
.
.
.
Setelah menunggu beberapa menit akhirnya keluarlah prajurit itu, ia memberi tahukan kabar bahwa Raja memberikan izin kepada Guru Daisho dan anak anak, berkunjung dan bertemu dengan nya.
"Raja mengizinkan kalian, kebetulan saat ini raja sedang memiliki waktu senggang, mungkin akan merasa sedikit terhibur dengan kedatangan kalian." Prajurit memberitahukan izin yang diberikan raja kepada Guru Daisho.
"Terima kasih teman, kalau begitu kami masuk dulu." guru Daisho mengucapkan terima kasih terlebih dulu sebelum berjalan menghampiri murid muridnya.
Langsung Guru Daisho mengajak murid muridnya berjalan memasuki gerbang, saat melewati gerbang terlihat sebuah bangunan yang sangat luas bewarna putih, tempat kediaman orang yang berkuasa di benua bawah bersama keluarganya.
Guru Daisho dan murid murid melihat anak tangga menuju istana, terlihat pula seorang pria umur 50 tahunan tengah berdiri di puncak tangga dengan 2 wanita di sebelahnya.
pandangan pria tua itu seakan akan menyambut kehadiran Guru Daisho dan anak anak akademi.
__ADS_1
Senyum yang diukir pria tua itu penuh kehangatan, segera Guru Daisho dan anak anak menaiki tangga perlahan lahan sampai mereka berada dipuncak tangga.
"Selamat datang Guru Daisho dan anak anak murid akademi Pohon Suci, di istana Smahua." Ucap wanita satu yang umurnya sekitaran 40 tahunan.
Guru Daisho ternsenyum sambil menundukan setengah badanya ke depan, anak anak mengikuti guru Daisho.
"Suatu kehormatan bisa bertemu anda Ratu Ivy Wei, Ratu Hanna Noon, Raja Tin Hui." Guru Daisho memberikan sanjungan.
Wanita pertama yang bernama Ratu Ivy Wei segera mengalihkan sorot pandangnya pada wanita kedua yang bernama Ratu Hanna Noon, kedua Ratu itu mengundurkan diri dari hadapan suami mereka.
"Yang mulia, saya dan Ratu Hanna Noon mengundurkan diri dahulu." Lembut Ratu Ivy Wei kepada Raja Tin Hui.
"Selamat datang Guru Daisho, anak akademi Pohon Suci di istana ku, mari aku akan mengajak kalian berkeliling istana." Raja Tin Hui mengajak guru Daisho serta anak anak.
"Suatu kehormatan bagi saya." balas Guru Daisho dengan senyum.
Raja Tin Hui, Guru Daisho dan anak anak memasuki istana, bangunan besar itu benar benar menyegarkan mata, mulut ternganga terukir pada wajah anak anak.
__ADS_1
"Mengesankan." Hoshan melempar pujian untuk istana.
"Benar benar luas." Youn menambahkan.
"Pastilah sangat bahagia jika menjadi anak raja Tin Hui." Renny menyahut pelan.
"Em kamu benar Renny, memang sangat menyenangkan jika bisa tinggal di istana dan hidup sebagai seorang putri." Qiena berbisik kepada Renny pelan.
Raja mengenalkan beberapa pajangan yang ia dapat dalam acara lelang, pajangan pajangan yang terlihat sangat mahal, setelah mengenalkan beberapa pajangan raja Tin Hui kembali mengajak guru Daisho dengan rombonganya menuju tempat lainya seperti ruang singgasana maupun paviliun, sampai raja mengajak guru Daisho dan anak anak menuju sebuah tempat.
"Aku akan menunjukan hal yang menakjubkan kepada kalian, tempat yang kita kunjungi kali ini tak kalah indahnya dari tempat tempat yang kita kunjungi sebelumnya.” Raja Tin Hui mengajak Guru Daisho dan anak anak pergi menuju tempat tersebut.
Setelah berjalan beberapa menit sampailah mereka semua di sebuah ruangan yang terkunci rapat, Raja Tin Hui meraih sebuah kunci bewarna perak lalu membuka pintu ruangan tersebut.
.
.
__ADS_1
.
Thanks for read