Dewa Langit : Dari Dunia Lain

Dewa Langit : Dari Dunia Lain
Ketakutan Renny Di Malam Hari


__ADS_3

.


.


.


“Hah lelah sekali” keluh Renny pada teman temanya.


“Tapi itu menyenangkan, benarkan Hoshan, Youn ?” Tanya Qiena memastikan.


Youn dan Hoshan mengganguk, mereka duduk di tenda yang sudah di buat sebelumnya, entah kenapa anak anak lain terlihat sinis dengan kelompok Youn dan teman temanya, namun Youn dan teman temanya tidak perduli dengan hal kecil seperti itu.


Ketua Shuyi dan petinggi lainya mulai berbincang bincang sedangkan anak anak dibebaskan, bermain maupun beristirahat asal masih berada di area tenda dan tidak keluar.


Untuk Youn dan teman teman mereka lebih mementingkan istirahat dari pada bermain, Youn mulai masuk ke alam mimpi dimana ia sedang berada pada suatu tempat yang indah.


Tanpa sadar Youn mulai tertawa sendiri, Renny yang merasa terusik menampar paha Youn dengan keras sampai Hoshan dan Qiena membuka mata mereka.


PLAKKKKK \~


“Eh kenapa kenapa ?” Hoshan dan Qiena yang bersebelahan dengan Renny terkejut.


“Ey diamlah jangan berisik, aku terganggu.” Ketus Renny.

__ADS_1


Youn terbangun, mendapati Renny sedang mengoceh tak jelas kepada dirinya, lantas Youn bertanya kepada Renny, kesalahan apa lagi yang sudah ia lakukan kepada Renny sampai anak gadis itu terlihat sangat marah.


“Apa yang ku lakukan kepada mu sehingga kau marah seperti ini ?” Tanya Youn yang benar benar tidak tahu.


Renny menggertakan giginya dan membalas.


“Kau tidur sambil tertawa dan itu menganggu.” Jelas Renny yang merasa terusik.


“Aku tidur, orang tidur tidak sadar dengan apa yang ia lakukan, siapa suruh kau tidur dekat dengan ku.” Youn mulai berdalih.


Renny semakin kesal dengan Youn, segera ia menjewer telinga Youn.


“MENYEBALKAN !!” Renny menjewer telinga Youn sekuat tenaga.


“Aduh, hey lepaskan !” Youn meminta Renny melepaskan tanganya.


“Minggir !” Perintah Renny kepada Hoshan sambil menepuk pelan bahunya.


“Ya ya ya” Hoshan bangkit lalu duduk di samping Youn.


Hoshan mulai berbisik kepada Youn mengenai tingkah laku Renny.


“Sangat menyebalkan bukan ?” Tanya Hoshan dengan nada kecil agar tak terdengar Renny.

__ADS_1


“Lebih dari itu, aku ingin sekali menutup mukanya itu dengan kain yang bau” balas Youn.


Hoshan pun tertawa mendengar perkataan Youn, mereka kembali melanjutkan tidurnya setelah selesai berdebat kecil dengan Renny.


Malam, seperti biasa mereka bernyanyi dan memutari api unggun setelah selesai makan, sampai pada saat nya mereka harus tidur karena hari sudah mulai larut.


Youn dan Hoshan masuk ke tenda di ikuti Renny dan Qiena, terlihat Renny seperti takut dengan gelap nya malam, karena ini pertama kalinya Renny tidur di alam terbuka seperti saat ini.


Bahkan saat tidur pun Renny menyempatkan dirinya mengobrol dengan Qiena untuk mengusir rasa takut yang ada pada dirinya, Youn mulai merasa terusik dengan Renny.


“Ey diamlah waktunya tidur, apakah kau tidak lelah sedari tadi ngomong terus?” ketus Youn.


“T-tapi bagaimana jika ada ular ataupun hewan buas lainya yang masuk ke dalam tenda secara tiba tiba.” Renny berkata dengan nada takut.


“Tenang saja, selagi ada petinggi dan Ketua Shuyi kita pasti akan aman.” Hoshan ikut menenangkan Renny.


menenangkan Renny.


Renny pun akhirnya berhenti mengobrol dengan Qiena yang terlihat sangat lelah, memaksakan matany untuk tidur sambil menghilangkan rasa takut yang ada pada dirinya, Renny pun mulai terlelap.


.


.

__ADS_1


.


Thanks for read


__ADS_2