
.
.
.
...****************...
Fondasi Dunia.
Dengan menguasai teknik teknik baru Youn dan teman teman melangkah menuju Benua Atas ketika hari turnamen semakin dekat dengan.
Tidak ada gangguan selama perjalanan menuju Benua Atas kecuali para bandit yang menginginkan harta mereka, bukan masalah besar bagi Youn dan teman teman.
Mereka menendang bandit dengan mudah tanpa perlu mengeluarkan energi spiritual lebih banyak lagi.
Kini Youn dan teman teman telah sampai di Benua Atas, warga asli dari benua ini benar benar bermatabat.
Tutur mereka dan perbuatan mereka benar benar sopan kepada semua kalangan dari yang berada maupun tidak. Bahkan pelancong Benua lain pun tak luput dari keramahan warga Benua Atas.
Membuat Benua Atas di juluki Benua Sejuta Senyum.
Kali ini Youn dan teman teman tengah berada di tengah Stadiun, sorak sorai tercipta saat mereka memasuki area tengah stadiun.
Pembawa acara memberikan sambutan dengan hangat setelah dua tim di pertemukan, pembawa acara menjelaskan peraturan turnamen juga kepada dua belah pihak sebelum gong di pukul.
Youn dan teman teman menangkup kedua tangan menghadap lawan begitu pun sebalik-nya.
Mengambil sisi masing masing lalu melancarkan serangan kepada lawan.
Satu orang berlari mengitari lapangan sembari menancap sebuah bendera bewarna putih yang teraliri aura warna merah muda.
Kehadiran orang tersebut tak di sadari Youn dan teman teman karena mereka telah di sibukan oleh musuh di depan yang melempari Youn dan teman teman dengan ramuan bewarna coklat.
Ramuan tersebut sekali di hempaskan pada area yang terkena mampu membuat tanah bergetar seperti terjadi gempa.
Membuat Youn dan teman teman mesti berhati-hati.
Entah kenapa semakin lama pergerakan lawan kian cepat, membuat Youn dan teman teman bertanya-tanya satu sama lain.
''Uh tak waras kenapa cepat sekali pergerakan mereka.'' Cibir Hoshan.
''Benar tak bisa kita tatap pergerakan mereka, ADUHHH !! '' Renny terseret benang warna putih sebelum ia di lempar pada dinding stadiun.
''Mungkin ada penyebab-nya, kita mesti cari tahu !! '' kata Youn seraya menghindari serangan benang yang tak henti menghujani mereka.
Ramuan juga tak henti-nya menghujani Youn dan teman teman.
''Aiya sakit sekali, CAKAR MERPATI.'' Renny bergabung kembali pada teman teman.
Renny Cakar satu persatu ramuan hingga meledak di udara, saat ledakan terjadi saat Renny berhasil mencakar ramuan Hoshan sigap memunculkan dinding jerami agar terlindung dari dampak ledakan.
__ADS_1
Setelah itu Qiena timpali dinding Hoshan dengan akar persik, sehingga tak mudah hancur dinding jerami Hoshan.
...****************...
Angsa Keberuntungan.
''Mereka lumayan hebat.'' Puji wanita dari kelompok lawan.
''Tapi mampukah mereka melewati ini.'' Imbuh wanita.
Tak lama wanita berbicara sinar putih yang menyilaukan terpancar dari tatapan wanita, membuat area tengah stadiun bersinar terang.
Bahkan teman wanita tersebut menutup mata karena terlalu terang.
''Hey kalian jangan menutup mata juga, hujani mereka segera mumpung perhatian mereka teralihkan.'' Wanita memandang teman-teman nya.
''Aiya jangan arahkan arah pandang mu kesini, sangat silau, akan ku timpali.'' Kata wanita yang nampak mirip wajah-nya dengan wanita yang memencarkan sinar cahaya dari mata.
''AKAR LIAR HIJAU !! ''Seru wanita.
Akar hijau keluar tepat di bawah Fondasi Dunia hingga biru muka mereka karena kehabisan oksigen.
''Gunakan formasi ramuan ledakan kelelawar darah milik mu.'' Perintah wanita yang memencarkan cahaya pada pemuda berbaju biru.
Pemuda mengangguk, ia keluarkan ramuan bewarna hitam kemerahan lalu berkata hal yang tidak di pahami sebelum melempar ramuan mengarah Fondasi Dunia.
Kelelawar tiba saat botol ramuan pecah, ledakan pun terjadi setelah menyentuh kulit Fondasi Dunia.
''Hempas.'' Tutur wanita yang memegang kendali atas akar liar yang melilit tubuh Fondasi Dunia.
Wanita tersebut menghempaskan Fondasi Dunia menuju dinding belakang stadiun.
...****************...
Kembali Pada Fondasi Dunia.
Youn merasa nyeri sekujur tubuh-nya, mata masih sakit karena pancaran sinar putih yang memasuki sela sela dinding perlindungan.
Youn melirik bendera di sebelah, awal-nya mengira bendera biasa namun setelah mata kembali memulih ia lihat bendera tersebut teraliri cahaya merah muda.
''Apakah bendera itu mencakup pengguna dan teman-teman di sekitar bergerak cepat ? '' Tanya Youn seraya memandang bendera.
''Teman teman, seperti-nya bendera bendera itu merupakan bendera formasi, di mana pengguna akan bergerak lincah saat berada dalam lingkup yang terkena dampak bendera.'' Ungkap Youn pada teman-teman.
Hoshan, Qiena dan Renny ikut memandang bendera.
''Baiklah kami paham.'' Renny meledak menjadi bulu merpati.
''Eh kemana hilang-nya anak itu ?'' Hoshan bertanya tanya.
''Ah siapa peduli.'' Hoshan mengubah tubuh nya.
__ADS_1
Bulu tumbuh pada tubuh Hoshan sebelum benar benar menuntupi badan pemuda tersebut.
''AKU SANG KERA SUCI DARI BENUA BAWAH, BERSIAPLAH KALIAN WAHAI LAWAN.'' Hoshan berlari cepat mengarah lawan.
Sedangkan Qiena berkata-kata. Saat kehadiran Hoshan dan Renny hilang entah kemana.
Kehadiran mereka pun terbaca saat bendera remuk satu persatu.
''Dengan bantuan Dewi Langit yang agung saya memanggil tongkat yang bakal memberi cahaya pada teman teman'' tutur Qiena sebelum keluar tongkat bewarna merah muda yang pucuk-nya terdapat permata dengan sayap.
''SINAR.'' Sinar emas merah muda terpancar saat Qiena berkata.
Di depan Hoshan berhasil menumbangkan pria dengan ramuan, sedangkan Renny sedang beradu teknik pedang dengan gadis akar.
''RANTAI API BIRU.'' Tangan Youn terlilit rantai api bewarna biru, ia seret rantai dengan berlari menuju wanita cahaya.
Qiena ikut bergerak mengikuti Youn dengan terbang, tongkat membuat berat tubuh pengguna seolah olah ringan bahkan mampu terbang tanpa sayap.
Youn melempar rantai biru, dengan cepat melesat menuju wanita cahaya.
Lesatan rantai benar benar cepat hingga tak bisa wanita cahaya membalas serangan.
ARGHHHHH
Wanita cahaya meringis kesakitan, sebelum terjatuh ke tanah tak sadarkan diri.
Tersisa satu lawan saja yaitu pria yang menebar bendera formasi, ia di kepung Youn dan teman teman.
''Apakah kau atau aku ?'' Tanya Hoshan pada Youn.
''Kau saja.'' Jawab Youn.
Pria penebar bendera bergetar hebat, telapak tangan Hoshan terangkat, ia melompat ke udara lalu turun menukik tajam kemudian.
Youn, Qiena dan Renny melihat hal itu mundur hingga beberapa meter.
''TAPAK KERA SUCI.'' Hoshan menapak musuh kuat hingga tercipta lubang dengan diameter sedang.
BUMMMMMM
''PEMENANG-NYA ADALAH FONDASI DUNIA.'' Seru pembawa acara yang langsung menghampiri Youn dan teman teman ketika serangan Hoshan berhasil di landaskan.
''HOREEEEE.''
.
.
.
Thanks for read
__ADS_1