
.
.
.
Para alkimia segera datang mengetahui acara pertandingan selesai, menggotong Han Long menuju ruangan perawatan, pembawa acara menutup acara yang tak terduga ini, para hadirin merasa senang bisa melihat bibit bibit unggul akademi Pohon Suci yang nantinya bisa menjadi pelindung di kala bahaya besar datang.
Setelah banyak orang pergi dari stadiun termasuk Raja Tin Hui dan para istri istrinya, Guru Daisho, Gung Min, Lulu Bae dan teman teman Youn menghampiri anak lelaki yang terkapar di tanah.
Youn menolak dirawat para ahli alkimia, terus meyakinkan dirinya bahwa ia baik baik saja.
"Kau berlagak sok kuat, lihatlah dirimu sekarang." Renny berlari kecil menghampiri Youn lalu duduk di sebelahnya.
Youn menyengir kecil dan berkata.
"Sejak kapan kau perduli padaku anak aneh." Youn menyempatkan diri mengejek Renny dalam kondisi yang terluka.
PLAKKKKK
"Aduh." Youn memegang tangan kananya yang di tampar Renny.
Renny menoleh ke arah lain dengan raut wajah kesal.
"Apa kau terluka parah, biarkan aku mengobati mu." Niat Guru Daisho.
__ADS_1
"Tidak apa apa Guru Daisho, saya baik baik saja hanya goresan kecil bekas Han Long." Youn menunjuk darah kering pada tubuhnya.
Guru Daisho mengangguk, Youn bangkit dari tanah dan berehat sejenak, terdengar seseorang dari belakang mendekati Youn dan para Master, mereka menoleh ke belakang dan mendapati Ketua Shuyi dengan keponakanya, An Peiyu.
"Halo Qiena." Peiyu menyapa Qiena namun tak menatap wajahnya.
Peiyu seperti menghindari tatapan mata Youn yang ada di sebelah kanan Qiena.
"Oh hai Peiyu, maaf jika aku terlalu keras padamu." Qiena minta maaf selembut mungkin.
"Tak apa teman, aku sudah di obati." Peiyu masih mempertahankan arah pandangnya.
Ketua Shuyi membuka mulut untuk pembicaraan serius pada Youn.
"Youn aku harap hari ini kau tak ada acara, ikut lah bersamaku sebentar, ada beberapa hal penting yang ingin ku sampaikan." Ketua Shuyi langsung berbicara ke inti.
"Saya bebas, suatu kehormatan mendapat kunjungan ke kediaman anda." Balas Youn se sopan mungkin.
Ketua Shuyi memandang Guru Daisho, sedikit anggukan di gerakan Ketua Shuyi sebagai tanda terima kasihnya pada Guru Daisho.
Guru Daisho yang paham membalas anggukan kepala Ketua Shuyi, Guru Daisho dan yang lainya mengundurkan diri dari hadapan Ketua Shuyi lalu berjalan pergi menyisakan Youn, Ketua Shuyi dan Peiyu.
"Hujan Es." Ketua Shuyi mengeluarkan teknik nya tanpa sepengetahuan Youn.
Youn mulai sigap, tentu saja Ketua Shuyi tidak berniat menyerang Youn malahan sebaliknya mengobati Youn dan membersihkan area tubuhnya yang kotor.
__ADS_1
"Cair." Tambah Ketua Shuyi.
Es berbentuk stalagmit itu mencair sebelum menghujani Youn, sedikit hangat dan segar dirasakan Youn saat dirinya di timpa air es Ketua Shuyi, sampai keadaan Youn kembali ke sedia kala.
"Mari kita pergi." Ajak Ketua Shuyi.
Youn mengangguk sambil mengukir senyum di wajahnya, mereka bertiga berjalan menunju kediaman Ketua Shuyi, Peiyu nampaknya masih malu menatap wajah Youn, ia benar benar memerah saat itu.
"Gadis elf ini, apa hubunganya dengan Ketua Shuyi, anak atau adik ?" Bingung Youn dalam hatinya
...****************...
Kediaman Ketua Shuyi
Youn menatap kediaman Ketua Shuyi yang terkesan sederhana.
"Ayo masuk." Ajak Ketua Shuyi memasuki kediamanya.
Youn dan Peiyu masuk ke dalam kediaman Ketua Shuyi, nampak rapi dan tersusun perabotan rumah Ketua Shuyi, benar benar nyaman di pandang walaupun perabotan sedikit nampak berumur.
.
.
.
__ADS_1
Thanks for read