Dewa Langit : Dari Dunia Lain

Dewa Langit : Dari Dunia Lain
Gung Min & Lulu Bae


__ADS_3

.


.


.


Ke esokan harinya sepulang sekolah, Guru Daisho serta Youn, Hoshan, Qiena dan Renny tengah berjalan kembali ke penginapan pak Kong.


"Jadi begitu ya, hmm sepertinya aku bisa mencoba nya." Balas Hoshan kepada Guru Daisho setelah pria itu menawarkan sesuatu pada Hoshan.


Hoshan terlihat tertarik pada apa yang ditawar Guru Daisho, saat di perempatan jalan Guru Daisho menghentikan langkah kakinya. Guru Daisho tampak tersenyum jahil melihat dua orang yang sedang berjalan 10 meter dari hadapanya, satu pria dan satu wanita.


Kedua orang itu nampak seumuran Guru Daisho, sontak ia berlari kecil dan menggapai bahu kedua orang itu lalu mengejutkanya.


"WAAAA." Kejut Guru Daisho pada orang itu


"KYAAAA." Refleks wanita menampar keras pipi guru Daisho hingga menampakan cap lima jari merah menyala di pipinya.


Namun pria di sebelah wanita tak bereaksi dengan kejutan dari guru Daisho, pria memutar arah pandangnya dan mendapati pria lainya sedang mengusap pipinya yang merah.


"Hhhh Daisho kau ini, jika ingin mengejutkan ku, harus lebih dari ini." Helaan nafas pria itu sesambil memberi tahu Guru Daisho.


"Haha maafkan aku Gung Min, aku juga minta maaf kepada mu Lulu Bae, telah membuat mu terkejut." Guru Daisho meminta maaf kepada dua orang yang di kejutkanya.


Wanita yang bernama Lulu Bae itu mengerucutkan bibirnya sambil membuang muka pada Guru Daisho, pria yang bernama Gung Min tertawa melihat tingkah laku Lulu Bae.

__ADS_1


"Nah kau lihat sekarang, anak ini tidak mau memafkaan mu, bagaimana jika kau membayarkan tahu Ma Po untuknya." Gung Min dengan nada main main menyarankan hal tersebut kepada Guru Daisho.


Guru Daisho mengakhiri usapan pipinya lalu sepakat mentraktir Lulu Bae dan Gung Min dengan senang hati.


"Seperti biasa teman, kalian kemarilah." Panggil Guru Daisho pada murid muridnya yang terdiam jauh di belakangan nya.


Youn, Hoshan, Qiena dan Renny segera mendekati Guru Hoshan, mereka memandang lebih jelas lagi dua orang yang berbincang asik dengan Guru Daisho, wajah yang sangat familiar dirasakan Youn dan teman temanya saat melihat wajah Gung Min, ya pria itu merupakan pria yang memutuskan anak anak diterima atau tidaknya di akademi, mestilah mereka kenal.


"Ah ini murid murid mu Daisho, mereka ini sangat menarik, mereka merpati, persik, padi perunggu kecuali yang itu, sepertinya ia belum mendapatkan jiwa bela dirinya." Tunjuk Gung Min kepada Youn.


"Hanya perlu waktu yang menentukan semuanya, mari kita berangkat menuju kedai tahu Ma Po langganan kita." Lulu Bae antusias mengetahui Guru Daisho mentraktir mereka.


Mereka berjalan mencari kedai tahu Ma Po, hanya perlu 5 menit akhirnya mereka sampai di kedai yang terlihat usang dan sepi, awalnya Youn dan teman teman mulai meragukan tempat tersebut karena tak meyakinkan, setelah Guru Daisho memberi tahu mereka lebih lanjut akhirnya Youn dan teman temanya ikut.


Sesudahnya memesan langsung Guru Daisho beserta yang lainya mengambil tempat duduk.


"Ehm apakah disini ada kamar kecil ?" Youn bertanya kepada Guru Daisho karena ia mungkin tahu seluk beluk kedai ini.


"Kau lihat pertigaan itu kan, nah belok ke kiri, terus saja sampai melihat dua buah pintu bersebrangan, langsung saja kau ambil pintu kanan." Guru Daisho memberikan petunjuk.


Youn melesat mengikuti arahan Guru Daisho, Gung Min dan Lulu Bae sepertinya mulai tertarik dengan Qiena dan Renny.


"Hey nak, apakah kau mau menjadi murid ku, tentu saja aku akan menjadikan mu lebih kuat." Tanya Gung Min kepada Renny.


Renny berpikir sejenak sebelum memutuskan

__ADS_1


berkata "ya"


"Saya bersedia Guru ?" Tanya Renny bingung.


"Gung Min." Jelas Gung Min


Di lanjutkan Lulu Bae kepada Qiena kemudian.


"Apakah kamu mau juga nak, aku akan mengajarkan banyak hal kepadamu." Lulu Bae meyakinkan.


"Baiklah saya bersedia Guru?" Tanya balik Qiena.


"Lulu Bae." Lulu Bae menjawab dengan mantap.


"Guru Lulu Bae." Ujar Qiena dengan senyum hangat.


Tak lama kemudian datanglah pesanan mereka, disaat yang bersamaan Youn datang dari kamar kecil, ia duduk kembali di kursinya lalu mulai menyantap tahu Ma Po yang tersedia, karena yang lain sudah terlebih dahulu menyantap makanan yang sudah tersaji di hadapan mereka.


.


.


.


Thanks for read

__ADS_1


__ADS_2