosnya, sebelum revolusi wujud menjadi Elf, tapi kali ini bukan Green Elf melainkan Dark Elf. Sebuah peningkatan tak terduga dari Peiyu.
Panah keluar dengan indahnya di tangan Peiyu, lawan Peiyu tak tinggal diam, segera ia menyerang Peiyu menggunakan jiwa bela diri miliknya yang berupa pedang ganda.
"Gaya 1 Pedang : Tebasan Kicauan burung." Gadis memberikan serangan miliknya pasa Peiyu.
Dengan santai Peiyu membidik arah datangnya tebasan, bentuk burung bersuara berisik biru itu pun lenyap begitu saja saat panah menembus kepala burung.
Peiyu dengan telinga panjang miliknya membaca pergerakan lawan. Lawan tak ingin lengah, segera mungkin ia menyerang Peiyu dengan teknik andalan lain miliknya.
__ADS_1
"Gaya 1 Pedang : Putaran Gelombang Kehidupan." Lawan berputar layaknya gasing.
Peiyu masih tersenyum polos, ia pun menjadikan panah sebagai pedang. Ia berhasil menangkis serangan gadis lalu menusukan ujung panah nan tajam tepat di perut musuh.
UGHHHH
Lawan Peiyu tumbang di ikuti senyuman Peiyu yang memudar.
Seketika Peiyu dan Han Long menatap arah sumber suara, mereka melihat Bozan di lempar seseorang menuju dinding stadiun, Bozan terlihat lemas dengan luka lecet di sekujur tubuhnya sampai ia pingsan dan tergeletak di tanah.
Sosok yang membuat Bozan tak sadarkan diri hanya satu orang, yaitu gadis Batu dengan kedua tanganya terbungkus batu giok bewarna hijau.
Seperkian detik gadis itu hilang dan tiba tiba saja muncul di belakang Han Long.
BUGHHHH...BUMMMMM
Han Long menyusul Bozan di ujung dinding stadion, tersisa Peiyu dengan mode Dark Elf miliknya, terus membaca pergerakan lawan.
Peiyu pun berbalik setelah arah lawan ia perkirakan akan muncul diarah jam 3, menangkis tinju lawan dengan kedua tangan tersilang di depan wajahnya.
Namun lawan tak kehabisan akal, ia mencari jalan lainya agar Peiyu menyusul teman temanya yang sudah terluka. Menghilang dan muncul secara mendadak sambil memberikan serangan secara terus menerus hingga mode Dark Elf miliknya hilang, karena habisnya energi spiritual.
"Hah-hah-hah." Peiyu bernafas tersengal.
"Aku menang." Suara di telinga Peiyu membuatnya menoleh ke belakang.
BUMMMMMMM...
.
.
__ADS_1
.
Thanks for read