Dewa Langit : Dari Dunia Lain

Dewa Langit : Dari Dunia Lain
Kunjungan Sekte Bambu


__ADS_3

.


.


.


Ke esokan harinya, karena Renny melempar tanah basah ke baju Youn terpaksa Youn mengenakan baju acara pengenalan alam, Qiena dan Hoshan hanya bisa menabahkan Youn.


Sementara Renny tersenyum bahagia, mereka langsung mengarah ke kelas saat memasuki gedung akademi, banyak anak anak yang terlihat seperti kalangan bangsawan memandangi baju yang dikenakan Renny, Hoshan maupun Qiena sampai salah satu dari mereka mengampiri Renny.


"Baju kamu bagus, kamu pasti kalangan bangsawan baru ya, bagaimana kalo kita berteman, kalian berdua pun boleh kecuali anak yang di belakang itu." Anak gadis itu menunjuk Youn.


Dengan santai nya Youn menunjuk diriny dan berkata.


"Aku?" Ucap Youn dengan santai.


Anak gadis itu mengangguk, Renny membalas ungkapan anak gadis dengan nada lembut yang jarang ia keluarkan.


"Jika kamu mau berteman dengan kami boleh, namun satu hal yang harus kau tahu, bahwa kami ini bukan keluarga bangsawan." Renny berkata dengan jujur agar anak gadis itu tidak terkejut nantinya.

__ADS_1


Anak gadis itu memanyunkan mulutnya lalu pergi tanpa sepatah kata pun, Renny dan yang lainya mengacuhkan anak gadis itu serta tatapan mata anak anak bangsawan lainya, Renny, Youn, Hoshan dan Qiena melangkahkan kakinya menuju kelas.


Sesampainya di kelas terlihat guru Daisho sudah bersiap melangkahkan kakinya keluar dari ruangan, guru Daisho memandang 3 anak yang penampilanya sedikit berbeda begitupun anak anak lainya.


"Wah baju kalian bagus sekali, apakah kalian sudah siap ?" Tanya guru Daisho.


Ke empat anak itu mengangguk, Youn, Hoshan, Qiena dan Renny membiarkan guru Daisho dan anak anak lainya keluar dari kelas setelah itu Youn, Hoshan, Renny dan Qiena mengikuti guru Daisho.


Guru Daisho mengarahkan murid nya ke arah timur laut sampai mereka memasuki wilayah bambu yang rimbun, anak anak senang melihat bambu yang bergoyang di terpa angin, sampai mereka melihat beberapa bangunan yang dikelilingi bambu.


"Nah kita sudah sampai." Guru Daisho menyeka keringat yang berjatuhan.


Guru Daisho kembali berjalan mengarah muridnya di ikuti pria itu, pria memandangi anak anak dengan senyum hangat lalu menyapanya.


"Selamat datang di sekte bambu, saya Patriark Sekte ini, perkenalkan saya Jang Meuzhen, salam kenal anak anak." pria yang bernama Meuzhen memperkenalkan identitasnya.


Serentak anak anak mendundukan badan mereka menghadapa Meuzhen yang merupakan Patriark Sekte Bambu.


"Mari kita masuk ke dalam." Tawar Patriark Meuzhen sambil berjalan memasuki salah satu bangunan besar.

__ADS_1


Guru Daisho dan anak anak mengikuti langkah Patriak Daisho, mereka pun masuk ke dalam bangunan besar itu, terlihat beberapa orang tengah menyiapkan bahan untuk ramuan, membersihkan bahan dan terakhir pembuatan bahan menjadi ramuan.


Terlihat Qiena sangat senang melihat proses pembuatan ramuan, Renny menyenggol pelan bahu temanya tersebut agar menutup mulutnya.


"Pstt hei tutup mulut mu, nanti tersedak lalat." Jelas Renny dengan nada pelan.


"Hehe baiklah." Renny menutup mulutnya.


Patriark Meuzhen mulai menjelaskan bahan bahan yang diperlukan untuk membuat ramuan yang akan di pasarkan di benua bawah, seperti ramuan penyembuh, ramuan peningkatan ranah maupun ramuan kesehatan.


"Nah disini bahan bahan akan dipilih, semua bahan akan dipisahkan sesuai dengan manfaat bahan bahan ini." Jelas Patriark Meuzhen sambil menunjuk bahan bahan yang sedang dipisah oleh beberpa orang.


.


.


.


Thanks for read

__ADS_1


__ADS_2