
.
.
.
"Jadi apakah kau mau menikah dengan ku atau pindah dari sini ?" Ucap seorang wanita kepada pria.
"Ini ambil koinya, aku kan membayar, kenapa kau sangat keras kepala mau menikah dengan ku, lihatlah benda yang ada tangan ku ini, biarkan aku tinggal dengan tenang di sini." Balas pria sambil memperlihatkan beberapa koin perak di telapak tangan.
Wanita menampar tangan pria sampai koin koin yang ada di telapak tanganya berjatuhan, wanita itu kemudian menarik kerah pria lalu berkata.
"Aku sudah tidak tahan lagi, memang dua minggu yang lalu aku mengingkan kau membayar sewa namun akhir akhir ini aku hanya menginginkan diri mu, tidak perduli dengan koin, putuskan lah, menikah dengan ku atau pergi dari sini." Wanita itu memberikan pilihan kepada pria.
Pria masuk ke dalam rumahnya, mengemasi pakaian miliknya, setelah selesai berkemas pria itu keluar dari dalam rumah, ia memandang wanita itu dan berkata.
"Aku tidak akan menikah dengan mu." Pria melangkahkan kakinya meninggalkan wanita.
...****************...
Penginapan.
__ADS_1
"Wuah sangat enak." Renny melempar pujian kepada masakan yang ia makan.
"Mungkin karena bantuan kalian masakan ini bisa jadi lebih enak." Ujar bibi Chan hangat
"Kami hanya membantu memotong dan membersihkanya setelah itu bibi yang memasak, jadi masakan enak ini murni dari bibi sendiri." Hoshan menjawab pernyataan bibi.
Bibi Chan tersenyum sambil menawarkan tambahan makanan kepada Youn, Qiena, Hoshan dan Renny, ke empat anak itu menolak bibi Chan dengan halus.
Mereka mulai berbincang, sampai terdengar langkah kaki berjalan menuju dapur, langkah kaki pun terhenti, terlihat pak Kong dengan ember kayu penuh ikan di tangan kananya.
"Wah banyak sekali." Bibi Chan melihat ember di tangan pak Kong.
"Benarkah, dimana dia ?" Tanya bibi Chan dengan semangat.
Orang yang di maksud pak Kong pun mulai bersuara dan menampilkan wujudnya, Youn, Qiena, Hoshan dan Renny dibuat senang dengan kehadiran orang itu.
"Saya bi." Ucap pria sambil mendekatkan kehadiranya.
"Guru Daisho !!" Youn, Hoshan, Renny dan Qiena serentak berkata hal yang serupa.
"Kalian" Senang guru Daisho mengetahui ada anak didiknya yang tinggal di penginapan yang akan ia tinggali.
__ADS_1
Bibi Chan dan pak Kong menunggu sampai Youn, Hoshan, Qiena dan Renny selesai, bibi Chan melanjutkan pembicaraan kemudian.
"Boleh, kau bisa memilih kamar mana yang ingin kau tinggali." Ucap bibi Chan dengan senyum penyambutan guru Daisho.
Guru Daisho membungkukan setengah kepalanya menghadap bibi Chan tak lupa juga mengucapkan terima kasih.
"Terima kasih bibi, telah mau menerima kehadiran saya di penginapan." Ungkap terima kasih Guru Daisho.
"Sama sama, selamat datang di penginapan kecil kami Daisho." lanjut bibi Chan.
Pak Kong mengajak Guru Daisho makan siang, Guru Daisho menerima ajakan pak Kong dengan senang hati, mereka berdua pun duduk di kursi yang tersisa, Guru Daisho dan pak Kong mulai menyantap masakan bibi Chan dengan riang.
Youn, Qiena, Hoshan dan Renny mengundurkan diri dari hadapan pak Kong, bibi Chan dan Guru Daisho untuk beristirahat.
.
.
.
Thanks for read
__ADS_1