
.
.
.
“Kita sampai anak anak, lihatlah hutan ini lebih indah dari hutan yang kita lewati sebelumnya bukan?” Ketua Shuyi bersemangat saat sampai di sebuah area dimana pohon pohon tersusun dengan rapi dan menyegarkan mata.
Murid akademi disuguhkan pemandangan indah, hasil kerja keras mereka terbayar lunas setelah melihat indahnya Hutan Smahua.
“Wah cantiknya” Renny sangat bahagia.
“Benar benar indah, mungkin aku akan menetap disini hehe” Qiena melemparkan sebuah candaan kepada Youn, Hoshan dan Renny.
“Bisa saja haha atur sesuka mu Qiena” Hoshan mendukung keputusan Qiena.
Youn tidak berkomentar apa apa selain fokus menghirup udara segar dan memejamkan matanya, Youn mulai menyukai kehidupan dirinya di dunia antah berantah ini ketimbang menyukai kehidupan lamanya yang penuh dengan polusi udara dan pencemaran lingkungan.
“Baiklah anak anak, mari kita sudahi memandangi ke ajaiban ini, sekerang aku punya misi untuk kalian, untuk anak laki laki kalian pergilah mencari ranting atau pun kayu yang sudah terjatuh di tanah, sebelum membawa kayu pastikan dulu diri kalian mampu atau tidak membawa kayu tersebut, sedangkan perempuan bertugas mendirikan tenda tenda, satu kelompok berisikan dua orang, jangan pergi terlalu jauh.” Ketua Shuyi memberikan sebuah misi kepada anak anak.
__ADS_1
“Sebaiknya kita mulai mencari kayu sekarang”Hoshan menarik tangan Youn.
Youn mengikuti tarikan tangan Youn, mereka kemudian berjalan masuk ke area barat hutan, banyak ranting di tanah membuat Youn dan Hoshan merasa di untungkan.
“Ambil semuanya jangan sisakan satu pun” Hoshan memberikan arahan kepada Youn.
“Tentu saja” Youn segera mengambil kayu ranting yang berserakan di tanah.
Tak lama kemudian datang kelompok lain, mereka melihat tangan Youn dan Hoshan penuh dengan ranting kayu, salah satu anak dari kelompok mulai mendengus kesal.
Youn dan Hoshan tak perduli dengan kehadiran beberapa kelompok di belakang mereka, keduanya kembali melanjutkan perjalanan mencari ranting yang lain.
“Ya biarkan saja mereka, aku pastikan mereka mengata ngatai kita saat ini” Youn menimpali pernyataan Hoshan.
Mereka kembali mendapatkan ranting lainya, segera Youn dan Hoshan mengambil ranting dan mengumpulkanya di tangan, begitu banyak ranting besar dan kecil di tangan keduanya sampai mereka hampir tertunduk karena berat ranting semakin terasa.
Youn dan Hoshan memutuskan kembali, mereka kembali berselisih dengan kelompok lain yang tengah mencari kayu, mereka memandang sekilas mereka lalu mengarahkan kembali pandangan ke depan.
“Heeh tatapan mereka seperti tidak menyukai keberadaan kita Youn.” Hoshan mengutarakan pendapat.
__ADS_1
“Mungkin saja, terlihat dari tatapan mereka yang terkesan sinis.” Youn menguatkan pendapat Hoshan.
Sepanjang jalan mereka berdua habiskan dengan berbincang ringan mengenai kegiatan alam hari ini.
Sesampainya di area mereka melihat tenda tenda sudah berdiri dengan kokoh, Youn dan Hoshan berjalan mendekati Ketua Shuyi yang terlihat sedang menghitung tenda.
“Ketua ini ranting yang diperlukan” Hoshan dan Youn meletakan ranting di tanah.
Ketua Shuyi mulai memandangi ranting sejenak sebelum memandang wajah kedua anak yang membawa ranting.
“Bagus ranting ini akan kita gunakan sebagai bahan bakar membuat makanan, para petinggi saat ini sedang berburu hewan untuk kita santap sampai besok.” Jelas ketua Shuyi kepada Hoshan dan Youn.
.
.
.
Thanks for read
__ADS_1