Dewa Langit : Dari Dunia Lain

Dewa Langit : Dari Dunia Lain
Kedatangan Ketua Shuyi Dari Benua Tengah


__ADS_3

.


.


.


Ke esokan harinya Youn pergi ke sekolah, ia menatap Renny terbalut kain putih di kepalanya. Menutup benjolan di dahi, Renny benar benar tak ingin bicara kepada Youn. Karena tingkah lakunya kemarin.


"APA LIAT LIAT ?!" Renny dengan nada tinggi berbicara kepada Youn, ia sadar Youn meliriknya sedari tadi.


"Aku melihat pemandangan di sebelah mu itu, percaya diri sekali kamu ini." Balas Youn bohong.


"Harusnya kau Minta maaf atau belikan suatu barang untuk ku agar aku mau memafkaan mu gitu, ini malah bersifat acuh. Dasar tidak peka." Gumam Renny tersenyum kecut.


Renny berharap Youn meminta maaf atas kejadian kemaren pada dirinya atau membelikan suatu barang setidaknya agar ia terhibur dan mau memafkaan kesalahan Youn. Namun Youn masih tidak kepikiran hal sejauh itu.


"Kalian berdua ini selalu bertengkar." Ujar Guru Daisho menyahut di belakang.


"Memang dari dulu mereka seperti itu Guru jadi harap mengerti, haha." Ejek Hoshan kepada Youn dan Renny.


Renny dan Youn menoleh ke arah Hoshan lalu menatap tajam mata remaja tersebut, Hoshan memperlihatkan giginya dengan mata tertuju ke bawah sambil menggaruk bagian kepala belakang yang tak gatal.


"Aku salah bicara." Batin Hoshan gugup di tatap Youn dan Renny.


Mereka terus berjalan menuju Akademi Pohon Suci, sesampainya di sana mereka melihat rombongan manusia memasuki gerbang akademi. Ciri ciri mereka akrab di mata Youn, Hoshan, Qiena, Renny dan Guru Daisho.

__ADS_1


"Ketua Shuyi ?" Sapa Guru Daisho terhadap seorang wanita yang membelakangi kehadiranya.


Ketua Shuyi berbalik dengan tatapan galak sehingga membuat Guru Daisho dan anak anak berdiri bulu kuduk mereka.


Ketua Shuyi menghiraukan sapaan Guru Daisho lalu berjalan masuk menuju bangunan akademi.


"Ketua Shuyi saat ini sedang tak ingin di ganggu ?" Jelas salah satu petinggi akademi saat berada tepat di samping Guru Daisho.


"Kalo boleh tahu kenapa Ketua Shuyi terlihat kesal dan mengerikan seperti tu ?" Tanya Guru Daisho kepada petinggi.


"Jadi begini ceritanya." Petinggi mulai menjelaskan alasan Ketua Shuyi garang hari ini.


...****************...


Akademi Gunung Puncak Biru.


"Selamat datang di Akademi Gunung Puncak Biru, Ketua Shuyi dan para petinggi Akademi Pohon Suci." Ucap seorang pria umur 37 tahunan membuka jalan acara.


Awalnya rapat berjalan lancar tanpa ada hambatan, mereka semua bahkan akrab satu sama lain. Padahal berbeda Benua, namun semakin jauh acara berlangsung. Pihak pihak yang tak menyukai Akademi Pohon Suci mulai mengeluarkan rasa secara langsung.


Ketua Shuyi masih tenang mendengar beberapa pihak pembuat onar merendehkan dia dan Akademi Pohon Suci, jauh dalam hatinya dia sudah meledak seperti bom, pria pembuka acara bahkan menyuruh mereka yang onar keluar dari ruangan namun mereka kepala batu.


"Aku yakin suami wanita ini pasti tersiksa dengan tingkah lakunya." Seorang pria onar berkata sembarang tanpa mengetahui fakta.


"Iya jika dia memiliki suami, jika belum ?" Mereka mulai mencela Ketua Shuyi lebih dalam.

__ADS_1


"Ya pasti Wanita Lajang Tua." Pria lainya menjawab pertanyaan dua temanya.


"HAHAHAHA." Para pembuat onar tertawa terpingkal pingkal.


"APA KALIAN SEMUA MAU MATI HAH !!!” Ketua Shuyi naik pitam.


Seketika ia menyiapkan Tinju Es miliknya saat dikatakan "wanita tua lajang". Para petinggi yang tak ikut campur tangan mulai menelan ludah mereka melihat kedua tangan Ketua Shuyi terbungkus es tajam nan dingin.


Sontak para pembuat onar di keluarkan dari ruangan secara paksa, untuk di berikan hukuman.


...****************...


Kembali ke asal.


"Jadi begitu ceritanya, tak ada salah nya Ketua Shuyi melajang. Hhh ada ada saja pihak seperti itu." Guru Daisho sedikit kesal dengan pembuat onar.


Mereka berhasil membuat perasaan Ketua Shuyi tak karuan, sampai perjalanan kembali ke Akademi Pohon Suci pun Ketua Shuyi masih memikirkan perkataan pihak pembuat onar itu.


"Begitulah, makanya Ketua Shuyi sensitif dengan siapa saja, bahkan ia lupa memasukan makanan ke mulutnya, baiklah kalau begitu aku pergi dulu." Petinggi mengundurkan diri.


.


.


.

__ADS_1


Thanks for read


__ADS_2