
.
.
.
"Renny jepit rambut mu cantik. Baru saja aku sadar jepit itu ada di rambut mu. Kamu membelinya di mana, kenapa tidak ajak ajak ?" Qiena melontarkan banyak pertanyaan kepada Renny dengan antusias.
Jarang Renny mengenakan aksesoris, terkadang ia tampil apa adanya tanpa memikirkan penilaian orang lain terhadap dirinya.
"Satu pasang sepertinya." Peiyu ikut melirik jepit rambut di kepala Renny.
Renny membalas pertanyaan beruntun Qiena. Menjawab sambil memandang Youn. Saat ini remaja itu tengah tertidur pulas di meja perpustakaan, di sebelah Hoshan.
"Seorang teman baik ku membelikanya khusus untuk ku." Jelas Renny pada Qiena dan Peiyu.
"Begitu ya." Qiena paham perkataan Renny barusan.
"Pastilah Youn, mungkin sebagai tanda permintaan maafnya kepada Renny karena bertindak berlebihan kemaren, ia bertindak manis kepada Renny." Batin Qiena berkata.
Jam istirahat berakhir, anak anak pun kembali menuju kelas masing masing, mengikuti pembelajaran.
...****************...
__ADS_1
Kelas.
"Baiklah murid murid ku kali ini aku akan menjelaskan hal-" belum sempat menjelaskan Guru Daisho mendengar suara ketukan di pintu.
TOK-TOK-TOK
Guru Daisho berjalan membukakan pintu. Terlihat Ketua Shuyi saat pintu di buka, Ketua Shuyi celingak celinguk dalam ruangan kelas lalu memanggil Youn, Hoshan, Qiena dan Renny agar mengikuti nya.
"Maaf menyela penjelasan anda Guru Daisho, saya ada keperluan dengan Youn, Hoshan, Qiena dan Renny. Bisakah saya membawa nya sebentar ?" Tanya Ketua Shuyi.
"Boleh Ketua Shuyi." Guru Daisho mempersilahkan ke empat murid itu berjalan mendekati Ketua Shuyi.
Pintu kelas kembali tertutup rapat. Menyisakan Guru Daisho dengan anak anak lainya.
...****************...
Ruang Ketua Shuyi.
Terlihat 2 orang remaja laki laki serta 2 orang remaja gadis tengah menunggu kehadiran Ketua Shuyi. Pintu terbuka tak lama kemudian..
Pandangan 4 orang remaja itu lantas menoleh ke belakang, mereka mendapat 4 remaja lainya. Dimana 4 remaja itu berhasil mengalahkan mereka dalam acara Pertandingan Antar Murid 5 tahun lalu.
"Qiena, Renny." Sapa Peiyu ramah.
__ADS_1
"Oh halo Peiyu." Qiena membalas sapaan Peiyu.
"Halo Peiyu." Balas Renny juga.
Ketua Shuyi mendahului Youn dan teman teman, setelah itu duduk di kursinya sambil membuka alasan mengapa ia memanggil mereka yang terpilih ke ruangan ini.
"Jadi ada alasan ku memanggil kalian ke sini, jadi kalian ini murid paling menonjol diantara yang lainya. Maka dari itu aku An Shuyi sebagai Ketua Akademi Pohon Suci secara resmi mengajak kalian berpatisipasi dalam acara Turnamen Antar Benua." Jelas Ketua Shuyi dengan satu tarikan nafas.
"Tim pertama terdiri dari Han Long, An Peiyu, Xin We dan Bozan, nama tim bebas kalian tentukan sendiri." Lanjut Ketua Shuyi sebelum menjelaskan kembali.
"Tim kedua terdiri dari Dang Youn, Pao Hoshan, Ling Qiena dan Du Renny. Baiklah itu saja hal yang kusampaikan hari ini, kiranya berapa hari lagi kita akan berangkat, persiapkan kemampuan dan diri kalian masing masing karena turnamen ini akan membawa nama baik benua kita." Ketua Shuyi menutup penjelasan.
Youn serta lainya pamit undur diri dari hadapan Ketua Shuyi. Berjalan kembali menuju kelas masing masing, setiap jalan Xin Wei si anak bela diri awan tak ada hentinya memandangi Youn, membuat Renny menyipitkan matanya.
"Sepertinya aku pernah bertemu denganya sewaktu dimana ya, oh ketika aku menabraknya, he entah kenapa pertumbuhan anak api ini semakin, hm." Batin Xin We berdegup melihat Youn.
"Oh tidak tidak, aku akan menjauhkan Youn dari mu, ia harus menghabiskan waktu bersama ku, bukan bersama mu." Renny menatap tajam Xin We disertai perempatan di pelipis kanan.
.
.
.
__ADS_1
Thanks for read